KLATEN, Merdekapostnews.top
Pagelaran matchday antara Kesebelasan Kecamatan Tulung melawan Kesebelasan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Klaten di Lapangan Dodiklatpur Rindam IV/Diponegoro Depo Wedi, Klaten, benar-benar menjadi magnet dalam rangkaian perayaan Hari Jadi Ke-221 Kabupaten Klaten. Sejak pagi, barisan suporter memenuhi tribun penonton di kiri dan kanan lapangan. Suporter dengan seragam warna biru putih terus meneriakkan dukungan yang kian menggema, menandai gotong royong semangat warga Klaten demi kejayaan tim kesayangan (22/07/2025).
Bersama Ipunk dari #ngantilalicaraneturu Tour Guide Community, awak media turun langsung menyaksikan laga ini. Suasana berbeda terasa saat beberapa rombongan dari Kecamatan Tulung tiba, rombongan kecil dari kecamatan kecil di ujung utara kabupaten Klaten yang antusias dan bersemangat, lengkap dengan kostum putih-biru khas mereka. Di sisi lain, kelompok suporter BUMD Klaten juga hadir dalam formasi warna merah-putih, siap menyuarakan dukungan bagi tim mereka. Dari awal, kedua kubu tampak kompak, bukan hanya sebagai penonton, melainkan bagian penting dari panggung olahraga ini.
Kick-off dibunyikan pada pukul 09.30 WIB, menandai dimulainya babak pertama. Pertandingan yang segera berlangsung memanas, pemain Tulung sigap memulai dengan pola umpan pendek, berusaha menjaga ritme bola di lini tengah. Tim BUMD Klaten tak kalah obyektif, menggunakan skema serangan balik cepat untuk mengeksploitasi celah pertahanan lawan. Atmosfer kompetitif diwujudkan lewat kecepatan masing-masing winger, sementara suporter dari kedua belah pihak terus memberi daya dorong lewat yel-yel dan drum kecil.
Drama pertama terjadi menit ke-17. Azis, yang mengenakan nomor punggung 13 untuk Tulung, mengejutkan semua orang. Menerima umpan terobosan di sisi kiri, ia menggiring bola melewati dua bek lawan dengan tenang dan melepaskan tendangan keras. Bola meluncur menukik ke pojok kanan gawang, tak tersentuh kiper BUMD Klaten, sehingga skor berubah 1–0 untuk keunggulan Kecamatan Tulung. Ledakan sorak sorai pun tak terelakkan, kedua kelompok suporter saling bertukar yel kemenangan dan semangat.
Tak butuh waktu lama untuk jawaban balik. Pada menit ke-23, melalui situasi bola mati, tim BUMD Klaten mendapatkan tendangan sudut. Bola dibelokkan ke dalam kotak penalti, memunculkan bola muntah yang dicocor cantik oleh Eka, nomor punggung 04. Gol penyama kedudukan lahir dari kepiawaian gelandang serang itu, menegaskan bahwa duel ini memang seimbang. Skor 1–1 bertahan hingga babak pertama ditutup dengan intensitas tinggi, meski kedudukan masih imbang.
Di ruang ganti, pelatih Tulung menekankan pentingnya koordinasi antar penyerang dan kesigapan lini tengah dalam memutus aliran bola lawan. Formasi 3-4-3 mereka akan dipertahankan, tetapi dengan instruksi menambah umpan silang dari bek sayap. Sementara itu, pelatih BUMD Klaten meminta anak asuhnya meningkatkan tekanan di area lawan dan memanfaatkan setiap sudut tendangan untuk menyerang. Keduanya sepakat, babak kedua akan menentukan siapa yang punya mental juara lebih kuat.
Memasuki babak kedua, kedua tim berusaha menembus pertahanan dengan lebih sabar. Tulung sesekali melakukan long ball ke depan, berharap menemukan celah di sisi kanan. BUMD Klaten berusaha menjaga kedalaman pertahanan sambil menunggu peluang serangan balik. Duet kiper Tulung juga tampil impresif, beberapa kali menahan sepakan jarak jauh pemain BUMD Klaten, memancing tepuk tangan penonton. Sementara suporter di tribun meneruskan koreografi yel-yel, menciptakan semangat yang tak tergoyahkan.
Meskipun beberapa peluang emas tercipta, termasuk sundulan Azis yang membentur mistar dan sodoran matang gelandang Tulung kepada striker yang melebar tipis, tak ada gol tambahan. Wasit akhirnya meniup peluit full time, menandai waktu normal usai dengan skor 1–1. Tepat di lapangan Depo Wedi, ketegangan berpindah ke babak penalti. Kedua tim berbaris mempersiapkan mental, satu kali salah tendang, peluang itu lenyap.
Drama adu penalti kemudian menambah euforia. Satu per satu pemain menjalankan ritualnya tarik napas dalam, fokus konsentrasi sebelum melepaskan tendangan bola. Giliran terakhir, Jaka Wiyanta, Modin andalan Sedayu Kecamatan Tulung, menuntaskan drama adu penalti. bola dengan tenang, ia tembakkan ke pojok atas gawang, memastikan Tulung unggul 1 angka dalam drama adu penalti. Ledakan sukacita suporter Tulung pecah, sedangkan kelompok BUMD Klaten memberi aplaus hormat atas keberanian lawan.

Lebih dari sekadar catatan hasil di papan skor, laga ini mengajarkan makna kolaborasi dan kekeluargaan. Suporter dari dua kubu bercengkrama usai pertandingan, bertukar cerita, dan foto bersama. Inilah esensi pesta olahraga, memperkuat ikatan sosial, merayakan perbedaan, dan membuktikan bahwa sportivitas adalah juara sejati.
Keseruan Matchday Kecamatan Tulung vs BUMD Klaten di Depo Wedi akan terus dikenang sebagai wujud kebersamaan merayakan Hari Jadi Klaten ke-221. Semoga semangat ini menginspirasi kita semua untuk terus bermain dengan hati, menanamkan rasa bangga, dan menjadikan setiap laga sebagai momentum mempererat persaudaraan.
Terima kasih kepada Ipunk #ngantilalicaraneturu Tour Guide Community yang telah mengajak kami menyaksikan pertandingan bola spektakuler ini dan menjadikan momen biasa berubah jadi istimewa.
( Pitut Saputra )













