Klaten, Merdekapostnews.top
Menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Insan Media Klaten (IMK Klaten) menyelenggarakan sarasehan bertajuk Pers Lokal, Pilar Kemanusiaan dan Demokrasi di Aula Gedung Pertemuan Kompleks Kominfo Klaten. Acara tersebut dirancang bukan sekadar seremoni, melainkan ruang refleksi dan aksi nyata untuk menerjemahkan tema nasional ke problematika lokal sehingga media dapat merespons kebutuhan masyarakat secara lebih konkret dan relevan. Dengan menghadirkan rekan-rekan pewarta dan perwakilan pemangku pemangku kebijakan setempat (08/02/2026).
Suasana sarasehan hangat namun fokus, dipenuhi diskusi tentang langkah praktis yang bisa diambil di tingkat komunitas dan menegaskan pentingnya keterbukaan informasi publik serta kerja sama untuk memastikan akses warga terhadap data yang akurat. Peserta sepakat bahwa peran pers lokal tidak boleh terjebak pada retorika, media harus menjadi penghubung antara kebijakan publik dan kebutuhan riil warga, sekaligus menjaga akuntabilitas pemerintahan daerah melalui peliputan yang kritis namun bertanggung jawab.
Chatra Angga Widyasmoko Ketua IMK menyatakan “Tema nasional HPN 2026, Pers sehat, ekonomi berdaulat, bangsa kuat, dijabarkan secara kontekstual dan relevan bagi para pewarta Klaten. Pers lokal diberi ruang untuk menerjemahkan isu makro menjadi cerita sehari-hari, peliputan ekonomi mikro pelaku UMKM, distribusi pangan di pasar tradisional, hingga kebijakan daerah yang mempengaruhi ketahanan dan kemandirian pangan warga sesuai aspirasi nasional. Pendekatan ini menegaskan bahwa kedaulatan ekonomi dan kekuatan bangsa berakar pada kesejahteraan lokal, sehingga pemberitaan yang dekat dengan sumber dapat memperkuat kemandirian komunitas.” paparnya.
Namun realitas di lapangan menuntut pengakuan terhadap tantangan serius yang dihadapi redaksi lokal. Tekanan ekonomi menggerus keberlangsungan media kecil, memaksa mereka memilih antara menjaga kualitas jurnalistik atau sekadar bertahan hidup. Keterbatasan sumber daya juga berdampak pada kemampuan verifikasi informasi, sehingga seringkali beresiko laporan yang kurang akurat. Untuk itu, peserta mendorong adanya program pelatihan berkelanjutan yang fokus pada verifikasi, etika, dan literasi digital agar kualitas pemberitaan tetap terjaga.
Isu keselamatan pewarta turut menjadi perhatian utama. Wartawan yang meliput bencana, konflik, atau praktik korupsi sering menghadapi ancaman fisik dan tekanan hukum. Dalam sesi diskusi, Ketua IMK Chatra Angga Widyasmoko menekankan pentingnya mekanisme perlindungan, pelatihan keselamatan lapangan, serta jaringan solidaritas antar media untuk saling mendukung saat menghadapi intimidasi. Rekomendasi konkret termasuk advokasi perlindungan hukum, program asuransi bagi pewarta, dan protokol keselamatan yang disepakati bersama oleh organisasi pers dan pemerintah daerah.
IMK Klaten menempatkan agenda kemanusiaan sebagai inti peringatan HPN kali ini. Rangkaian kegiatan meliputi doa lintas iman untuk korban bencana di berbagai wilayah dan penggalangan dana untuk membantu mereka yang terdampak, Aksi kemanusiaan ini dimaknai lebih dari simbol, panitia berharap sumbangan yang terkumpul menjadi bukti nyata kepedulian komunitas pers Klaten. Bagi banyak peserta, keterlibatan aktif media dalam inisiatif kemanusiaan mempertegas peran pers sebagai agen empati yang tidak hanya melaporkan penderitaan, tetapi juga ikut meringankan beban korban melalui gerakan kolektif.
Disela sarasehan juga digelar doa bersama sebagai penghormatan untuk Almarhum Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang telah berpulang pada 7 Februari 2026 kemarin, yang dijadwalkan akan dimakamkan pada siang hari ini. Karena mengingat benturan kegiatan tersebut maka seusai kegiatan sarasehan, rekan-rekan pewarta juga berencana guna menyempatkan diri Takziah ke rumah duka.

Selanjutnya momen puncak yang menyentuh adalah ziarah penghormatan ke makam almarhum Udin, pewarta media Bernas, sebagai simbol pengorbanan insan pers. Kunjungan ini menjadi refleksi kolektif tentang risiko profesi jurnalistik dan urgensi perlindungan bagi pekerja media. Peserta menegaskan bahwa penghormatan simbolis harus diikuti langkah nyata, advokasi kebijakan perlindungan, penyediaan fasilitas keselamatan kerja, dan komitmen institusi untuk menegakkan standar profesionalisme.
Valen salah seorang pewarta senior Klaten, menekankan bahwa adaptasi tema nasional ke konteks lokal harus bermakna dan aplikatif. Peringatan HPN di tingkat daerah tidak cukup meniru slogan pusat, ia harus menerjemahkan pesan besar ke persoalan riil masyarakat sehingga nuansa lokal dan nasional saling melengkapi. Di level lokal, fokus konkret meliputi ketahanan dan kemandirian ekonomi, akses informasi publik, serta perlindungan terhadap pewarta, semua itu agar media lokal berfungsi sebagai jembatan antara kebijakan publik dan kebutuhan warga.
Sarasehan ditutup dengan rekomendasi praktis, program pelatihan verifikasi dan etika jurnalistik, pembentukan mekanisme perlindungan bagi pewarta, penguatan jejaring solidaritas antar media, serta kolaborasi lebih erat antara media lokal dan pemangku kebijakan untuk memastikan transparansi informasi. Valen juga berharap langkah-langkah ini bisa dipandang krusial agar pers lokal tidak hanya bertahan, tetapi berkembang sebagai institusi yang memperkuat ketahanan sosial di tingkat akar rumput.
Menurutnya HPN 2026 di Klaten menjadi pengingat bahwa peran pers lokal jauh melampaui fungsi informatif, ia adalah institusi yang dapat memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan demokrasi. Ketika media lokal menjalankan perannya dengan integritas, empati, dan keberanian, masyarakat akan lebih mudah membangun ketahanan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
IMK Klaten menutup sarasehan dengan komitmen meneruskan dialog menjadi aksi nyata, mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi pers, lembaga kemanusiaan, dan pemerintah daerah untuk bersama-sama menjaga ruang publik yang sehat dan aman bagi pekerja media.
(Pitut Saputra)












