KLATEN, Merdekapostnews.top
Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DISSOSP3APPKB) Kabupaten Klaten melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menggelar rapat persiapan intensif menjelang peringatan Hari Kartini ke-147 Tahun 2026. Rapat yang berlangsung pada Selasa, 31 Maret 2026 di Ruang Rapat B2 Setda Kabupaten Klaten tersebut dihadiri oleh perwakilan perangkat daerah terkait serta organisasi perempuan setempat, dan menjadi wadah koordinasi utama untuk mematangkan rangkaian kegiatan yang direncanakan (01/04/2026).
Dalam pertemuan tersebut, panitia memaparkan susunan acara yang dirancang tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan juga mengandung muatan edukatif, budaya, dan pemberdayaan ekonomi. Rangkaian kegiatan yang telah disusun meliputi senam massal sebagai pembuka pada Jumat, 17 April 2026 di Halaman Pemda, lomba peragaan busana pemanfaatan kain perca pada Senin, 20 April 2026 di Pendopo Pemkab Klaten, serta upacara bendera pada Selasa, 21 April 2026 yang akan dilanjutkan dengan kegiatan peningkatan kapasitas berupa pelatihan public speaking bagi organisasi perempuan di Pendopo Pemkab Klaten.
Kepala DISSOSP3APPKB Kabupaten Klaten menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini harus menjadi momentum nyata untuk mendorong partisipasi perempuan dalam pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya menyusun kegiatan yang mampu meningkatkan kepercayaan diri perempuan, membuka peluang ekonomi, serta memperkuat peran perempuan di ruang publik. “Kita ingin peringatan ini bukan hanya perayaan simbolis. Melalui kegiatan yang terencana, kita dorong perempuan untuk tampil percaya diri, berdaya secara ekonomi, dan aktif dalam ruang publik,” ujarnya dalam sambutan pembukaan rapat.
Secara teknis, Kepala Bidang PPPA memaparkan pembagian tugas dan mekanisme pelaksanaan. Senam massal dirancang sebagai kegiatan inklusif yang mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk bergerak bersama sebagai simbol kesehatan dan kebersamaan. Panitia telah menyiapkan protokol pelaksanaan, pengaturan peserta, serta koordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan kelancaran acara. Untuk lomba peragaan busana kain perca, panitia menekankan aspek kreativitas, keberlanjutan, dan pemanfaatan sumber daya lokal sebagai upaya pemberdayaan ekonomi mikro bagi perajin dan pelaku usaha kecil.
Perwakilan organisasi perempuan yang hadir menyambut baik konsep kegiatan yang menggabungkan unsur budaya, edukasi, dan pemberdayaan. Mereka menilai lomba busana kain perca membuka peluang bagi pelaku usaha kecil dan perajin lokal untuk menunjukkan karya serta meningkatkan pendapatan. Selain itu, sesi public speaking dinilai strategis untuk meningkatkan kapasitas advokasi dan kepemimpinan perempuan di tingkat lokal, sehingga mereka lebih siap menyuarakan isu-isu penting di komunitas masing-masing.
Dukungan dari unsur pemerintahan daerah juga menjadi poin penting dalam rapat. Perwakilan Sekretariat Daerah menyatakan kesiapan fasilitas dan dukungan logistik, termasuk penggunaan Pendopo dan Halaman Pemda sebagai lokasi kegiatan. Pihak sekretariat menegaskan akan memastikan ketersediaan fasilitas pendukung mulai dari pengamanan, kebersihan, hingga sarana protokol kesehatan agar seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan berkesan bagi masyarakat.
Strategi komunikasi publik turut dibahas untuk menarik partisipasi masyarakat luas. Tim humas DISSOSP3APPKB akan menyusun materi promosi yang memanfaatkan media lokal dan jejaring komunitas perempuan untuk menyebarluaskan informasi kegiatan. Panitia juga menegaskan pentingnya transparansi dalam penilaian lomba, dengan kriteria yang menekankan kreativitas, pemanfaatan bahan lokal, serta pesan pemberdayaan perempuan. Hal ini dimaksudkan agar lomba tidak hanya menilai aspek estetika, tetapi juga nilai sosial dan ekonomi yang dihasilkan.

Selain agenda utama, rapat membahas pula peluang kolaborasi dengan pelaku usaha lokal, komunitas seni, dan lembaga pendidikan untuk memperkaya konten kegiatan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas dampak kegiatan, menciptakan jejaring baru bagi perempuan pelaku usaha, serta menumbuhkan minat generasi muda terhadap nilai-nilai emansipasi dan kreativitas berbasis kearifan lokal.
Peringatan Hari Kartini ke-147 di Kabupaten Klaten dirancang sebagai katalisator penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah. Dengan sinergi lintas sektor dan keterlibatan aktif organisasi perempuan, panitia berharap kegiatan yang diselenggarakan tidak hanya merayakan jasa RA Kartini, tetapi juga meninggalkan dampak jangka panjang berupa peningkatan kapasitas, jejaring, dan peluang ekonomi bagi perempuan di Klaten.
Seluruh pihak yang hadir dalam rapat persiapan menegaskan komitmen bersama untuk menyukseskan rangkaian acara. Dengan semangat kolaborasi dan perencanaan matang, DISSOSP3APPKB Kabupaten Klaten menargetkan peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi momentum yang inspiratif, inklusif, dan berdampak nyata bagi pemberdayaan perempuan serta upaya mewujudkan Klaten yang lebih maju, mandiri, dan berkeadilan.
( Pitut Saputra )


