Batu Bara, Merdekapostnews.top
Sebuah truk dengan plat nomor BB 8233 JA mengangkut kursi roda dan tongkat yang merupakan bagian dari pengadaan untuk Dinas Sosial Kabupaten Batu Bara. Barang tersebut dimasukkan ke dalam gudang Kantor Dinas Sosial Batu Bara pada Senin (25/3) pukul 12.02 WIB.
Namun, jumlah kursi roda dan tongkat yang masuk tidak diketahui secara pasti. Di dalam gudang, tampak Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batu Bara, Ahmadan Chair, S.Sos., M.AP. dengan NIP 197111011992031001, yang merupakan putra daerah dari Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara. Selain itu, terlihat pula seseorang yang diduga sebagai rekanan dalam pengadaan kursi roda dan tongkat tersebut.

Saat dikonfirmasi, Ahmadan Choir mengaku tidak mengetahui detail pengadaan tersebut.
“Saya di sini cuma main-main saja, tidak tahu berapa jumlah kursi roda dan tongkatnya. Yang mengadakan juga saya tidak tahu. Itu Kepala Dinas Sosial ada di sini, tanya saja langsung ke dia,” ujar Ahmadan Choir kepada wartawan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batu Bara, Rahman, juga memberikan jawaban yang serupa.
“Saya tidak tahu pengadaan apa saja yang datang ke sini. Tanyakan saja ke Kabid Dinas Sosial, Ginting. Dia yang lebih tahu soal pengadaan ini, termasuk jumlahnya,” kata Rahman.
Wartawan kemudian berusaha menemui Ginting di ruang kerjanya. Namun, Ginting tidak berada di tempat. Salah seorang rekan kerjanya, Abdurrahma, mengatakan bahwa ia juga tidak mengetahui soal pengadaan tersebut.
“Ginting tidak ada. Saya juga tidak tahu ini ruangan apa, karena saya baru bekerja di sini,” ujar Abdurrahma kepada wartawan.
Karena tidak mendapatkan jawaban pasti, wartawan kembali ke gudang untuk menemui Rahman dan menanyakan dari mana pengadaan ini berasal. Ahmadan Choir yang mendengar pembicaraan tersebut langsung menjawab:
“Dari pabrik,” katanya singkat.
Mendengar jawaban tersebut, wartawan kembali memastikan, “Dari pabrik, ya, Pak?”
Ahmadan Choir lalu meralat pernyataannya. “Gak, ah. Aku bilang dari pabrik? Ngomong sama ini aja,” ujarnya kepada wartawan.
Di penghujung pertemuan, Rahman dan Ahmadan Choir meninggalkan kantor Dinas Sosial. Sebelum pergi, Rahman kembali menegaskan, “Yang saya tahu hanya pengadaan kursi roda dan tongkat saja. Kalau jumlahnya, saya tidak tahu.”
(Samsir Alam)













