Jakarta, Merdekapostnews.top
Minggu, 27 September 2026.
Gadget kini menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan anak-anak. Telepon pintar, tablet, hingga perangkat komputer tidak hanya digunakan untuk bermain, tetapi juga untuk belajar, menonton video dan berkomunikasi.
Di satu sisi, teknologi memberikan banyak manfaat bagi perkembangan dan proses belajar anak. Namun, penggunaan gadget yang tidak terkontrol juga dapat menimbulkan berbagai persoalan apabila orang tua tidak memberikan pendampingan dan batasan yang jelas.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah durasi penggunaan gadget. Anak yang terlalu lama berada di depan layar dapat mengurangi waktu untuk bergerak, bermain secara langsung, berinteraksi dengan keluarga maupun bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
Kebiasaan tersebut juga dapat membuat anak lebih sulit melepaskan diri dari perangkat. Tidak sedikit orang tua yang akhirnya menggunakan gadget sebagai cara cepat untuk membuat anak diam atau tidak rewel.
Padahal, jika dilakukan terus-menerus tanpa aturan, anak dapat terbiasa menjadikan layar sebagai hiburan utama.
Dampak Bukan Hanya Soal Mata
Penggunaan gadget secara berlebihan sering dikaitkan dengan keluhan seperti mata lelah, kurang aktivitas fisik dan gangguan pola tidur, terutama apabila anak menggunakan perangkat hingga mendekati waktu tidur.
Masalah lainnya adalah berkurangnya kesempatan anak untuk melakukan aktivitas yang mendukung perkembangan sosial dan emosional. Bermain bersama teman, berbicara dengan orang tua, membaca buku, menggambar atau melakukan aktivitas fisik tetap penting dalam masa pertumbuhan.
Orang tua juga perlu memperhatikan jenis konten yang dikonsumsi anak.Tidak semua video, permainan atau konten di internet sesuai dengan usia anak. Anak dapat menemukan materi yang mengandung kekerasan, bahasa kasar, perilaku tidak pantas, iklan berlebihan atau informasi yang belum mampu mereka pahami.
Karena itu, pengawasan tidak cukup hanya dengan bertanya, “Sudah berapa lama main HP?”
Orang tua juga perlu mengetahui apa yang dilihat, dimainkan, dan dengan siapa anak berinteraksi di dunia digital.
Jangan Hanya Melarang
Memberikan batasan penggunaan gadget bukan berarti orang tua harus selalu melarang.
Pendekatan yang dapat dilakukan adalah membuat aturan keluarga yang jelas. Misalnya, menentukan waktu menggunakan gadget, menetapkan area rumah yang bebas gadget dan memastikan anak memiliki waktu untuk belajar, tidur, bermain serta berinteraksi dengan keluarga.
Orang tua juga sebaiknya memberikan contoh. Anak akan lebih mudah mengikuti aturan apabila melihat orang tuanya juga mampu meletakkan telepon ketika sedang makan, berbicara dengan keluarga atau menghabiskan waktu bersama.
Jika anak meminta gadget, orang tua dapat mengarahkan penggunaan perangkat untuk aktivitas yang sesuai dengan usia, bukan sekadar memberikan akses tanpa pendampingan.
Bangun Komunikasi Sejak Dini
Yang tidak kalah penting adalah komunikasi.Orang tua perlu membuat anak merasa nyaman bercerita ketika menemukan sesuatu yang membuat mereka takut, bingung atau tidak nyaman di internet.
Anak juga perlu memahami bahwa tidak semua orang yang ditemui di dunia maya dapat dipercaya. Informasi pribadi seperti alamat rumah, nomor telepon, kata sandi dan foto tertentu juga tidak boleh dibagikan sembarangan.
Pada akhirnya, persoalan gadget bukan semata-mata tentang teknologi, tetapi bagaimana teknologi digunakan.
Gadget dapat menjadi sarana belajar dan hiburan yang bermanfaat apabila digunakan secara tepat. Sebaliknya, penggunaan tanpa batas dan tanpa pendampingan dapat membawa berbagai risiko bagi anak.
Karena itu, pengawasan orang tua bukan berarti mengambil seluruh kebebasan anak, melainkan membantu anak belajar menggunakan teknologi secara aman, sehat dan bertanggung jawab.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, peran orang tua tetap tidak dapat digantikan oleh sebuah aplikasi maupun fitur pengawasan.(Red)





