KLATEN, Merdekapostnews.top
Peringatan empat puluh hari bagi almarhum Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto digelar dengan suasana khidmat yang menyatukan warga, tokoh agama, keluarga, dan para tetangga. Acara itu bukan sekadar ritual, melainkan juga ruang bagi masyarakat untuk mengenang nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan penghormatan terhadap warisan yang ditinggalkan almarhum (17/03/2026).
Suasana di lokasi meski dibanjiri kehadiran warga dan pejabat, namun doa bersama dan ziarah terasa hening penuh makna. Warga berkumpul untuk memberi penghormatan terakhir, menaburkan bunga, dan melantunkan doa bersama. Tradisi doa dan pengajian menjadi momen refleksi kolektif, di mana setiap orang mengingat jasa-jasa almarhum dalam kehidupan sosial dan keagamaan komunitas. Selain itu, kegiatan sosial seperti penyerahan santunan kepada anak yatim piatu turut menegaskan komitmen keluarga dan panitia untuk meneruskan nilai kepedulian yang selama ini menjadi ciri almarhum.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Jaka Purwanto menekankan bahwa peringatan ini lebih dari sekadar upacara formal. Ia mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan momentum tersebut sebagai pengingat akan pentingnya pengabdian dan solidaritas. “Peringatan ini tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga bermuatan sosial. Selain santunan, kegiatan ini menjadi momentum bagi warga untuk saling berbagi, memperkuat jaringan sosial, dan menggalang dukungan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya dengan nada tegas namun penuh empati. Pernyataan itu mendapat sambutan hangat dari hadirin, yang menyadari bahwa tindakan nyata seperti santunan dan kegiatan sosial merupakan cara terbaik untuk menghormati memori almarhum.
Keluarga almarhum turut menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang mengalir dari berbagai pihak. Dalam kata-kata yang sederhana namun sarat makna, perwakilan keluarga menegaskan bahwa perhatian masyarakat dan partisipasi dalam peringatan memberi kekuatan moral di tengah duka. “Kami mengucapkan rasa terima kasih atas dukungan yang mengalir dari berbagai pihak,” kata perwakilan keluarga. Mereka berharap agar nilai-nilai yang diwariskan, khususnya semangat pengabdian dan kepedulian sosial, dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat. Harapan ini mencerminkan keinginan keluarga agar warisan moral almarhum tidak sekadar dikenang, tetapi juga diimplementasikan dalam tindakan nyata oleh generasi berikutnya.

Salah satu momen yang juga menyentuh adalah ketika Siswandi akrab dipanggil Gondik seorang mekanik bengkel, yang dikenal dekat dengan almarhum, berbagi kenangan personal. Ia menggambarkan sosok almarhum sebagai pribadi yang rendah hati, mudah bergaul, dan selalu memperhatikan kebutuhan orang di sekitarnya. “Mas Benny sering datang ke bengkel, bukan hanya untuk urusan kendaraan, tetapi juga untuk berbincang dan memberi nasihat. Kepeduliannya terasa nyata bagi kami,” ujarnya. Kesaksian mekanik ini menambah dimensi kemanusiaan pada peringatan, menunjukkan bahwa pengaruh almarhum melampaui ranah formal dan menyentuh kehidupan sehari-hari warga biasa.
Kehadiran Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan berbagai elemen masyarakat dalam peringatan tersebut turut memperlihatkan betapa luasnya jaringan sosial yang dibangun almarhum. Tokoh agama yang memimpin doa dan tausiyah juga menekankan nilai keteladanan, pengabdian kepada masyarakat, dan pentingnya menjaga ukhuwah. Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan menjadi pengingat bagi hadirin untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, penyerahan santunan kepada anak yatim piatu menjadi bukti konkret bahwa peringatan ini juga berfungsi sebagai sarana berbagi dan memperkuat solidaritas sosial.
Panitia penyelenggara menegaskan bahwa rangkaian kegiatan dirancang untuk menghormati memori almarhum sekaligus memberikan dukungan moral kepada keluarga. Mereka berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial di tingkat komunitas dan menginspirasi tindakan-tindakan kebaikan yang berkelanjutan. Pernyataan panitia sejalan dengan harapan keluarga dan dukungan yang datang dari berbagai pihak, menegaskan bahwa penghormatan terhadap almarhum diwujudkan melalui aksi nyata.
Respon warga yang hadir menunjukkan apresiasi terhadap cara peringatan diselenggarakan. Banyak yang menilai bahwa kegiatan sosial seperti santunan merupakan cerminan nyata dari nilai-nilai yang selama ini diperjuangkan almarhum. Beberapa tokoh masyarakat menambahkan bahwa momentum ini penting untuk mengingat kembali jasa-jasa almarhum dan mendorong masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian.
Akhir acara ditandai dengan doa penutup dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dan berkontribusi. Meski duka masih terasa, peringatan ini berhasil menghadirkan suasana penghiburan dan penguatan moral bagi keluarga serta komunitas. Pesan yang paling kuat adalah ajakan untuk meneruskan semangat pengabdian dan kepedulian sosial yang menjadi warisan utama almarhum. Dengan demikian, peringatan empat puluh hari ini bukan sekadar penanda waktu, melainkan titik tolak bagi komunitas untuk terus menegakkan nilai-nilai kemanusiaan yang telah diwariskan.
( Pitut Saputra )













