Merdeka Post News
No Result
View All Result
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
  • Berita Terkini
  • Headline
  • Nasional
  • Peristiwa
Subscribe
Merdeka Post News
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
  • Berita Terkini
  • Headline
  • Nasional
  • Peristiwa
No Result
View All Result
Merdeka Post News
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Terkini
  • Headline
  • Nasional
  • Peristiwa
Home Berita Terkini

Menilik Perkembangan Pameran Virtual di Galeri 7 Studio Art Space

by PIMRED
November 1, 2025
in Berita Terkini, Ragam
0
Menilik Perkembangan Pameran Virtual di Galeri 7 Studio Art Space
Share on FacebookShare on Twitter

KLATEN, Merdekapostnews.top

Sejak 26 Oktober 2025, karya-karya pemenang Kompetisi Mewarnai Sri Kumbang Award dipajang di Galeri 4 Studio 7 Art Space, dibuka untuk publik secara virtual hingga 26 November 2025. Pameran ini menjadi momentum penting untuk meninjau bagaimana teknologi realitas maya dan realitas tambahan mengubah lanskap pameran seni rupa. Kehadiran versi Metaverse dari pameran tersebut menegaskan bahwa praktik pameran kini tidak lagi melulu eksklusif pada ruang fisik, melainkan bisa memanfaatkan sebuah medium digital untuk memperluas jangkauan dan memperkaya pengalaman penonton, Sabtu, (01/11/2025).

Transformasi digital pada pameran seni bukanlah fenomena tiba-tiba. Namun, untuk publik yang selama ini terbiasa dengan pameran tatap muka, pengalaman menjelajahi galeri lewat layar smartphone atau headset VR terasa baru dan revolusioner. Bagi banyak orang, aksesibilitas menjadi hal paling mencolok, tanpa harus bepergian, tanpa batasan geografis, bahkan tanpa biaya logistik pengiriman karya, audiens dari berbagai kota dan negara bisa memasuki ruang pamer dan menikmati karya seni. Bagi seniman muda dan kolektif komunitas yang memiliki keterbatasan dana, galeri virtual membuka jalur demokratis untuk menampilkan karya dan membangun audiens global.

Ipunk Pemandu wisata dari Ngantilalicaraneturu Tour Guide Community yang merupakan penyelenggara sekaligus panitia kegiatan saat ditemui awak media memaparkan “Kelebihan pameran virtual melampaui sekadar akses. Platform Metaverse memungkinkan kuratorial interaktif, penempatan karya bisa direkam dalam tur 360 derajat, narasi kuratorial disematkan sebagai teks dan audio, serta materi pendukung seperti wawancara video perupa dan proses kerja dapat diakses dengan mudah. Interaktivitas ini memberi lapis konteks yang seringkali sulit disampaikan hanya melalui dinding pamer fisik. Selain itu, pameran virtual berpotensi menjadi arsip digital yang bertahan lama sehingga pameran dapat dinikmati berkali-kali oleh khalayak yang berbeda pada waktu berbeda.” paparnya.

Di sisi lain, pengalaman fisik memang tidak tergantikan. Banyak karya terutama instalasi, mixed media, dan karya berskala besar mengandalkan dimensi ruang, tekstur, dan efek cahaya yang hanya bisa dialami langsung. Berdiri di depan kanvas, merasakan skala sebuah instalasi, atau menyerap gema ruang pamer memberikan kepuasan estetika yang mendalam. Interaksi sosial di pameran fisik percakapan antara pengunjung, diskusi langsung dengan perupa atau kurator, ritual membuka katalog dan menandatangani buku tamu, menjadi bagian tak terpisahkan dari praktek apresiasi seni yang memperkaya makna karya.

Ipunk menambahkan “Pendekatan hybrid yang menggabungkan ruang fisik dan ruang virtual muncul sebagai model yang paling ideal. Integrasi ini memungkinkan penyelenggara menyelenggarakan pameran utama di galeri sambil meluncurkan versi virtual yang merekam tata letak, penempatan karya, dan narasi kuratorial. Versi virtual bisa memuat tur 360 derajat, video wawancara, dan materi tambahan yang memperkaya konteks bagi pengunjung yang tidak bisa hadir. Sementara itu, mereka yang hadir secara fisik mendapatkan pengalaman multi sensor yang lengkap.” imbuhnya.

