Jakarta, Merdekapostnews.top
Kawasan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat kembali menjadi pusat penyampaian aspirasi pada *Kamis, 27 Agustus 2026*.
Sedikitnya empat kelompok masyarakat dan mahasiswa dijadwalkan menggelar unjuk rasa dengan agenda dan tuntutan berbeda-beda.
Keempat kelompok tersebut adalah Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB), Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), dan Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4).
Meski digelar di waktu dan lokasi yang sama, isu yang diusung tidak sama. Mulai dari desakan pengesahan RUU Perampasan Aset, tuntutan hukuman mati bagi koruptor, persoalan ekonomi-politik nasional, hingga dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis.
Rangkaian Aksi Sepanjang Hari di Senayan
Aksi direncanakan berlangsung sepanjang hari di depan Kompleks Parlemen. Sebagian massa langsung menuju Jakarta, sementara sebagian lain menggelar aksi di daerah terlebih dahulu sebelum bergabung di DPR RI.
Berikut rincian 4 kelompok dan tuntutannya:
1. AMPB: Fokus RUU Perampasan Aset & Kasus Korupsi Pati
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu datang dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Tuntutan utama mereka adalah mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU Perampasan Aset dan mengeluarkan sikap resmi terkait pembahasannya.
AMPB juga menyoroti dugaan korupsi di Pemkab Pati yang menyeret Bupati Pati Sudewo. Mereka menyebut ada dugaan suap dan gratifikasi Rp2,6 miliar dengan potensi kerugian negara Rp42 miliar.
Menjelang berangkat ke Jakarta, AMPB mengaku rekening donasi yang dikelola Mas Botok sempat diblokir. Meski begitu, mereka memastikan aksi berlangsung damai.
2. AMDB: 3 Tuntutan dari Depok ke Senayan
Aliansi Masyarakat Depok Bersatu memulai aksinya di DPRD Kota Depok sebelum bergerak ke Senayan. Massa yang diperkirakan mencapai *2.000 orang* ini membawa tiga poin tuntutan:
Pengesahan RUU Perampasan Aset, *hukuman mati bagi koruptor*, dan *penurunan harga kebutuhan pokok*.
3. GERAM: Bawa 10 Tuntutan Nasional
Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat merupakan gabungan 14 organisasi mahasiswa dan masyarakat sipil. Dengan estimasi *1.000 massa*, GERAM menjadi kelompok dengan tuntutan terbanyak.
Mereka meminta pimpinan DPR turun langsung untuk berdialog. 10 tuntutan GERAM meliputi: pertanggungjawaban politik-hukum Prabowo-Gibran, evaluasi program Koperasi Desa Merah Putih dan MBG, penolakan pajak yang memberatkan, pendidikan dan kesehatan gratis, penurunan harga pokok, kenaikan upah buruh, penetapan bencana di Sumut dan NTT sebagai bencana nasional, perlindungan PRT, penghentian kriminalisasi aktivis, demiliterisasi, serta penyitaan aset koruptor untuk kepentingan publik.
4. RMP4: Dukung MBG Tapi Minta Dievaluasi
Berbeda dengan yang lain, Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo justru datang untuk *mendukung program Makan Bergizi Gratis*. RMP4 menyiapkan sekitar *500 tiket* untuk warganya ikut ke Jakarta.
Mereka menilai MBG harus tetap jalan, namun perlu evaluasi tata kelola, termasuk perbaikan dapur-dapur yang masih bermasalah. Tujuannya agar program lebih optimal, bukan dihentikan.
Senayan Jadi Panggung Aspirasi Beragam
Demo 27 Agustus 2026 memperlihatkan beragamnya suara rakyat. Ada yang menuntut keadilan hukum, ada yang mendesak perbaikan ekonomi, dan ada pula yang datang untuk mengawal program pemerintah.
Dengan empat kelompok dan empat arah tuntutan berbeda, DPR RI hari ini menjadi titik temu berbagai aspirasi masyarakat dan mahasiswa.(Nanda Pratiwi)


