Sekadau, Merdekapostnews.top
Warga Desa Sei Ayak, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat, mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) serta harga jual yang dinilai jauh di atas harga normal di SPBU Kompak Terapung Nomor 66.795.002. SPBU tersebut diketahui menjadi salah satu titik pelayanan BBM terapung di wilayah tersebut.
Seorang warga yang sedang mengantri dan meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa sejak musim kemarau, pasokan BBM semakin sulit diperoleh.
“Sudah minyak susah, kemarau ini. Begitu ada, susah dapatnya, mahal lagi harganya,” ujar warga dengan nada kesal, Senin (31/8/2026).
Menurut pengakuan warga, APMS (Agen Pengisian dan Pendistribusian BBM Satu Harga) yang melayani antrean disebut menetapkan harga yang dinilai jauh di atas harga yang seharusnya.
Untuk Pertalite, warga menyebut harga mencapai sekitar Rp11.000 per liter, sedangkan Solar disebut dijual sekitar Rp10.500 per liter.
Besaran harga tersebut dikeluhkan karena dinilai memberatkan masyarakat. Kondisi itu juga dikhawatirkan berdampak terhadap biaya transportasi serta distribusi kebutuhan pokok di wilayah tersebut.
Warga Soroti Dugaan Penjualan BBM dengan Harga Tinggi
Warga juga menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum petugas lapangan berinisial A alias “Ahoy” serta pengelola SPBU yang disebut berinisial A alias “Ameng” dalam praktik penjualan BBM dengan harga tinggi.
Namun, tudingan tersebut masih sebatas klaim dari warga dan memerlukan verifikasi serta klarifikasi dari pihak-pihak yang disebutkan.
Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada Ameng yang dilakukan awak media hingga berita ini disusun belum mendapatkan tanggapan.
Kelangkaan dan tingginya harga BBM tersebut dikhawatirkan semakin menekan aktivitas ekonomi masyarakat desa, terutama bagi warga yang bergantung pada BBM untuk transportasi dan kegiatan usaha sehari-hari.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU Kompak Terapung 66.795.002 maupun aparat terkait di tingkat daerah belum memberikan keterangan resmi mengenai keluhan warga tersebut.
Warga Minta Pertamina dan ESDM Turun Tangan
Warga berharap Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Barat bersama PT Pertamina (Persero) segera melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap ketersediaan serta harga BBM di SPBU Kompak Terapung 66.795.002.
Masyarakat juga meminta agar distribusi BBM bersubsidi diawasi secara ketat sehingga penyalurannya benar-benar tepat sasaran dan harga yang diberlakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
(Tim)