Namun pelaksanaan pameran hybrid bukan tanpa tantangan. Pameran fisik memerlukan ruang memadai, biaya produksi, dan logistik pemindahan karya, serta perhatian terhadap kondisi lingkungan untuk karya sensitif. Pameran virtual menuntut investasi awal dalam pemotretan resolusi tinggi, pemodelan 3D, platform hosting, dan kadang perangkat VR untuk pengalaman optimal. Meski demikian, bila direncanakan dengan matang, produksi virtual seringkali lebih efisien dibanding pengulangan biaya logistik fisik, dan hasil digital memberi nilai tambah lewat arsip yang dapat dipelajari berkali-kali.

Dari perspektif kuratorial, pameran hybrid menuntut narasi adaptif. Kurator harus memastikan bahwa alur pamer, tata cahaya, dan jarak pandang di ruang fisik dapat diterjemahkan ke dalam versi digital tanpa kehilangan intisari karya. Narasi digital idealnya tidak menggantikan pengalaman langsung melainkan memperkaya: menambahkan konteks historis, proses berkarya, atau makna yang tidak langsung terlihat. Label yang bisa diklik, video teknik pembuatan, dan sesi tanya jawab daring memberi dimensi baru untuk pemahaman karya.

Untuk perupa, teknologi membuka kemungkinan ekspresi baru. Karya yang sulit direalisasikan secara fisik karena ukuran, bahan, atau lokasi kini bisa dieksplorasi secara virtual. Eksperimen dengan lingkungan naratif, efek visual, dan interaksi penonton di ruang digital memungkinkan karya berkembang ke bentuk yang sebelumnya tidak terpikirkan. Namun perupa harus mempertimbangkan bagaimana intensitas karya diterima di kedua medium agar pesan dan pengalaman estetis tetap kuat.

Perubahan ini juga mempengaruhi keterlibatan publik dan pendidikan seni. Pameran hybrid membuat materi kuratorial dapat diakses lebih luas sehingga sekolah, komunitas, dan individu di luar pusat-pusat seni ikut memperoleh peluang edukasi. Workshop online, diskusi virtual, dan akses arsip memperluas basis pengunjung dan meningkatkan inklusivitas. Dengan demikian, ekosistem seni menjadi lebih berkelanjutan dan partisipatif.

Agar transformasi ini tidak hanya bisa dinikmati segelintir pihak, diperlukan upaya bersama mengatasi hambatan infrastruktur, biaya produksi digital, dan kekurangan keterampilan teknis. Kolaborasi antara kolektif seni, institusi budaya, dan pemerintah daerah untuk menyediakan pelatihan, ruang kerja bersama, dan dana percontohan akan mempercepat adaptasi. Mengadaptasi kurikulum seni di sekolah dan program vokasi juga penting untuk menyiapkan generasi berikut yang melek teknologi dan kreatif dalam medium digital.

Ipunk menegaskan “Perkembangan Metaverse dan pameran virtual bukan sekadar tren teknologi melainkan peluang untuk menentukan arah kultur visual dan cara kita berkarya bersama. Dengan menggabungkan keintiman pengalaman fisik dan akses global digital, seni rupa bisa dinikmati lebih luas tanpa kehilangan kedalaman yang hanya hadir lewat kehadiran nyata. Menjadi melek teknologi kini bukan pilihan melainkan kebutuhan agar komunitas seni lokal mampu ikut membentuk masa depan budaya. Karena itulah kenapa dirinya dan team memilih model pameran virtual ini yang sekaligus juga sebagai materi edukasi dan pengenalan sejak dini pada para pelajar agar mulai memahami teknologi dan terpacu buat berkarya lebih bersemangat dengan hadirnya pameran model virtual ini, yang bisa mereka saksikan via smartphone dimanapun.” tegasanya.

( Pitut Saputra )

Previous Post

Pertalite Bikin Motor Brebet, Ini Dugaan Ahli Soal Faktor Penyebabnya

Next Post

Warga Meminta APH Tindak Tegas Arena Sabung Ayam di Kelansam Sintang yang Kembali Marak Beraktivitas Seakan Kebal Hukum

Next Post
Warga Meminta APH Tindak Tegas Arena Sabung Ayam di Kelansam Sintang yang Kembali Marak Beraktivitas Seakan Kebal Hukum

Warga Meminta APH Tindak Tegas Arena Sabung Ayam di Kelansam Sintang yang Kembali Marak Beraktivitas Seakan Kebal Hukum

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Berita Terkini
  • Headline
  • Hukum & Kriminal
  • Intenasional
  • Internasional
  • Lintas Daerah
  • Nasional
  • Pembangunan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Terkini
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diduga Kuat Selama Ini Kafe Hiburan Malam Tempat Transaksi Narkoba Milik Bos Berinisial AS Bebas Beroperasi, Siapa Aktor di Baliknya?

