Merdeka Post News
No Result
View All Result
Minggu, September 20, 2026
  • Login
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
  • Berita Terkini
  • Headline
  • Nasional
  • Peristiwa
Subscribe
Merdeka Post News
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
  • Berita Terkini
  • Headline
  • Nasional
  • Peristiwa
No Result
View All Result
Merdeka Post News
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Terkini
  • Headline
  • Nasional
  • Peristiwa
Home Headline

Pemilu Nasional dan Daerah Tidak Lagi Serentak, Ini Plus Minusnya

by PIMRED
Juli 1, 2025
in Headline
0
Pemilu Nasional dan Daerah Tidak Lagi Serentak, Ini Plus Minusnya
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Merdekapostnews.top

Mahkamah Konstitusi (MK) resmi memutuskan untuk memisahkan penyelenggaraan Pemilu Nasional dan Pemilu Daerah mulai tahun 2029. Putusan yang tertuang dalam Nomor 135/PUU-XXII/2024 ini mengubah skema pemilu serentak yang selama ini diterapkan di Indonesia.

Dengan keputusan ini, pemilihan Presiden, Wakil Presiden, anggota DPR RI, dan DPD RI akan dilaksanakan terlebih dahulu, kemudian sekitar dua hingga dua setengah tahun berikutnya, baru digelar Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilu Legislatif di tingkat daerah (DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota).

MK menilai pelaksanaan pemilu serentak selama ini terlalu membebani penyelenggara dan masyarakat. Banyaknya surat suara dan kotak suara dalam satu waktu membuat proses pemilu menjadi rumit, rawan kesalahan, bahkan mengakibatkan kelelahan ekstrem di kalangan petugas, seperti yang terjadi pada Pemilu 2019.

Selain itu, MK juga mempertimbangkan aspek efektivitas pemerintahan dan kualitas demokrasi. Dengan pemilu yang dipisah, masyarakat dinilai bisa lebih fokus dalam menentukan pilihan pada masing-masing level pemerintahan.

Beban penyelenggara lebih ringan: Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyambut baik putusan ini karena dinilai akan mempermudah tahapan teknis dan logistik pemilu.

Konsentrasi pemilih meningkat: Dengan jadwal terpisah, masyarakat dapat lebih memahami perbedaan peran antara pejabat pusat dan daerah.

Peluang bagi tokoh lokal: Tokoh-tokoh daerah memiliki kesempatan lebih besar untuk tampil tanpa terpengaruh popularitas kandidat di tingkat nasional.

Meski membawa sejumlah manfaat, pemisahan pemilu ini juga memunculkan sejumlah tantangan:

Biaya pemilu meningkat: Penyelenggaraan dua pemilu besar dalam satu siklus lima tahun berpotensi menggandakan kebutuhan anggaran.

Risiko kejenuhan politik: Pemilu yang digelar lebih sering dikhawatirkan memicu kejenuhan dan penurunan partisipasi masyarakat.

Perpanjangan masa jabatan: Masa jabatan anggota DPRD dan kepala daerah yang habis sebelum Pilkada akan diperpanjang atau diisi oleh penjabat sementara.

Kebutuhan revisi regulasi: Pemerintah dan DPR perlu segera merevisi Undang-Undang Pemilu agar sesuai dengan putusan MK ini.

Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, menyatakan bahwa DPR akan menindaklanjuti putusan MK ini dengan melakukan revisi Undang-Undang Pemilu. Namun, ia juga mengingatkan bahwa putusan ini bertolak belakang dengan putusan MK pada 2019 yang menginginkan pemilu tetap serentak.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan KPU saat ini tengah mengkaji dampak teknis, politik, serta anggaran dari keputusan tersebut.

Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah menjadi langkah besar dalam perbaikan sistem demokrasi Indonesia. Meski membawa sejumlah keuntungan, kebijakan ini memerlukan persiapan matang dari seluruh pihak agar pelaksanaannya dapat berjalan lancar dan efektif tanpa membebani negara maupun masyarakat.

Previous Post

Aktivis 98 Kecam Intimidasi Pers: Ini Serangan Terhadap Demokrasi

Next Post

Dua Pelaku Curanmor Dibekuk Polisi di Metland Tambun Bekasi

Next Post
Dua Pelaku Curanmor Dibekuk Polisi di Metland Tambun Bekasi

Dua Pelaku Curanmor Dibekuk Polisi di Metland Tambun Bekasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Berita Terkini
  • Headline
  • Hukum & Kriminal
  • Intenasional
  • Internasional
  • Lintas Daerah
  • Nasional
  • Pembangunan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Ragam
  • Terkini

Recent Posts

  • Jud! Sabung Ayam Diduga Terorganisir di Keranji, Warga Pertanyakan Sikap APH
  • Deteksi Dini Generasi Sehat, Koptu Damianus Dung Dampingi Posyandu di Desa Sungai Setulang
  • Kuatkan Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 1206-13/Bunut Hulu Hadir dalam Pembagian Bantuan di Desa Temuyuk
  • Peduli Kebutuhan Warga, Babinsa Koramil 1206-06/Putussibau Utara Salurkan Bantuan Air Bersih di Desa Melapi
  • PETI Merusak Jalan Penghubung,Warga Setempat Keluhkan Kerusakan dan Bahaya Jalan untuk Anak Sekolah

Recent Comments

  1. News mengenai 26 Organisasi Pers dan Advokat Minta Kapolres Metro Bekasi Jaga Sinergitas Terhadap Jurnalis
  2. Dari warlok mengenai Maraknya Kafe Remang-Remang di Buak Limbang Bebas Beroperasi, Diminta Pihak Terkait Tindak Tegas
  3. Muhhasim mengenai Diduga Kuat Selama Ini Kafe Hiburan Malam Tempat Transaksi Narkoba Milik Bos Berinisial AS Bebas Beroperasi, Siapa Aktor di Baliknya?

Tentang Kami

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik

Hak Cipta merdekapostnews.top © 2025 Web Development PT.TAB | TabWeb

No Result
View All Result
  • Homepages
    • MerdekaPostNews.id
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Berita Terkini
  • Headline
  • Nasional
  • Peristiwa

Hak Cipta merdekapostnews.top © 2025 Web Development PT.TAB | TabWeb

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In