KLATEN, merdekapostnews.top
Lomba mewarnai anak yang digelar Jamed Resto Delanggu pada berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Sejak pagi, ratusan anak telah memenuhi area restoran, bersiap dengan perlengkapan mereka untuk berkompetisi dalam ajang seni yang tidak hanya menjadi ajang kreativitas tetapi juga wadah edukatif. Acara ini menjadi salah satu kegiatan terbesar di Klaten dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, sekaligus menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan seni dan pendidikan inklusif (18/05/2025) .
Kegiatan dihadiri ratusan anak serta orang tua maupun pembimbingnya.Menurut Ririn, salah satu Manajemen Pemasaran Jamed Resto yang juga bertindak sebagai panitia, lomba ini tidak sekadar kompetisi biasa. Ia menekankan bahwa Jamed Resto berupaya mengintegrasikan aspek pendidikan dan kreativitas dengan konsep pariwisata ramah anak, sehingga restoran ini bukan hanya sekadar tempat makan, tetapi juga tempat berkegiatan dan belajar.
“Lomba ini bukan hanya tentang mewarnai, tetapi juga tentang memberikan ruang bagi anak-anak untuk berekspresi dan berkreasi. Kami ingin mereka mendapatkan pengalaman yang lebih dari sekadar kompetisi, yakni bagaimana seni dapat menjadi bagian dari pembelajaran dan pengembangan diri,” ujar Ririn.
Ririn juga menambahkan bahwa tema lomba tahun ini adalah “Jamed Resto Mendukung Program Pendidikan P5,” yang bertujuan untuk semakin mensinergikan dunia pendidikan dengan industri kreatif. Program P5 sendiri merupakan bagian dari kurikulum pendidikan nasional yang mendorong penguatan karakter dan kompetensi siswa secara lebih menyeluruh. Dengan adanya kegiatan seperti ini, ia berharap anak-anak semakin mendapatkan pengalaman yang berharga dalam memahami seni sebagai bagian dari pembelajaran mereka.
“Selain anak-anak dari jenjang TK dan SD, lomba ini juga melibatkan anak berkebutuhan khusus sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan inklusif. Ririn menegaskan bahwa pihak penyelenggara ingin memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk berkreasi tanpa ada diskriminasi.” Ujarnya.
“Kami tidak ingin membeda-bedakan dalam hal kesempatan. Semua anak berhak untuk berekspresi dan menampilkan kreativitas mereka. Itulah alasan mengapa kami melibatkan anak berkebutuhan khusus dalam lomba ini,” tegas Ririn.
“Lomba ini semakin spesial dengan kehadiran juri-juri yang memiliki latar belakang kuat dalam seni rupa dan pendidikan anak. Ibu Indarti, praktisi pendidikan anak, melihat mewarnai sebagai bagian penting dalam membangun daya imajinasi dan ekspresi. Ibu Andari, pembimbing sanggar seni mewarnai Athaya Klaten, menilai kegiatan ini sebagai ajang untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kreativitas anak. Sementara itu, Pitut Saputra, perupa dari akademisi ISI Surakarta, menyoroti pentingnya eksplorasi warna dan komposisi dalam setiap karya yang dibuat anak-anak.” pungkas Ririn.
Acara perlombaan yang berlangsung meriah ditutup dengan penyerahan penghargaan oleh Bupati Klaten. Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Bapak Topo, pemilik Jamed Resto, bersama para pemangku kebijakan daerah, sebagai bentuk apresiasi terhadap usaha dan kreativitas para peserta.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyampaikan sambutannya yang dibacakan oleh Bapak Topo. Beliau mengungkapkan apresiasinya serta kebahagiaan atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir langsung di lokasi, dikarenakan tengah menjalankan tugas penting di luar kota yang tidak dapat ditinggalkan.
“Saya berpesan kepada semua pihak agar senantiasa mendukung kegiatan positif, baik yang diinisiasi masyarakat maupun yang diselenggarakan OPD, demi menjadikan Klaten lebih semarak, menarik, dan terus maju, berkembang, serta berkelanjutan. Harapan saya, seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi dan menunjukkan kesadaran bersama untuk mengembangkan Klaten menjadi lebih baik di masa depan,” jelasnya.
“Bagi para juara, kami mengucapkan selamat. Dan bagi yang belum meraih kemenangan, janganlah berkecil hati, hal ini bukan semata soal menang atau kalah, melainkan tentang pengembangan kreativitas dan potensi masyarakat Klaten yang wajib kita dorong serta berikan ruang untuk tumbuh. Tetap bersemangat dan jangan menyerah. Jika kali ini belum berhasil, cobalah kembali di kesempatan lain. Generasi tangguh adalah generasi yang mampu menerima kekurangan dengan lapang dada serta menghargai mereka yang lebih beruntung. Masih akan ada hari esok, teruslah berlatih, dan insya Allah akan ada banyak kesempatan lagi,” pungkasnya.

Terpisah Sugeng Owner Jamed Resto menyatakan harapannya, kegiatan seperti ini semoga bisa terus berlanjut dan semakin berkembang, menjadi bagian dari sinergi yang lebih luas antara dunia pendidikan, seni, dan industri kreatif. Anak-anak yang telah berpartisipasi tidak hanya mengasah kemampuan mewarnai mereka, tetapi juga membawa pulang pengalaman yang berharga untuk masa depan mereka.
“Pada masa mendatang mungkin bukan hanya lomba mewarnai, namun juga kegiatan-kegiatan guna mengasah kreativitas dan pengembangan potensi akan coba dibuat oleh Jamed Resto sebagai upaya mendukung objek wisata ramah anak di Klaten,” paparnya
“Team kreatif kami akan coba membuat formula agar bisa menjadikan sinergi antara dunia kuliner dengan berbagai bidang lainnya yang tentunya masih berkaitan dengan seni dan budaya, kami akan merangkul beberapa pegiat seni dan budaya di sekitar untuk lebih mengoptimalkan lagi Jamed Resto dan pastinya juga ikut memajukan dunia seni, budaya dan pariwisata di Klaten,” jelasnya.
“Berangkat dari antusiasme para peserta dan dukungan dari pemerintah daerah kabupaten Klaten, telah menjadikan kami selangkah lebih maju, dan bisa ikut berkontribusi dalam pengembangan wisata baik kuliner maupun edukasi serta seni dan budaya” imbuh Sugeng.
“Kami berharap jalinan sinergi lintas elemen ini tidak hanya terputus sampai disini, namun juga kedepan kami mohon doa dan berharap bisa kembali bekerja sama dan terus berlanjut melalui kegiatan-kegiatan berikutnya yang pastinya tak kalah menarik.” pungkasnya.(Pitut)













