Bekasi, Merdekapostnews.top
Para petani di Desa Karangrahayu, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, dibuat resah oleh kondisi air kali yang tercemar. Air yang biasa digunakan untuk mengairi sawah kini berubah warna, berbau menyengat, dan diduga tercemar limbah industri.
Kondisi ini telah berlangsung selama beberapa minggu terakhir, membuat lahan pertanian warga terdampak. Tanaman padi menjadi layu, bahkan ada yang gagal panen akibat tercemar air limbah.
“Airnya hitam dan bau, tidak bisa lagi dipakai untuk mengairi sawah. Kalau terus begini, kami bisa rugi besar,” keluh Darto, salah satu petani setempat.
Warga menduga pencemaran berasal dari limbah industri yang dibuang ke aliran kali tanpa pengolahan. Mereka berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk menyelidiki dan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pencemaran.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi menyatakan tengah melakukan pengambilan sampel air dan akan segera mengumumkan hasilnya. Jika terbukti ada pelanggaran, sanksi tegas akan dijatuhkan.
“Kami sedang menelusuri sumber limbah dan telah mengirim tim untuk investigasi. Kami minta masyarakat bersabar,” ujar salah satu pejabat DLH.
Para petani berharap masalah ini segera ditangani, agar lahan pertanian bisa kembali produktif dan tidak mengalami kerugian lebih besar.(Red)













