KLATEN, Merdekapostnews.top
Suasana Pos Ronda RT 04 RW 03 Kuncen Sidodadi, Delanggu, Klaten, pada hari pembagian sembako terasa hangat dan penuh makna. Warga berdatangan dengan tertib, kupon ditukar dengan paket kebutuhan pokok, dan kebersamaan tampak nyata di antara tawa kecil dan sapaan ramah. Kegiatan yang digagas oleh keluarga besar Soeprijanto ini bukan sekadar pembagian barang, melainkan sebuah praktik sosial yang mengajarkan nilai empati, tanggung jawab, dan kebersamaan dalam komunitas (21/12/2025).
Pelaksanaan pembagian sembako berjalan rapi dan terkoordinir. Panitia dari tim ertepapat Kuncen Delanggu bekerja sesuai tugas masing-masing sehingga antrian tidak panjang dan proses berlangsung cepat, hanya sekitar dua jam hingga seluruh paket habis. Ketertiban ini menunjukkan bahwa kegiatan sosial yang baik memerlukan perencanaan matang, komunikasi yang jelas, dan partisipasi aktif warga. Ketika semua pihak memahami peran mereka, bantuan dapat tersalurkan secara adil dan efisien.
Berbagi pada momen Natal dan menyambut tahun baru memiliki dimensi spiritual dan sosial. Bagi keluarga besar Soeprijanto, kegiatan ini merupakan ungkapan syukur atas rezeki yang diterima dan bentuk tanggung jawab moral untuk membantu sesama. Di saat banyak keluarga merayakan kebahagiaan, ada pula yang merasakan tekanan akibat kenaikan harga kebutuhan pokok di akhir tahun. Dengan berbagi, mereka tidak hanya meringankan beban materi, tetapi juga menyalakan harapan dan rasa dihargai bagi penerima bantuan.
Hanung Triatmoko perwakilan keluarga besar mengatakan “Secara sosial, aksi berbagi memperkuat jaringan solidaritas antar warga. Ketika tetangga saling membantu, rasa saling percaya dan gotong royong tumbuh. Secara ekonomi, bantuan sembako bersifat langsung dan praktis, mengurangi tekanan pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan dasar sehingga keluarga dapat mengalokasikan sumber daya untuk kebutuhan lain seperti pendidikan atau kesehatan. Lebih jauh lagi, kegiatan semacam ini dapat menjadi katalis bagi inisiatif lokal lain, misalnya program ketahanan pangan komunitas atau koperasi kecil yang memberdayakan warga.” terangnya.
Hanung juga memaparkan “Salah satu harapan utama penyelenggara adalah menularkan tradisi berbagi kepada generasi muda. Ketika anak-anak dan remaja melihat orang dewasa bertindak dermawan, mereka belajar bahwa kepedulian adalah bagian dari kehidupan bermasyarakat. Pendidikan nilai melalui contoh nyata seringkali lebih efektif daripada sekadar teori. Melibatkan generasi muda dalam proses distribusi, perencanaan, atau pengorganisasian acara juga memberi mereka keterampilan praktis seperti manajemen waktu, komunikasi, dan kerja tim.” paparnya.
Dalam hal ini “Keluarga besar yang menjadi inisiator menunjukkan bagaimana peran keluarga dapat meluas menjadi agen perubahan sosial. Ketika keluarga mempraktikkan nilai berbagi secara konsisten, mereka membentuk budaya yang dapat diadopsi oleh lingkungan sekitar. Komunitas yang solid juga berperan penting dukungan warga, partisipasi sukarelawan, dan koordinasi dengan tokoh setempat memastikan bantuan tepat sasaran. Kolaborasi antara keluarga, warga, dan panitia lokal menciptakan model yang dapat direplikasi di lingkungan lain.” terang Hanung.
Sementara Marjoko salah seorang penerima manfaat menyatakan rasa terima kasih dan mengatakan bahwa program ini menarik. “Beberapa praktik yang membuat kegiatan ini menarik, sukses dan layak ditiru oleh komunitas lain adalah, Pertama, pembagian kupon sebelumnya membantu mengatur jumlah penerima dan menghindari kerumunan. Kedua, pembagian tugas yang jelas kepada panitia mempercepat proses distribusi. Ketiga, komunikasi yang transparan tentang tujuan dan kriteria penerima mengurangi potensi konflik. Keempat, melibatkan tokoh lokal dan relawan memperkuat legitimasi dan kelancaran acara. Praktik-praktik sederhana ini menunjukkan bahwa kegiatan sosial yang efektif tidak selalu memerlukan sumber daya besar, melainkan perencanaan dan niat baik.” jelasnya

“Kegiatan berbagi yang digelar keluarga besar Soeprijanto bukan hanya soal paket sembako yang habis dibagikan, melainkan tentang menanamkan nilai kemanusiaan yang berkelanjutan. Harapan yang disampaikan oleh perwakilan keluarga, agar keberkahan yang diterima dapat dirasakan oleh banyak pihak dan menular ke generasi berikutnya, adalah pesan universal yang relevan untuk semua komunitas. Semoga langkah kecil ini menjadi inspirasi bagi keluarga lain untuk terus menjaga toleransi, memperkuat hubungan sosial, dan menjadikan berbagi sebagai bagian dari tradisi lokal. Ketika kebahagiaan dibagi, ia tidak berkurang, justru bertambah dan melahirkan kebajikan yang lebih luas.” ujar Marjoko.
Di sela Kegiatan Hanung Triatmoko mewakili keluarga besar Soeprijanto mengucapkan “Terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah bekerja sama dalam menyukseskan kegiatan ini, kami juga mohon maaf dan permakluman jika ada kata atau tindakan yang kurang berkenan dalam penyampaian.” ungkapnya.
Kegiatan berbagi ini telah mengikat kita dalam kehangatan, meringankan beban satu sama lain, dan menumbuhkan harapan yang tak mudah padam. Semoga kebaikan dan semangat gotong royong ini terus hidup di setiap sudut kampung, menjadi warisan moral yang memperkaya hari-hari kita bersama dan menguatkan ikatan antarwarga. Dengan hati penuh syukur, mari kita lanjutkan langkah kecil ini demi masa depan yang lebih hangat dan penuh harapan.
( Pitut Saputra )













