Batu Bara, Merdekapostnews.top
Dugaan penyimpangan penyaluran bantuan beras Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara terus memantik sorotan. Untuk kedua kalinya, seorang wartawan media online menyambangi Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Batu Bara demi menagih kejelasan terkait kasus yang menyeret Kepling I hingga VII tersebut.
Kedatangan pertama berlangsung pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 10.26 WIB. Saat itu, wartawan diterima oleh penyidik bernama Goklas Tupang di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Goklas sempat meminta waktu satu minggu untuk mengecek langsung data penyaluran beras di Kantor Kelurahan Indrapura.
Namun, saat didatangi kembali seminggu kemudian—tepatnya Selasa (20/10/2026) pukul 13.57 WIB—penyidik Goklas tidak berada di tempat.
Wartawan lantas mencoba menghubungi Goklas melalui telepon seluler. Dalam sambungan telepon, Goklas mengaku sudah bertemu dengan Pelaksana Harian (Plh.) Lurah Indrapura, Wali Wala. Menurutnya, pihak kelurahan mengklaim seluruh beras bantuan sudah diserahkan ke masing-masing Kepling. Sayangnya, polisi sendiri mengaku belum tahu pasti siapa yang harus bertanggung jawab atas carut-marutnya penyaluran ini.
“Beras sudah diserahkan semua ke Kepling. Belum tahu Kepling mana yang harus bertanggung jawab,” ujar Goklas saat dikonfirmasi via telepon.
Tak berhenti di situ, laporan resmi terkait dugaan ketidakjelasan penyaluran bantuan sosial ini akhirnya dilayangkan ke SPKT Polres Batu Bara dan diterima oleh penyidik Aiptu Bambang. Pasalnya, dari total 443 Kepala Keluarga (KK) penerima manfaat, baru 259 KK yang dipastikan menerima bantuan, sementara 184 KK lainnya masih belum jelas nasibnya.
Sisa Bantuan 184 KK Tak Jelas, 40 Sak Beras Diduga Hilang
Persoalan ini sebenarnya mulai mencuat sejak Senin (28/9/2026), sewaktu beras bantuan mulai dibagikan oleh para Kepling. Isu miring berembus setelah muncul rumor mengenai puluhan sak beras yang diduga raib dari Kantor Kelurahan Indrapura.
Mendengar kabar tersebut, wartawan langsung bergerak mendatangi kantor kelurahan guna meminta klarifikasi. Di hadapan media, Plh. Lurah Indrapura, Wali Wala, sempat memerintahkan para Kepling untuk menghitung ulang dan mencocokkan data penerima dengan stok beras yang ada.
Sayangnya, dari hasil penghitungan sementara, para Kepling kelabakan dan tak sanggup mencocokkan angka beras yang mereka terima dengan realisasi di lapangan. Data yang terkumpul menunjukkan baru 259 KK yang mendapat haknya, sedangkan 184 KK sisanya masih menggantung.
Kondisi ini jelas memicu tanda tanya besar dari warga. Kemana sisa beras tersebut bermuara dan siapa yang bermain di dalamnya kini menjadi teka-teki yang butuh penelusuran lebih lanjut.
Kantor Kelurahan Mendadak Kosong
Sebab merasa ada yang mengganjal, wartawan kembali mendatangi Kantor Kelurahan Indrapura pada Rabu (28/10/2026) pagi sekitar pukul 09.24 WIB untuk mengonfirmasi ulang hal ini kepada Plh. Lurah Wali Wala.
Anehnya, suasana kantor kelurahan justru sepi bagai tak berpenghuni. Baik Wali Wala maupun perangkat kelurahan lainnya tak satu pun berada di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, nasib bantuan beras untuk 184 KK warga Indrapura masih misterius. Publik kini menanti langkah tegas dari jajaran Polres Batu Bara untuk mengusut tuntas persoalan ini hingga terang benderang.
(Samsir Alam)