Diduga Kuat Selama Ini Kafe Hiburan Malam Tempat Transaksi Narkoba Milik Bos Berinisial AS Bebas Beroperasi, Siapa Aktor di Baliknya?

Juni 11, 2025
Lapor Pak Kapolres, Aktivitas PETI Kembali Marak di Daratan Desa Karangan Panjang, Pengkadan

Lapor Pak Kapolres, Aktivitas PETI Kembali Marak di Daratan Desa Karangan Panjang, Pengkadan

Mei 14, 2025
Lapor Pak Kapolres! Arena Sabung Ayam Ilegal Kembali Marak di Desa Nanga Pala Kec. Seberuang, Diminta APH Tindak Tegas

Lapor Pak Kapolres! Arena Sabung Ayam Ilegal Kembali Marak di Desa Nanga Pala Kec. Seberuang, Diminta APH Tindak Tegas

Agustus 30, 2025
Warga Murka, Segel Cafe Hiburan Malam di Buak Limbang, Pengkadan

Warga Murka, Segel Cafe Hiburan Malam di Buak Limbang, Pengkadan

Desember 26, 2025
Diduga Kuat Selama Ini Kafe Hiburan Malam Tempat Transaksi Narkoba Milik Bos Berinisial AS Bebas Beroperasi, Siapa Aktor di Baliknya?

Diduga Kuat Selama Ini Kafe Hiburan Malam Tempat Transaksi Narkoba Milik Bos Berinisial AS Bebas Beroperasi, Siapa Aktor di Baliknya?

1
Maraknya Kafe Remang-Remang di Buak Limbang Bebas Beroperasi, Diminta Pihak Terkait Tindak Tegas

Maraknya Kafe Remang-Remang di Buak Limbang Bebas Beroperasi, Diminta Pihak Terkait Tindak Tegas

1
26 Organisasi Pers dan Advokat Minta Kapolres Metro Bekasi Jaga Sinergitas Terhadap Jurnalis

26 Organisasi Pers dan Advokat Minta Kapolres Metro Bekasi Jaga Sinergitas Terhadap Jurnalis

1

High Street Retailers Pin Hopes On Discount Splurge In Black Friday Fever

0
IHSG Ambruk 3,44%, Saham Emas dan Emiten Prajogo Tertekan Tajam

IHSG Ambruk 3,44%, Saham Emas dan Emiten Prajogo Tertekan Tajam

Februari 2, 2026
Volatilitas Pasar Pasca Pengunduran Diri Beberapa Pejabat OJK

Volatilitas Pasar Pasca Pengunduran Diri Beberapa Pejabat OJK

Januari 31, 2026
Waduh! Ponton Penyeberangan Kapuas Tanjung Sekadau Diduga Operasi Tanpa Izin Sandar Dermaga

Waduh! Ponton Penyeberangan Kapuas Tanjung Sekadau Diduga Operasi Tanpa Izin Sandar Dermaga

Januari 30, 2026
Musrenbang di Kelurahan Indrapura Diselimuti Dua Kepling Bayangan

Musrenbang di Kelurahan Indrapura Diselimuti Dua Kepling Bayangan

Januari 29, 2026

Tentang Kami

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
IHSG Ambruk 3,44%, Saham Emas dan Emiten Prajogo Tertekan Tajam

IHSG Ambruk 3,44%, Saham Emas dan Emiten Prajogo Tertekan Tajam

Februari 2, 2026
Volatilitas Pasar Pasca Pengunduran Diri Beberapa Pejabat OJK

Volatilitas Pasar Pasca Pengunduran Diri Beberapa Pejabat OJK

Januari 31, 2026
Waduh! Ponton Penyeberangan Kapuas Tanjung Sekadau Diduga Operasi Tanpa Izin Sandar Dermaga

Waduh! Ponton Penyeberangan Kapuas Tanjung Sekadau Diduga Operasi Tanpa Izin Sandar Dermaga

Januari 30, 2026

Hak Cipta merdekapostnews.top © 2025 Web Development PT.TAB | TabWeb

No Result
View All Result
  • Homepages
    • MerdekaPostNews.id
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Berita Terkini
  • Headline
  • Nasional
  • Peristiwa

Hak Cipta merdekapostnews.top © 2025 Web Development PT.TAB | TabWeb

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In