Merdeka Post News
No Result
View All Result
Minggu, September 20, 2026
  • Login
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
  • Berita Terkini
  • Headline
  • Nasional
  • Peristiwa
Subscribe
Merdeka Post News
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
  • Berita Terkini
  • Headline
  • Nasional
  • Peristiwa
No Result
View All Result
Merdeka Post News
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Terkini
  • Headline
  • Nasional
  • Peristiwa
Home Berita Terkini

Bupati Raja Ampat: Warga Tak Ingin Tambang Nikel PT Gag Ditutup

by PIMRED
Juni 9, 2025
in Berita Terkini
0
Bupati Raja Ampat: Warga Tak Ingin Tambang Nikel PT Gag Ditutup
Share on FacebookShare on Twitter

Raja Ampat, Merdekapostnews.top

Bupati Raja Ampat menyatakan bahwa mayoritas masyarakat setempat tidak menginginkan tambang nikel milik PT Gag Nikel ditutup. Hal ini disampaikannya di tengah meningkatnya tekanan dari berbagai pihak, termasuk tokoh adat, DPR RI, dan aktivis lingkungan yang mendesak penghentian aktivitas tambang di wilayah tersebut.

Menurut Bupati, keberadaan tambang PT Gag Nikel dianggap membawa manfaat ekonomi bagi warga, seperti penyediaan lapangan kerja dan pembangunan infrastruktur dasar. Meski begitu, ia menegaskan bahwa operasional tambang tetap harus dievaluasi secara menyeluruh dan berjalan dengan prinsip keberlanjutan.

“Kami tidak ingin masyarakat jadi korban. Tapi juga tidak semua masyarakat menolak. Justru banyak yang berharap tambang tetap beroperasi karena ada manfaat langsung yang mereka rasakan,” ujarnya dalam sebuah pertemuan dengan perwakilan pemerintah provinsi dan manajemen PT Gag Nikel.

Sementara itu, gelombang penolakan terhadap keberadaan tambang kian menguat. Sejumlah tokoh adat dan aktivis lingkungan menuding aktivitas tambang telah merusak kawasan hutan lindung dan mencemari lingkungan sekitar.

Ketua Dewan Adat Papua, Ronald Kondjol, mengungkapkan bahwa sedimentasi dari aktivitas tambang telah menyebabkan perubahan warna laut di sekitar pesisir, dan mengancam kelestarian ekosistem terumbu karang di kawasan wisata Piaynemo.

Tak hanya itu, Komisi IV DPR RI juga mempertanyakan transparansi dana CSR dan dugaan tunggakan pajak dari PT Gag Nikel yang nilainya disebut mencapai ratusan miliar rupiah. Legislator Robert Joppy Kardinal meminta agar aktivitas tambang ditinjau ulang dan tidak merugikan masyarakat adat serta lingkungan sekitar.

Di sisi lain, perbedaan pendapat antara warga yang mendukung dan menolak tambang berpotensi memicu konflik horizontal. Kelompok masyarakat adat dari Suku Kawei bahkan mengancam akan menggelar aksi besar-besaran jika tambang tetap dilanjutkan tanpa persetujuan mereka.

Pemerintah daerah pun dihadapkan pada dilema besar: menjaga investasi dan ekonomi lokal, namun tetap harus memastikan perlindungan terhadap lingkungan dan hak-hak masyarakat adat.

Polemik tambang nikel di Raja Ampat kini menjadi perhatian nasional dan internasional. Pemerintah pusat diminta turun tangan untuk mengaudit izin tambang, mengevaluasi AMDAL, serta memastikan keterlibatan masyarakat lokal dalam proses pengambilan keputusan.

Ke depan, transparansi, dialog terbuka, dan keberpihakan pada kelestarian alam Raja Ampat akan menjadi kunci utama dalam menyelesaikan polemik ini.(Red)

 

Previous Post

Mayoritas Orangtua di Jabar Setuju Sekolah Masuk Pukul 06.30 WIB, Mulai Berlaku Juli 2025

Next Post

Libur Panjang Idul Adha dan Geliat Ekonomi di Akar Rumput

Next Post
Libur Panjang Idul Adha dan Geliat Ekonomi di Akar Rumput

Libur Panjang Idul Adha dan Geliat Ekonomi di Akar Rumput

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Berita Terkini
  • Headline
  • Hukum & Kriminal
  • Intenasional
  • Internasional
  • Lintas Daerah
  • Nasional
  • Pembangunan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Ragam
  • Terkini

Recent Posts

  • Deteksi Dini Generasi Sehat, Koptu Damianus Dung Dampingi Posyandu di Desa Sungai Setulang
  • Kuatkan Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 1206-13/Bunut Hulu Hadir dalam Pembagian Bantuan di Desa Temuyuk
  • Peduli Kebutuhan Warga, Babinsa Koramil 1206-06/Putussibau Utara Salurkan Bantuan Air Bersih di Desa Melapi
  • PETI Merusak Jalan Penghubung,Warga Setempat Keluhkan Kerusakan dan Bahaya Jalan untuk Anak Sekolah
  • Cegah Karhutla, Koramil 18/Puring Kencana Gencarkan Patroli di Wilayah Rawan

Recent Comments

  1. News mengenai 26 Organisasi Pers dan Advokat Minta Kapolres Metro Bekasi Jaga Sinergitas Terhadap Jurnalis
  2. Dari warlok mengenai Maraknya Kafe Remang-Remang di Buak Limbang Bebas Beroperasi, Diminta Pihak Terkait Tindak Tegas
  3. Muhhasim mengenai Diduga Kuat Selama Ini Kafe Hiburan Malam Tempat Transaksi Narkoba Milik Bos Berinisial AS Bebas Beroperasi, Siapa Aktor di Baliknya?

Tentang Kami

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik

Hak Cipta merdekapostnews.top © 2025 Web Development PT.TAB | TabWeb

No Result
View All Result
  • Homepages
    • MerdekaPostNews.id
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Berita Terkini
  • Headline
  • Nasional
  • Peristiwa

Hak Cipta merdekapostnews.top © 2025 Web Development PT.TAB | TabWeb

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In