KLATEN, Merdekapostnews.top
Hari Raya Galungan dan Kuningan selalu membawa nuansa sakral dan harapan bagi umat Hindu, baik di Bali maupun daerah lain Nusantara. Tahun ini, perayaan terasa lebih bermakna bagi seorang penyintas kecelakaan lalu lintas di Klaten yang menerima kabar menggembirakan, setelah lebih dari setahun memakai pen sepanjang sekitar 15 cm di bahu kanan, untuk menyangga tulang yang patah, dokter menyatakan bahwa tulang tersebut telah menyatu dan pen bisa dilepas. Kabar itu datang tepat di tengah perayaan suci Galungan dan Kuningan, menjadikannya sebuah kebahagiaan kecil yang terasa seperti kado dari Sang Hyang Widhi Wasa, Rabu (26/11/2025).
Kecelakaan lalu lintas sebagai resiko kerja di jalan memang seringkali meninggalkan dampak fisik dan psikologis yang panjang. Dalam kasus ini, pemasangan pen logam pada bahu dilakukan untuk menstabilkan tulang yang patah parah. Pen berfungsi sebagai penyangga sementara agar proses penyatuan tulang berjalan optimal. Selama lebih dari setahun, pasien menjalani perawatan intensif, kontrol berkala, dan fisioterapi untuk memulihkan fungsi bahu dan menguatkan otot-otot sekitar.
Proses pemulihan bukan hanya soal waktu, tetapi juga disiplin dan kesabaran. Rasa nyeri, keterbatasan gerak, dan ketidaknyamanan menjadi bagian dari perjalanan. Di sisi lain, dukungan keluarga, komunikasi dengan tenaga medis, dan tekad pribadi memainkan peran penting dalam mencapai hasil yang baik.
Setelah pemeriksaan pada kontrol kesehatan terakhir, dokter ortopedi menyampaikan bahwa tulang telah menyatu. Pada tahap ini, ada dua opsi yang umum dipertimbangkan, membiarkan pen tetap terpasang, jika hal tersebut tidak menimbulkan masalah, atau melakukan operasi untuk melepasnya.
Keputusan untuk melepas pen ortopedi bergantung pada beberapa pertimbangan medis dan preferensi pasien, yang utama adalah kondisi tulang dan jaringan sekitar, apakah penyatuan sudah stabil dan tidak ada potensi komplikasi, serta keluhan fisik seperti nyeri, iritasi, atau pembatasan aktivitas yang disebabkan pen, selain itu rencana aktivitas jangka panjang pasien, misalnya pekerjaan atau olahraga yang menuntut gerakan bahu penuh, sering menjadi alasan kuat untuk pelepasan, sementara risiko operasi, termasuk kemungkinan infeksi, perdarahan, atau komplikasi anestesi, harus ditimbang secara matang sebelum mengambil keputusan akhir.
Dalam kisah ini, pasien telah berjanji pada diri sendiri sejak awal bahwa jika tulang menyatu, pen akan dilepas. Janji itu menjadi motivasi emosional yang kuat untuk memilih operasi pelepasan ketika dokter memberi lampu hijau.
Galungan dan Kuningan adalah momen refleksi spiritual, syukur, dan penguatan ikatan keluarga serta komunitas, kabar kesembuhan yang datang bersamaan dengan hari suci ini sering dipandang sebagai berkah dan pengingat pentingnya rasa syukur, karena bagi banyak orang kesembuhan pada waktu-waktu sakral memberi makna tambahan, bukan hanya pemulihan fisik tetapi juga pemulihan batin dan harapan, meskipun bagi sebagian orang “kado” tersebut menjadi indikator proses menuju kesembuhan, bagi yang lain bisa juga menjadi beban jika tidak ada backup atau persiapan dana untuk operasi, terutama bila biaya ditanggung secara mandiri dan tidak ditutup asuransi.
Pilihan tindakan lanjutan tetap dikembalikan pada masing-masing individu, namun yang terpenting adalah memaknai kado ini sebagai kemajuan dalam penyembuhan dari kecelakaan di jalan dan sebagai bahan evaluasi bersama, mengingat proses penanganan dan pemulihan luka sering berlangsung panjang, sehingga menuntut kehati-hatian, konsentrasi, dan kewaspadaan ekstra dalam profesi kerja di lapangan, serta perlunya dukungan asuransi yang dapat meringankan beban finansial.
Pada akhirnya, doa, ritual, dan restu keluarga menjadi bagian dari dukungan non-medis yang membantu pasien menghadapi operasi dengan lebih tenang. Perayaan keagamaan memberi ruang untuk mensyukuri kemajuan kecil dan memohon kelancaran proses medis yang akan datang.
Pen ortopedi atau implan logam, seperti titanium dan stainless steel, kerap digunakan untuk menstabilkan tulang yang patah karena sifatnya yang kuat dan tahan korosi. Fungsinya adalah menahan fragmen tulang agar proses penyatuan berlangsung dengan posisi yang tepat, didukung oleh pemantauan berkala melalui rontgen atau pemeriksaan klinis. Setelah pemasangan pen, fisioterapi berperan penting dalam memulihkan rentang gerak dan kekuatan otot. Meski demikian, pelepasan pen tidak selalu diwajibkan dan keputusan tersebut bergantung pada kondisi klinis serta kenyamanan pasien. Oleh karena itu, komunikasi terbuka antara pasien dan dokter sangat penting untuk memahami manfaat, risiko, serta persiapan pra operasi dan rehabilitasi pasca operasi secara menyeluruh.

Menjelang operasi pelepasan pen, persiapan medis dan mental sangat penting. Pemeriksaan pra operasi, pengaturan obat, dan rencana rehabilitasi pasca operasi harus disiapkan. Dukungan keluarga dan komunikasi yang baik dengan tim medis membantu mengurangi kecemasan. Harapan utama adalah operasi berjalan lancar dan pemulihan berlanjut tanpa komplikasi.
Kado terindah di tengah Galungan dan Kuningan kali ini bukan berupa benda, melainkan kabar bahwa tubuh mulai pulih dan janji pada diri sendiri dapat terwujud. Kisah ini mengingatkan bahwa kebahagiaan kecil, seperti kabar baik tentang kesehatan, seringkali memiliki makna besar. Semoga operasi pelepasan pen berjalan lancar dan proses pemulihan membawa kebebasan gerak serta ketenangan batin. Kebahagiaan kecil seperti ini layak dirayakan dengan syukur dan harapan baru.
( Pitut Saputra )













