KLATEN, Merdekapostnews.top
Peresmian penataan kawasan Gereja Paroki St. Joannes Rasul Delanggu yang digelar hari ini bukan sekadar seremoni formal. Bagi banyak umat, momen ini merupakan puncak dari perjalanan panjang yang dipenuhi kerja bakti, doa, dan pengorbanan. Rampungnya renovasi di tengah perayaan Natal dan menyongsong Tahun Baru 2026 menjadi hadiah istimewa yang menyatukan makna spiritual dan kebersamaan komunitas. Tema “Berjalan Bersama Murid Terkasih Membangun Gereja” terasa hidup di setiap sudut kawasan yang kini tertata rapi, mulai dari akses jalan hingga ruang terbuka untuk kegiatan pastoral dan sosial (29/12/2025).
Menurut keterangan FX Winanto umat Gereja Paroki St. Joannes Rasul dari lingkungan St Ancilla Karanglo, renovasi telah dimulai beberapa bulan lalu dengan perencanaan matang yang melibatkan dewan paroki, panitia pembangunan, dan relawan dari berbagai lingkungan. Pekerjaan tidak hanya memperbaiki struktur bangunan, tetapi juga menata lanskap, area parkir, fasilitas akses bagi lansia dan penyandang disabilitas, serta ruang serbaguna untuk pendidikan agama, pertemuan kelompok, dan kegiatan kebudayaan. Pendanaan proyek bersumber dari sumbangan umat, donasi dermawan, dan dukungan komunitas lokal yang melihat gereja sebagai pusat kehidupan sosial dan spiritual di Delanggu.

FX Winanto menyampaikan bahwa proses renovasi diwarnai tantangan teknis dan logistik, namun semangat gotong royong menjadi penopang utama. “Penataan kawasan gereja bukan sekadar perbaikan fisik, ini adalah upaya kolektif untuk memperkuat fungsi pastoral, sosial, dan budaya Paroki St. Joannes Rasul Delanggu,” ujarnya. Renovasi dipandang sebagai investasi jangka panjang yang bertujuan menciptakan ruang lebih ramah bagi umat, memudahkan akses ibadah, dan mendukung pelayanan pendidikan serta kegiatan sosial budaya.
Rangkaian peresmian nantinya akan memadukan unsur sakral dan budaya. Acara dimulai pukul 17.00 WIB dengan Perayaan Ekaristi, pemberkatan gereja, dan pesta nama yang dipimpin oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko, bersama Rm. Martinus Sutomo, Pr, Rm. Herman Yoseph Singgih S. Pr, dan Rm. Florentinus Harto Subono, Pr. Kehadiran para pemimpin rohani memberi bobot sakramental sekaligus menandai pengudusan ruang yang telah diperbarui. Setelah misa, perayaan dilanjutkan dengan pagelaran seni yang memadukan unsur religius dan budaya lokal sebagai wujud dialog antara iman dan tradisi.
Puncaknya malam nanti juga dimeriahkan pagelaran wayang kulit pada pukul 21.00 WIB dengan lakon Wahyu Purbasejati, dipentaskan oleh dalang Ki. Yohanes Axel Agung Wicaksono. Penampilan bintang tamu seperti Ciblek Vertigo, Daliyo Angkrong, MC-B2 Official, Tere Sotil, dan Apri Mimin menambah warna hiburan. Hadir pula doorprize menarik dan fasilitas live streaming melalui kanal KOMSOS Saint John Delanggu dan KOMSOS KAS untuk menjangkau umat yang tidak dapat hadir secara fisik.
Di tengah riuh apresiasi, muncul kisah pribadi yang menyentuh, seorang umat mengungkapkan kebahagiaannya karena renovasi selesai tepat saat Natal. Bagi keluarga tersebut, penataan kawasan adalah kado Natal yang tak ternilai, bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi bukti nyata kebersamaan. “Kami merasakan sukacita mendalam, melihat gereja tertata rapi pada saat Natal seperti menerima berkat yang nyata,” kata umat tersebut dengan mata berkaca-kaca. Kisah ini mencerminkan bagaimana proyek pembangunan mampu menyentuh kehidupan personal dan memperkuat ikatan antar umat dan lingkungan.
Peresmian ini memiliki makna ganda, penguatan iman dan penguatan ikatan sosial. Dengan fasilitas yang lebih baik, paroki berharap memperluas pelayanan pastoral, meningkatkan program pendidikan agama bagi anak dan remaja, serta mengembangkan kegiatan sosial yang menjangkau kelompok rentan. Ruang serbaguna yang baru membuka peluang untuk pelatihan keterampilan, pertemuan komunitas, dan kegiatan kebudayaan yang memperkaya kehidupan paroki. Tema Berjalan Bersama Murid Terkasih Membangun Gereja mengajak umat menjadi pelaku aktif dalam misi bersama, memberi waktu, tenaga, dan doa demi kebaikan bersama.
Menjelang Tahun Baru 2026, peresmian ini diharapkan menjadi titik tolak semangat baru. Gereja yang tertata rapi menjadi simbol harapan bahwa komunitas mampu berinovasi tanpa kehilangan akar tradisi. Umat dan warga sekitar diundang untuk hadir, merayakan, dan ikut membangun masa depan paroki yang lebih hidup dan berdaya. Panitia dan keluarga besar Paroki St. Joannes Rasul Delanggu mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2026, semoga damai Natal menyertai setiap rumah, kasih Kristus menguatkan langkah kita, dan penataan kawasan gereja ini menjadi berkat yang memupuk kebersamaan serta harapan baru bagi seluruh umat.
( Pitut Saputra )













