KLATEN, Merdekapostnews.top
Setelah sukses menggelar sosialisasi Yupi Let’s Speak Up yang meriah, Joglo Latar Tjokro kembali dipadati tamu istimewa pada Selasa 29 Juli 2025 pagi hingga sore hari. Kali ini, yang datang adalah rombongan pensiunan PLN dari Semarang, dipimpin oleh Hj Sumarno BA. Kehadiran mereka menambah semarak suasana dan memperkaya interaksi lintas generasi di kawasan wisata yang tengah berkembang pesat ini.
Sinergi Pentahelik dan Jejak Yupi Let’s Speak Up
Sebelum kedatangan rombongan pensiunan PLN, Joglo Latar Tjokro telah menggeliat dengan program Yupi Let’s Speak Up. Kegiatan ini memadukan elemen Pentahelik, Pemerintah Desa, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media, untuk mengembangkan kapasitas anak-anak setingkat SD dalam berkomunikasi. Gelak tawa dan semangat dalam kreativitas yang dibalut permainan sederhana menjadi bukti betapa metode interaktif mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan produktif.
Sambutan Hangat Kepala Desa Tjokro
Heru Budi Santosa, Kepala Desa Tjokro, menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme semua pihak. Menurutnya, keinginan rombongan pensiunan PLN yang ternyata merupakan keturunan warga Cokro dan masih terhitung masih family menunjukkan kedekatan emosional mereka dengan desa ini. “Mereka ingin juga ikut berkontribusi mempromosikan Joglo Latar Tjokro sebagai destinasi unggulan, sekaligus menegaskan semangat nasionalisme dan kebanggaan daerah asal,” ujar Heru Budi Santosa.
Rangkaian Kegiatan Senam Sehat
Menjelang pukul 10.00 WIB, setelah anak-anak SD menyelesaikan sesi senam mereka, giliran para pensiunan PLN yang memeriahkan pelataran Joglo. Iringan musik energik membangkitkan semangat, sementara instruktur senam memandu gerakan pemanasan. Peserta tampak antusias mengayunkan tangan, mengangkat kaki, dan mengikuti setiap gerakan dengan penuh canda tawa. Dari pemanasan ringan bersama, senam aerobik inti dan pendinginan serta peregangan kesemuanya berlangsung seru dan meriah.
Senam Sehat dan Kebugaran
Rutinitas singkat ini tidak hanya membangkitkan kebugaran, tetapi juga mempererat hubungan antar anggota rombongan yang sebagian besar sudah lama tidak berkumpul dalam suasana riang.
Eksplorasi Joglo Latar Tjokro Lantai Dua
Usai senam sehat, rombongan dipersilahkan naik ke lantai dua Joglo Latar Tjokro. Dari atas, panorama pedesaan yang memikat mata pun terbentang luas, hamparan sawah, pepohonan rindang, dan deretan gunung di kejauhan. Sebagian peserta memilih duduk di teras kayu sambil menyeruput teh dan kopi hangat, sementara yang lain berkeliling memotret sudut-sudut instagramable.

Semangat Nasionalisme dan Promosi Wisata
Hj Sumarno BA memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan harapannya. Ia menekankan pentingnya menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya lokal. Menurutnya, setiap sudut Joglo Latar Tjokro menyimpan cerita yang layak diperkenalkan kepada wisatawan. Dengan jaringan luas pensiunan PLN di berbagai daerah, ia optimis dapat membantu memperluas jangkauan promosi melalui jejaring sosial hingga media cetak.
Waktu Istirahat: Adzan Dzuhur dan Makan Bersama
Tibalah waktu adzan Dzuhur, dan seluruh kegiatan terhenti sejenak untuk menunaikan sholat serta makan siang. Ibu-ibu PKK Desa Tjokro sudah menyiapkan aneka menu kuliner tradisional, dan aneka jajanan pasar. Suasana kantin Joglo Latar Tjokro pun menjadi penuh keakraban. Rombongan pensiunan saling bercerita, berbagi pengalaman karir, hingga merumuskan ide-ide kolaborasi masa depan.
Antusiasme Peserta Pensiunan
Para pensiunan PLN mengaku sangat terkesan. “Ini pengalaman unik bisa bersenam sehat di tempat heritage seperti Joglo Latar Tjokro,” ujar salah satu peserta dengan mata berbinar. Mereka tak hanya merasakan manfaat kebugaran, tetapi juga kehangatan komunitas. Banyak di antara mereka yang berencana membawa keluarga atau rekan pensiunan lainnya untuk berkunjung kembali.
Menyulam Kenangan dan Jejak Positif
Lebih dari sekadar kegiatan wisata, pertemuan dengan pensiunan PLN menorehkan jejak positif bagi Desa Tjokro. Terjalinnya hubungan emosional antara warga asli dan keturunan Cokro di perantauan membuktikan bahwa akar budaya bisa menyatukan siapa saja. Harapan pun tumbuh agar Joglo Latar Tjokro tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga titik temu generasi, budaya, dan gagasan.
Harapan ke Depan
Keberhasilan acara senam sehat bersama dan keseruan kegiatan seharian ini, menjadi modal penting bagi Pemerintah Desa dan pengelola Joglo Latar Tjokro. Rencana pun mulai digulirkan untuk mengadakan rangkaian kegiatan rutin, senam pagi, workshop kerajinan, talkshow budaya, hingga mini concert folk di bawah langit desa. Semua ini akan melibatkan pelaku Pentahelik, menggandeng akademisi untuk inovasi, dan memaksimalkan peran UMKM lokal.
Pesona Joglo Latar Tjokro terus bersinar. Setiap gelak tawa, setiap langkah senam, dan setiap cerita yang terukir di bawah atap joglo adalah bukti bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menciptakan pengalaman yang berkesan. Desa Tjokro, dengan segala keunikannya, siap membuka pintu bagi siapa saja yang haus akan kebersamaan, kebudayaan, dan kesejukan alam pedesaan.
( Pitut Saputra )













