Maluku Barat Daya, Merdekapostnews.top
Sebanyak 115 kepala keluarga (KK) di Desa Nakramto, Kecamatan Babar Timur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), menerima bantuan pangan dari pemerintah.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan langsung oleh Pelaksana Harian (Plh.) UPTD Pertanian Kecamatan Babar Timur, Ny. Cristina Kalwela, yang berlangsung di Balai Desa Nakramto pada Sabtu sekitar pukul 11.00 WIT.
Sebelum menyerahkan bantuan, Cristina Kalwela terlebih dahulu menyampaikan arahan singkat kepada masyarakat terkait teknis dan ketentuan penerima manfaat.
Dalam arahannya, Kalwela menjelaskan bahwa sesuai ketentuan yang berlaku, aparatur sipil negara (ASN), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), pensiunan, maupun pengusaha besar tidak berhak menerima bantuan tersebut.
Sementara bagi penerima bantuan yang telah meninggal dunia atau keluarga penerima yang sudah berpindah domisili, kebijakan terkait bantuan tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah desa.
Kegiatan penyerahan bantuan turut disaksikan oleh Babinsa, Serka W. Labobar, bersama staf Desa Nakramto dan Kepala Dusun Iwliar.
Dari total 115 KK penerima manfaat, sebanyak 50 KK berasal dari Desa Nakramto dan 65 KK lainnya berasal dari Dusun Iwliar.
Masing-masing kepala keluarga menerima bantuan beras sebanyak 30 kilogram untuk kebutuhan selama satu triwulan. Dengan demikian, setiap keluarga mendapatkan alokasi 10 kilogram beras per bulan.
Namun, dalam penyaluran bantuan tersebut, sejumlah warga Dusun Iwliar menyampaikan keluhan terkait lokasi pengambilan bantuan. Mereka harus menempuh perjalanan sekitar 9 kilometer menggunakan kendaraan roda dua untuk menuju lokasi penyerahan di Desa Nakramto.

Salah seorang warga Dusun Iwliar berharap ke depannya bantuan dapat diantarkan langsung ke dusun mereka sehingga masyarakat tidak perlu menempuh jarak cukup jauh untuk mengambil bantuan.
Selain itu, terdapat pula keluhan dari sejumlah masyarakat yang tidak menerima bantuan. Mereka mempertanyakan dasar penyaluran bantuan yang disebut ditujukan bagi masyarakat yang mengalami gagal panen.
“Kalau bantuan tersebut merupakan bantuan untuk masyarakat yang gagal panen, mengapa kami yang juga petani dan mengalami gagal panen tidak mendapat bantuan?” ungkap seorang warga yang meminta namanya tidak ditulis.
Warga berharap ke depan penyaluran bantuan dapat dilakukan secara lebih adil dan tepat sasaran sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat menerima manfaat dari program tersebut.(Eki)


