Batu Bara , Merdekapostnews.top
Kepling (Kepala Lingkungan) V, Ngadimun, Kelurahan Indra Sakti, Kec. Air Putih, Kab. Batu Bara, diduga melakukan pungli kembali di kamar mandi Aula Kantor Camat Air Putih, Kab. Batu Bara. Kali ini Ngadimun diduga melakukan pungli dalam konteks hiburan pasar malam yang akan berlangsung mulai hari Rabu, 30 Mei, selama satu bulan di Lapangan Bola Kaki Indrapura, Indra Sakti, Kec. Air Putih.
Pantauan wartawan media online Merdekapostnews pada hari Rabu, 27 Mei, kamar mandi Aula Kantor Camat Air Putih dijaga ketat oleh tim pungli anak Kepling V Ngadimun, panggilan Niko, bersama dua orang temannya.
Di depan kamar mandi terpantau kresek kecil digantung di dinding depan kamar mandi untuk tempat uang yang diduga hasil pungli.
Menurut anak Kepling V Ngadimun bernama Niko, ia disuruh oleh salah seorang pegawai Kantor Camat Air Putih. Namun Niko mengaku tidak mengenal nama salah seorang pegawai Kantor Camat Air Putih yang menyuruhnya.

Orang yang masuk ke kamar mandi Aula Kantor Camat Air Putih rata-rata pedagang yang berjualan di pasar malam. Biaya masuk ke kamar mandi bayar Rp2.000.
Wartawan yang melihat tingkah Kepling V Ngadimun sepertinya merasa sangat gerah dengan keberadaan wartawan yang berdiri di depan kamar mandi. Karena Kepling V Ngadimun dari tempat kediamannya di belakang kantor camat tampak mondar-mandir di depan wartawan mengarah ke kamar mandi Aula Kantor Camat Air Putih.
Wartawan yang berada di depan kamar mandi langsung mengonfirmasikan terkait Kepling V Ngadimun yang diduga pungli lagi di kamar mandi Aula Kantor Camat Indrapura.
Kepling V Ngadimun mengatakan kepada wartawan, “Kalau dibilang aku pungli, apa ada tulisannya di depan kamar mandi kalau masuk kamar mandi bayar? Siapa yang masuk kamar mandi, nggak diminta uangnya. Bayar seikhlas hati, kalau nggak bayar nggak apa-apa. Tapi kalau yang ada otaknya pasti bayar.
Kau beritakan aku, hebatlah kau. Minta aja uangnya, bila perlu kalian nyanyi-nyanyi dan joget-joget di sini. Kamar mandi kok dipermasalahkan,” pungkas Kepling V Ngadimun kepada wartawan.
(Samsir Alam)


