Merdeka Post News
No Result
View All Result
Kamis, November 5, 2026
  • Login
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
  • Berita Terkini
  • Headline
  • Nasional
  • Peristiwa
Subscribe
Merdeka Post News
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
  • Berita Terkini
  • Headline
  • Nasional
  • Peristiwa
No Result
View All Result
Merdeka Post News
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Terkini
  • Headline
  • Nasional
  • Peristiwa
Home Headline

Anak Terlalu Lama Bermain Gadget? Orang Tua Perlu Waspada, Ini Dampak yang Bisa Muncul

by PIMRED
September 27, 2026
in Headline
0
Anak Terlalu Lama Bermain Gadget? Orang Tua Perlu Waspada, Ini Dampak yang Bisa Muncul
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Merdekapostnews.top

Minggu, 27 September 2026.

Gadget kini menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan anak-anak. Telepon pintar, tablet, hingga perangkat komputer tidak hanya digunakan untuk bermain, tetapi juga untuk belajar, menonton video dan berkomunikasi.

Di satu sisi, teknologi memberikan banyak manfaat bagi perkembangan dan proses belajar anak. Namun, penggunaan gadget yang tidak terkontrol juga dapat menimbulkan berbagai persoalan apabila orang tua tidak memberikan pendampingan dan batasan yang jelas.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah durasi penggunaan gadget. Anak yang terlalu lama berada di depan layar dapat mengurangi waktu untuk bergerak, bermain secara langsung, berinteraksi dengan keluarga maupun bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Kebiasaan tersebut juga dapat membuat anak lebih sulit melepaskan diri dari perangkat. Tidak sedikit orang tua yang akhirnya menggunakan gadget sebagai cara cepat untuk membuat anak diam atau tidak rewel.

Padahal, jika dilakukan terus-menerus tanpa aturan, anak dapat terbiasa menjadikan layar sebagai hiburan utama.

Dampak Bukan Hanya Soal Mata

Penggunaan gadget secara berlebihan sering dikaitkan dengan keluhan seperti mata lelah, kurang aktivitas fisik dan gangguan pola tidur, terutama apabila anak menggunakan perangkat hingga mendekati waktu tidur.

Masalah lainnya adalah berkurangnya kesempatan anak untuk melakukan aktivitas yang mendukung perkembangan sosial dan emosional. Bermain bersama teman, berbicara dengan orang tua, membaca buku, menggambar atau melakukan aktivitas fisik tetap penting dalam masa pertumbuhan.

Orang tua juga perlu memperhatikan jenis konten yang dikonsumsi anak.Tidak semua video, permainan atau konten di internet sesuai dengan usia anak. Anak dapat menemukan materi yang mengandung kekerasan, bahasa kasar, perilaku tidak pantas, iklan berlebihan atau informasi yang belum mampu mereka pahami.

Karena itu, pengawasan tidak cukup hanya dengan bertanya, “Sudah berapa lama main HP?”

Orang tua juga perlu mengetahui apa yang dilihat, dimainkan, dan dengan siapa anak berinteraksi di dunia digital.

Jangan Hanya Melarang

Memberikan batasan penggunaan gadget bukan berarti orang tua harus selalu melarang.

Pendekatan yang dapat dilakukan adalah membuat aturan keluarga yang jelas. Misalnya, menentukan waktu menggunakan gadget, menetapkan area rumah yang bebas gadget dan memastikan anak memiliki waktu untuk belajar, tidur, bermain serta berinteraksi dengan keluarga.

Orang tua juga sebaiknya memberikan contoh. Anak akan lebih mudah mengikuti aturan apabila melihat orang tuanya juga mampu meletakkan telepon ketika sedang makan, berbicara dengan keluarga atau menghabiskan waktu bersama.

Jika anak meminta gadget, orang tua dapat mengarahkan penggunaan perangkat untuk aktivitas yang sesuai dengan usia, bukan sekadar memberikan akses tanpa pendampingan.

Bangun Komunikasi Sejak Dini

Yang tidak kalah penting adalah komunikasi.Orang tua perlu membuat anak merasa nyaman bercerita ketika menemukan sesuatu yang membuat mereka takut, bingung atau tidak nyaman di internet.

Anak juga perlu memahami bahwa tidak semua orang yang ditemui di dunia maya dapat dipercaya. Informasi pribadi seperti alamat rumah, nomor telepon, kata sandi dan foto tertentu juga tidak boleh dibagikan sembarangan.

Pada akhirnya, persoalan gadget bukan semata-mata tentang teknologi, tetapi bagaimana teknologi digunakan.

Gadget dapat menjadi sarana belajar dan hiburan yang bermanfaat apabila digunakan secara tepat. Sebaliknya, penggunaan tanpa batas dan tanpa pendampingan dapat membawa berbagai risiko bagi anak.

Karena itu, pengawasan orang tua bukan berarti mengambil seluruh kebebasan anak, melainkan membantu anak belajar menggunakan teknologi secara aman, sehat dan bertanggung jawab.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, peran orang tua tetap tidak dapat digantikan oleh sebuah aplikasi maupun fitur pengawasan.(Red)

Previous Post

Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Mendadak Lenyap Saat Menteri Datang, Bappisus Turun Tangan

Next Post

DI SELA HARI LIBUR, BABINSA KODIM 1206/PSB BANTU WARGA TANAM PADI 

Next Post
DI SELA HARI LIBUR, BABINSA KODIM 1206/PSB BANTU WARGA TANAM PADI 

DI SELA HARI LIBUR, BABINSA KODIM 1206/PSB BANTU WARGA TANAM PADI 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo
  • Dua Tempat Hiburan Malam di Melawi Disorot Usai Viral di TikTok, Kasat Narkoba Sebut Dugaan Keterlibatan Dua Pihak Masih Didalami
  • Sabung Ayam di Penai Kembali Beraksi, Diduga Dibeking Aparat; Polres Kapuas Hulu Segera Bertindak
  • Bentuk Generasi Muda Berkarakter dan Berjiwa Nasionalis, Kasdim 1206/Putussibau Pimpin Upacara Pembukaan Persami KKRI Triwulan III TA 2026
  • Dukung Gerakan Indonesia ASRI, Pasiops Kodim 1206/Putussibau Bersama Anggota Turun Langsung Bersihkan Lingkungan Gedung Satap dan GOR Uncak Kapuas

Recent Comments

  1. News mengenai 26 Organisasi Pers dan Advokat Minta Kapolres Metro Bekasi Jaga Sinergitas Terhadap Jurnalis
  2. Dari warlok mengenai Maraknya Kafe Remang-Remang di Buak Limbang Bebas Beroperasi, Diminta Pihak Terkait Tindak Tegas
  3. Muhhasim mengenai Diduga Kuat Selama Ini Kafe Hiburan Malam Tempat Transaksi Narkoba Milik Bos Berinisial AS Bebas Beroperasi, Siapa Aktor di Baliknya?

Tentang Kami

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik

Hak Cipta merdekapostnews.top © 2025 Web Development PT.TAB | TabWeb

No Result
View All Result
  • Homepages
    • MerdekaPostNews.id
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Berita Terkini
  • Headline
  • Nasional
  • Peristiwa

Hak Cipta merdekapostnews.top © 2025 Web Development PT.TAB | TabWeb

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In