Kapuas Hulu, Merdekapostnews.top
Warga di wilayah Kecamatan Seberuang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, mengeluhkan pelayanan listrik dari PT PLN (Persero) yang dinilai sering mengalami pemadaman tanpa jadwal yang jelas maupun pemberitahuan resmi.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas harian masyarakat di beberapa desa, di antaranya Desa Nanga Pala, Desa Ranyai Hilir, dan Desa Lemedak.
Keluhan tersebut disampaikan oleh seorang warga setempat, saat diwawancarai awak media melalui pesan WhatsApp pada Senin (28/9/2026), Ia mengungkapkan bahwa masalah pemadaman listrik ini sudah berlangsung sejak lama dan hingga kini masih terus berulang tanpa adanya perbaikan pelayanan yang signifikan.
Ia menyebutkan bahwa listrik sering kali padam secara mendadak, bahkan pada kondisi cuaca normal tanpa hujan deras, angin kencang, maupun sambaran petir.
“Memang dari dulu kondisinya seperti itu. Lampu sering mati dan tidak jelas jadwalnya. Tidak ada angin, tidak ada petir, tiba-tiba listrik padam,” ujarnya.
Durasi Pemadaman Mencapai Tiga Hingga Empat Hari
Dari informasi yang didapat dari warga, durasi pemadaman listrik yang terjadi di wilayahnya sangat tidak menentu dan sering kali memakan waktu cukup lama.
Dalam beberapa kasus, aliran listrik tidak hanya terputus selama beberapa jam, melainkan bisa membentang hingga kurun waktu tiga sampai empat hari berturut-turut.
“Kadang padamnya lama, bisa tiga atau empat hari. Bukan cuma satu atau dua hari. Kejadiannya juga sering berulang,”.
Ia menambahkan bahwa masyarakat pada dasarnya dapat memahami jika pemadaman dilakukan untuk pemeliharaan jaringan atau perbaikan teknis.
Namun, hal yang memicu kekecewaan warga adalah ketiadaan informasi atau pemberitahuan awal dari pihak PLN mengenai alasan pemadaman tersebut.
“Kalau memang ada jadwal perbaikan, sampaikan dengan jelas kepada masyarakat. Sekarang ini padamnya tidak tentu dan tidak ada pemberitahuan sama sekali,” ungkap keluhan warga setempat.
Informasi Tidak Sesuai Realita di Lapangan
Selain masalah komunikasi, warga juga menyoroti imbauan atau estimasi waktu perbaikan yang kadang disampaikan pihak penyedia jasa, namun tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Beberapa kali informasi menyebutkan listrik akan kembali menyala pada waktu tertentu, namun pada kenyataannya penanganan sering terulur hingga malam hari.
Kondisi pemadaman yang tidak terstruktur ini berdampak pada aktivitas perekonomian serta kebutuhan rumah tangga warga di Desa Nanga Pala, Desa Ranyai Hilir, dan Desa Lemedak.
Melalui keterangan warga lainnya, harapan warga setempat agar pihak manajemen PLN segera membenahi pola komunikasi dan tingkat respons petugas di lapangan.
Masyarakat berharap setiap gangguan teknis maupun pemeliharaan berkala selalu disertai pemberitahuan resmi dan kepastian jadwal agar tidak merugikan para pelanggan.
“Harapan masyarakat sederhana, petugas yang bertugas bisa bekerja dengan baik dan memberikan informasi yang jelas setiap kali terjadi pemadaman listrik.
( Robby )





