Letwurung, Merdekapostnews.top
Kondisi jalan dan jembatan pada ruas jalan provinsi di Pulau Babar kembali menjadi sorotan. Ruas jalan sepanjang 42 kilometer itu dinilai memprihatinkan, padahal menjadi penghubung utama antara Kecamatan Babar Barat dan Kecamatan Babar Timur. Jalur tersebut juga membuka akses bagi lima desa dan dua dusun di kedua kecamatan, Senin 1 Desember 2025.

Ruas jalan ini melewati 37 titik sungai. Dari jumlah tersebut, sekitar 33 telah dibangun jembatan, sementara empat titik lainnya belum tersentuh pembangunan. Namun, jembatan yang sudah ada pun disebut kondisinya memprihatinkan.
Ketua Latupati Babar Timur, Selkius Lakburlawal, yang juga Kepala Desa Letwurung, saat dikonfirmasi Senin (1/12/2025) pukul 10.00 WIT di ruang kerjanya, menanggapi keluhan warga dari Desa Letwurung, Koroing, Yatoke, dan Nakramto.
Ia menjelaskan bahwa ruas jalan tersebut telah dialihkan menjadi ruas Jalan Inpres. Karena itu, ia berharap pembangunan bisa dimulai pada 2026. Pengalihan nomenklatur ini juga disaksikan langsung oleh Kepala Balai Jalan Nasional.

Menurut Kepala Balai, lebar jalan tersebut membutuhkan proses pembebasan lahan, dan hal itu menjadi tanggung jawab para kepala desa dari Tepa hingga Letwurung.
“Saya sangat berharap tahun 2026 ruas jalan ini sudah bisa dibangun, mengingat jaraknya hanya sekitar 42 kilometer,” ujar Selkius.
Ia mengaku optimistis. Pada 21 November 2025, dua petugas PU mendatanginya dan menjelaskan bahwa jalan tersebut sebenarnya sudah bisa dibangun. Namun, data jembatan yang dilaporkan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Selkius berharap pembangunan benar-benar direalisasikan tahun depan dan bukan sekadar janji politik.(Red)













