Jawa Timur, Merdekapostnews.top
Belakangan ini, banyak pengendara motor di sejumlah wilayah Jawa Timur seperti Sidoarjo, Bojonegoro, dan Tuban mengeluhkan motor mereka mengalami gejala brebet atau tersendat setelah mengisi bahan bakar Pertalite. Keluhan serupa ramai di media sosial, bahkan ada yang melaporkan motor sulit dinyalakan dan performa menurun sesaat setelah pengisian.
PT Pertamina (Persero) segera merespons isu tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa tidak ada pencampuran etanol (E10) ke dalam Pertalite seperti yang ramai diberitakan. Hasil uji laboratorium juga menunjukkan bahwa spesifikasi Pertalite masih memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.
Namun, sejumlah ahli teknik mesin menilai ada beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan motor brebet. Dosen Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yuswidjajanto Zaenuri, menjelaskan bahwa jika masalah disebabkan pencampuran etanol, maka gangguan akan bersifat masif di seluruh wilayah, bukan hanya di beberapa daerah saja. Karena itu, ia menduga penyebabnya lebih kompleks dan mungkin berasal dari faktor lokal di SPBU tertentu.
Sementara itu, dosen Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menambahkan bahwa kualitas bahan bakar dengan nilai oktan rendah dapat memengaruhi proses pembakaran. Pembakaran yang terlalu cepat membuat piston cepat aus dan tenaga motor terasa berat. Selain itu, bila bahan bakar tercampur air akibat kebocoran atau kondensasi di tangki penyimpanan SPBU, performa mesin pun bisa terganggu.
Ahli lain juga menyoroti kemungkinan rendahnya stabilitas oksidasi pada Pertalite. Kondisi ini membuat bahan bakar mudah membentuk endapan (gum) jika disimpan terlalu lama atau terpapar udara panas, yang akhirnya dapat menyumbat injektor dan mengganggu pembakaran.
Selain faktor bahan bakar, kondisi mesin motor juga berperan besar. Filter udara kotor, injektor tersumbat, atau busi aus bisa menyebabkan gejala yang sama. Karena itu, para mekanik menyarankan pengendara rutin melakukan servis dan memastikan komponen mesin dalam kondisi baik.
Pertamina sendiri mengimbau masyarakat agar melapor bila menemukan BBM yang dianggap bermasalah. Pengendara juga disarankan menyimpan bukti pengisian dan memilih SPBU dengan reputasi baik.
Secara keseluruhan, fenomena motor brebet pasca pengisian Pertalite kemungkinan besar disebabkan kombinasi antara kualitas bahan bakar di tingkat distribusi, kondisi penyimpanan, serta perawatan mesin kendaraan. Hingga kini, tidak ditemukan bukti kuat bahwa formula Pertalite secara nasional mengalami perubahan.(Red)













