Sintang, Merdekapostnews.top
Warga Dusun Sinar Budi, Desa Kenyauk, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang mengeluhkan maraknya pencurian buah durian yang diduga dilakukan oleh keluarga berinisial H.AB.
Aksi pencurian itu dikatakan berulang tiap musim durian dan menimbulkan keresahan di kalangan pemilik kebun.
menurut keterangan warga yang enggan disebutkan namanya, salah satu pelaku yang sering dijumpai di lokasi berinisial IP, warga Dusun Ulak Limau.
Aksi pencurian dilakukan pada berbagai waktu antara lain sore, siang, malam, bahkan subuh.
Lokasi kebun yang menjadi sasaran berada di Kenyauk D.“Perilaku ini kerap berulang dari tahun ke tahun pada musim durian dan musim buah-buah-buahan lainnya.
Mereka datang pada jam-jam berbeda sehingga sulit diantisipasi,” ujar warga lain, Minggu (12/7/2026).
Pemilik kebun yang terdampak, berinisial DB, MJ, SR, AN, ED, dan SG, menyatakan tindakan tersebut telah melampaui batas dan merugikan mereka secara material maupun emosional.
Warga berharap aparat penegak hukum (APH) melakukan penyelidikan dan penindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang.
Warga Dusun Sinar Budi juga menaruh kekecewaan karena pelaku diduga berasal dari keluarga yang memiliki gelar Haji, yang semestinya menjadi contoh teladan, “Seharusnya sebagai keluarga besar dari seorang Haji bisa menjadi teladan, tapi ini justru sebaliknya,” kata salah seorang warga.
Jika pencurian terus berlanjut, warga menyatakan akan menempuh langkah sesuai adat setempat dan tidak menutup kemungkinan menutup akses jalan dari Dusun Ulak Limau menuju Kenyauk D.
Menurut warga, jalan tersebut seharusnya dipergunakan untuk mencari nafkah, bukan menjadi pintu masuk bagi tindakan kriminal.
Warga berharap langkah tegas diambil agar tali silaturahmi antar warga Desa Kenyauk tetap terjaga dan tidak rusak akibat konflik ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait maupun dari pihak yang diduga terlibat.
Redaksi membuka ruang hak jawab,hak koreksi dan klarifikasi bagi pihak-pihak yang disebutkan.
Tim Red

