Bandung Barat, Merdekapostnews.top
Bencana longsor hebat menerjang permukiman di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu dini hari (24 Januari 2026), menewaskan puluhan warga dan menyisakan puluhan lainnya dalam pencarian tim SAR. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras melanda wilayah pegunungan di Jawa Barat selama beberapa hari terakhir.
Longsor terjadi sekitar pukul 02.30–03.00 WIB, ketika banyak warga masih berada di dalam rumah mereka. Sebelum tanah bergerak, warga melaporkan suara gemuruh keras yang terdengar seperti dentuman. Material tanah, batu, dan pepohonan kemudian meluncur dari lereng bukit dan menimbun puluhan rumah di kampung tersebut.
Data korban yang terus diperbarui menunjukkan angka yang tragis. Hingga Senin (26 Januari 2026):
Sedikitnya 17 jiwa tewas dipastikan oleh otoritas bencana.
Tim SAR gabungan telah menemukan 25 kantong jenazah, yang kini dalam proses identifikasi oleh tim DVI kepolisian.
Puluhan warga lain masih hilang, dengan jumlah yang dilaporkan berkisar sekitar 65–80 orang yang belum ditemukan.
Sejumlah warga berhasil selamat dan telah dievakuasi ke posko pengungsian sementara.
Medan yang berat, cuaca buruk, dan kondisi tanah yang labil memperlambat operasi pencarian. Tim SAR harus mengandalkan pengerahan drone, unit anjing pelacak, serta ratusan relawan dan petugas untuk menggali lokasi longsor yang membentang lebih dari dua kilometer.
Pemerintah pusat dan daerah langsung merespons tragedi ini. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi lokasi, menyampaikan permohonan maaf kepada warga terdampak, dan menginstruksikan percepatan bantuan serta koordinasi lintas lembaga.
Gubernur Dedi Mulyadi juga menetapkan rencana relokasi warga yang rumahnya berada di zona rawan longsor, serta bantuan dana tunai untuk biaya sewa rumah sementara serta kebutuhan sehari-hari korban terdampak.
Pakar cuaca dan instansi terkait menyatakan bencana ini dipicu oleh hujan ekstrem akibat musim hujan yang puncak, yang menyebabkan tanah menjadi jenuh dan mudah longsor. BMKG juga memperingatkan potensi hujan lanjutan di wilayah Bandung dan sekitarnya.
Selain faktor cuaca, sejumlah pengamat lingkungan mengingatkan bahwa konversi lahan dan kerusakan hutan di daerah dataran tinggi turut memperparah risiko longsor di kawasan ini — sebuah isu yang diminta untuk ditindaklanjuti pemerintah.
Di tengah duka, warga korban longsor terlihat berkumpul di posko pengungsian, menantikan kabar mengenai sanak keluarga mereka yang hilang. Bantuan terus berdatangan dari berbagai elemen masyarakat, relawan, serta organisasi kemanusiaan untuk meringankan beban keluarga korban.
Bencana longsor di Bandung Barat merupakan tragedi besar yang menelan puluhan korban jiwa dan membuat puluhan lainnya hilang. Operasi pencarian dan bantuan terus dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat di tengah tantangan cuaca buruk dan kondisi medan yang sulit, sementara relokasi dan mitigasi risiko menjadi fokus jangka panjang.(Red)













