KLATEN, Medekapostnews.top
Pemerintah Kabupaten Klaten menyiapkan rangkaian acara spektakuler pada Agustus 2025 ini, untuk merayakan dua momentum penting yakni Hari Jadi ke-221 Kabupaten Klaten dan HUT ke-80 Republik Indonesia. Berfokus pada semangat kebhinekaan, tradisi, dan pembangunan, dua agenda utama, karnaval budaya dan karnaval pembangunan, siap menggairahkan pusat kota (18/08/2025).
Selain menjadi ajang perayaan, rangkaian ini dirancang untuk memicu pertumbuhan pariwisata lokal, mendorong geliat usaha mikro, kecil, dan menengah, serta meneguhkan identitas Klaten sebagai barometer kreativitas dan kearifan lokal di Jawa Tengah.
Rangkaian perayaan dibuka dengan karnaval budaya pada Senin, 18 Agustus 2025, pukul 15.00 WIB. Bertempat di sepanjang Jalan Pemuda, karnaval ini memadukan elemen tradisi dan inovasi. Beragam delegasi desa dari kawasan Klaten dan sekitarnya berkumpul menampilkan potensi unggulan masing-masing, mulai dari seni menari, gamelan tradisional, hingga kreasi kostum yang memadukan motif lurik khas Klaten dengan konsep modern. Suasana semakin meriah ketika iring-iringan prajurit berbusana perang klasik menggema di jalanan, seolah mengajak penonton menyusuri jejak sejarah perjuangan bangsanya.
Sesi pembukaan karnaval budaya dibuka langsung oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, didampingi jajaran Forkopimda dan para tokoh masyarakat. Tepuk tangan meriah mengiringi iring-iringan peserta yang berbaris rapi, menciptakan pemandangan warna-warni di sepanjang Jalan Pemuda. Masyarakat memadati trotoar dan bahu jalan, berburu sudut terbaik untuk menyaksikan parade kostum kreatif, mulai rupa-rupa topeng tradisional, pakaian adat lereng Merapi, hingga rancangan kontemporer yang memadukan batik Klaten dengan elemen art installation.
Partisipasi warga begitu antusias. Anak-anak memegang bendera mini, remaja berswafoto dengan latar panggung berjalan, sementara orang tua bernostalgia mengenang kisah kampung halaman. Penonton tak hanya menjadi saksi, tapi juga aktor kecil yang ikut merasakan kebanggaan lokal. Di sisi lain, para pelaku UMKM memamerkan jajanan tradisional, jadah tempe, jenang grendul, hingga wedang ronde, sekaligus menawarkan souvenir kain lurik, gantungan kunci, dan kerajinan rotan. Kehadiran stan-stan ini menambah semarak sekaligus menjadi panggung penjualan yang laris manis.
Berlanjut besok sore juga masih ada agenda karnaval pembangunan, pemerintah daerah yang menampilkan capaian dan rencana strategis Klaten. Mobil hias memamerkan proyek infrastruktur terkini, jembatan gantung desa, jalan koridor pariwisata, instalasi penerangan tenaga surya, hingga pusat riset pertanian modern. Setiap mobil dilengkapi deskripsi singkat dan visual dinamis, memperlihatkan before-after yang memukau. Warga menyimak dengan antusias, menunjukkan rasa ingin tahu tentang bagaimana program-program tersebut akan mengubah wajah desa serta peluang lapangan kerja.
Karnaval pembangunan bukan sekadar parade, ia menjadi medium edukasi publik. Di sepanjang rute, petugas informasi bersiaga menjelaskan manfaat setiap proyek, sekaligus membuka sesi tanya jawab singkat. Masyarakat diberi kesempatan menyampaikan aspirasi, memberi masukan, atau sekadar berdialog dengan perancang kebijakan setempat. Model partisipatif ini mempererat hubungan antara pemerintah dan warga, menciptakan rasa kepemilikan bersama atas proses pembangunan.
Dampak ekonomi dari perayaan ini juga menjadi sorotan. Prediksi kunjungan wisatawan lokal dan luar daerah naik hingga 30 persen pada minggu perayaan. Hotel, homestay, warung makan, serta jasa transportasi menikmati lonjakan permintaan. Pedagang kaki lima dan pemilik warung kopi di kawasan alun-alun mencatat omzet harian mereka meningkat dua kali lipat. Para pengusaha kreatif lokal, perajin lurik, pengrajin gerabah, pembuat keris, juga mendapat luapan order setelah foto-foto karnaval menyebar di media sosial, memancing minat kolektor dan wisata kuliner tradisional.
Selepas karnaval, rangkaian hiburan agenda kegiatan berlanjut dengan konser di Alun-Alun Klaten. Penonton direncanakan akan kembali memadati lapangan terbuka untuk menikmati penampilan artis kondang Tanah Air. Dari genre pop, hingga musik tradisional kontemporer, setiap lagu dibawakan dengan panggung megah dan tata lampu spektakuler. suasana tersebut, menegaskan kembali semangat cinta tanah air dan kebanggaan lokal.
Konser yang dirancang inklusif tersebut, juga tersedia area khusus bagi penyandang disabilitas, kursi roda, serta jalur aksesibilitas yang memadai. Fasilitas toilet portable, posko kesehatan, dan titik air minum gratis tersebar merata. Penyelenggara bekerja sama dengan komunitas lokal untuk memastikan semua lapisan masyarakat dapat menikmati hiburan tanpa terkecuali.

Keseluruhan rangkaian acara ini mencerminkan upaya Pemerintah Kabupaten Klaten dalam menyelaraskan perayaan budaya dengan visi pembangunan berkelanjutan. Melalui karnaval budaya, nilai-nilai tradisi terangkat dan dikemas dalam format atraktif. Melalui karnaval pembangunan, capaian dan rencana sektoral dipaparkan secara transparan dan partisipatif. Sementara konser hiburan menjadi puncak kegembiraan sekaligus wadah kebersamaan.
Membuka perayaan, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran, peserta, dan masyarakat yang turut terlibat. Dirinya menegaskan bahwa momentum ulang tahun dan HUT RI tidak hanya untuk bersuka cita, tetapi juga sebagai pengingat komitmen bersama dalam membangun Klaten yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing. Semoga semarak Agustus 2025 ini tidak hanya menjadi peristiwa sekali setahun, melainkan pijakan bagi Klaten untuk terus melaju, membuktikan bahwa gotong royong dan kearifan lokal adalah pondasi kokoh bagi kemajuan daerah dan bangsa.
(Pitut Saputra)













