Klaten, Merdekapostnews.top
Pelantikan pengurus Kwartir Cabang Pramuka Klaten berlangsung hari ini di Aula Pendopo Kabupaten Klaten dengan suasana khidmat dan tertib. Acara resmi yang menjadi puncak pengesahan struktur kepengurusan baru serta lembaga pengawas keuangan kwartir cabang ini dilaksanakan melalui dua upacara pelantikan yang berjalan lancar dan khidmat (15/04/2026).
Upacara pertama mengesahkan Majelis Pembina Cabang yang dihadiri Bupati Klaten, unsur Forkopimda, serta jajaran Sekretariat Daerah, sementara upacara kedua mengesahkan susunan pengurus Kwartir Pramuka Cabang Klaten dan pengangkatan anggota Lembaga Pemeriksa Keuangan Kwartir Pramuka Cabang Klaten.
Prosesi inti pelantikan diwarnai pengucapan Tri Satya oleh seluruh pengurus yang dilantik, sebagai pernyataan komitmen terhadap nilai-nilai kepramukaan dan pengabdian kepada bangsa dan negara. Pengucapan Tri Satya berlangsung khidmat dan menjadi momen simbolis penegasan tanggung jawab moral serta tugas organisasi bagi pengurus baru.
Hadir pula Ketua Kwartir Daerah Jawa Tengah, Ketua Majelis Pembina Gerakan Pramuka Cabang Klaten, Ketua Kwartir Cabang Klaten, Ketua Lembaga Pemeriksa Keuangan, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan, Ketua Kwartir Ranting, perwakilan Kwartir Pramuka se-Solo Raya, Jajaran Kwartir Pramuka Cabang klaten serta undangan dari berbagai unsur masyarakat dan organisasi. Kehadiran para pejabat dan tokoh tersebut menegaskan dukungan institusional terhadap peran Pramuka di tingkat kabupaten.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan awal kerja nyata. Ia mengajak seluruh jajaran yang baru dilantik untuk segera mengemban tugas dan kewajiban sesuai amanah, menekankan bahwa langkah cepat dan koordinasi yang baik menjadi kunci dalam menjalankan tanggung jawab publik demi kemajuan daerah. “Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal kerja nyata untuk membina generasi muda Klaten agar siap menghadapi tantangan zaman,” ujar Bupati.
Salah satu fokus utama dalam sambutan Bupati adalah tantangan pendidikan di era kecerdasan buatan. Hamenang mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan dinamika zaman membuat permasalahan pendidikan semakin kompleks sehingga pendidikan formal dituntut menyesuaikan kurikulum, metode pengajaran, dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Tanpa adaptasi yang tepat, menurutnya, generasi muda akan kesulitan bersaing di tingkat nasional maupun global. Oleh karena itu, peran lembaga nonformal seperti Pramuka menjadi semakin strategis sebagai pelengkap pendidikan formal dalam membentuk karakter dan keterampilan praktis.
Sejalan dengan itu, Ketua Kwartir Daerah (Ka Kwarda) Pramuka Jawa Tengah, Budi Prayitno, yang hadir pada acara tersebut menegaskan kembali esensi Tri Satya dan Dasawarsa Pramuka. Kakwarda menekankan bahwa kedua pedoman tersebut bukan sekadar ritual, melainkan pedoman hidup yang harus membentuk jati diri, moral, dan tanggung jawab sosial generasi muda.
Budi Prayitno menegaskan pentingnya keseimbangan antara prestasi akademik dan penguatan rohani serta karakter. “Prestasi akademik dan keterampilan perlu dihargai, namun prestasi tanpa penguatan rohani dan karakter tidaklah cukup,” ujarnya, seraya mengajak pembina dan pengurus menerapkan prinsip saling asah, asih, asuh dalam setiap kegiatan pembinaan.
Ka Kwarda menyoroti peran kegiatan praktis Pramuka seperti berkemah, kerja bakti, pelayanan masyarakat, dan pembinaan rohani sebagai sarana efektif menanamkan nilai-nilai integritas, empati, disiplin, dan tanggung jawab. Menurutnya, pembinaan karakter melalui kepramukaan dapat menjadi perisai bagi masa depan keluarga dan negara. Ia menghimbau agar program kepramukaan tidak hanya mengejar prestasi semata, tetapi juga menguatkan dimensi spiritual dan etika anggota sehingga lahir generasi yang berdaya saing sekaligus berakhlak mulia.

Fokus pembinaan di Klaten mendapat penekanan khusus karena sebagian besar penduduknya adalah generasi muda. Bupati dan Ka Kwarda sama-sama menyoroti fenomena kenakalan remaja seperti klitih dan konvoi knalpot brong yang terus berulang meski sudah mendapat penindakan. Hamenang menilai bahwa pendekatan penegakan hukum saja belum cukup dan diperlukan strategi pembinaan yang lebih humanis dan menarik agar perilaku negatif dapat diminimalkan. Untuk itu, mereka mengajak seluruh pihak bersinergi, pemerintah daerah, sekolah, kepolisian, organisasi kepemudaan, dan keluarga, dalam merancang pola pembinaan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Beberapa langkah konkret yang direkomendasikan meliputi program pembinaan intensif Pramuka di wilayah rawan kenakalan, pelatihan pembina dengan metode pendekatan modern dan literasi digital, serta kegiatan alternatif seperti workshop kreatif, kompetisi teknologi, dan kewirausahaan muda. Kolaborasi lintas instansi untuk program terpadu dan berkelanjutan serta monitoring dan evaluasi berkala juga dianggap penting untuk mengukur efektivitas program dan melakukan penyesuaian bila diperlukan.
Menutup acara, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo dan Ka Kwarda Budi Prayitno berharap agar Pramuka terus menjadi wadah pembentukan karakter yang mampu menghasilkan generasi muda berprestasi sekaligus berakhlak mulia, beriman, dan bertanggung jawab terhadap keluarga serta bangsa. Pelantikan pengurus Kwartir Cabang Pramuka Klaten diharapkan menjadi momentum kebangkitan pembinaan kepemudaan yang adaptif, kreatif, berakhlak dan berorientasi pada masa depan.
( Pitut Saputra )













