Klaten, Merdekapostnews.top
Organisasi Pewarta Insan Media Klaten (IMK) mengeluarkan rilis resmi yang mengumumkan rencana perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Klaten pada 8 Februari mendatang. Melalui juru bicaranya, Dimas Hajiono menyampaikan undangan berikut penjelasan terkait kegiatan tersebut yang merupakan inisiatif bersama sejumlah pewarta anggota IMK yang telah menggelar beberapa pertemuan dan sepakat merayakan momentum HPN secara kolektif di Klaten dengan mengundang pejabat publik Pemkab Klaten, rekan-rekan pewarta, serta beberapa kolega terkait (04/02/2026).
Rencana acara yang akan digelar di Aula Pertemuan Kominfo Klaten tersebut disepakati untuk mengelaborasi tema besar HPN Nasional 2026, yakni “Pers Sehat Ekonomi Berdaulat Bangsa Kuat”. Menurut Dimas, tema nasional itu kemudian diterjemahkan ke dalam konteks lokal Klaten agar lebih relevan dengan persoalan keseharian pewarta di daerah. Dari proses itu muncul tema perayaan HPN lokal, “Pers Pilar Kemanusiaan dan Demokrasi”, yang dinilai lebih selaras dengan tantangan dan kebutuhan jurnalis di Klaten.
Dimas menjelaskan bahwa perayaan dirancang sederhana dan tidak semata bersifat seremonial. Inti kegiatan adalah membuka ruang dialog antara pewarta, pemangku kebijakan, dan pemangku kepentingan lokal untuk berbagi pengalaman, mengidentifikasi persoalan yang dihadapi pewarta, serta merumuskan langkah-langkah konkret untuk memperbaiki kondisi kerja jurnalistik di tingkat kabupaten.
Kegiatan akan menitikberatkan pada sharing dan diskusi dua arah yang bersifat praktis. Diskusi diarahkan agar menghasilkan rekomendasi nyata yang dapat diimplementasikan bersama oleh media lokal, pemerintah daerah, dan pihak-pihak terkait. Dimas menegaskan bahwa tujuan jangka panjang adalah membangun sinergi dan kolaborasi yang lebih baik demi kemajuan pers lokal dan kualitas informasi bagi publik Klaten.
Panitia merancang rangkaian acara yang sederhana namun bermakna. Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah sesi diskusi terbuka yang memungkinkan interaksi langsung antara pewarta dan pejabat publik. Selain itu, acara akan dimeriahkan dengan tradisi potong tumpeng sebagai simbol syukur dan kebersamaan.
Dalam rilisnya disebutkan pula adanya kegiatan sosial berupa penggalangan dana untuk korban bencana alam, sebagai wujud kepedulian kemanusiaan dari komunitas pers. Penggalangan dana ini diharapkan tidak hanya menjadi aksi simbolis, tetapi juga bagian dari peran pers dalam menggerakkan solidaritas masyarakat saat terjadi musibah.
Salah satu momen yang direncanakan secara khusus adalah ziarah bersama ke makam almarhum pewarta Udin dari Harian Bernas. Dimas menyebutkan bahwa Udin menjadi figur inspiratif bagi kebebasan pers dan menjadi teladan bagi generasi pewarta muda untuk berani bersikap kritis, berintegritas, dan bertanggung jawab. Ziarah ini dimaksudkan sebagai penghormatan sekaligus pengingat nilai-nilai jurnalistik yang harus dijaga.
Pemilihan tema “Pers Pilar Kemanusiaan dan Demokrasi” bukan sekadar retorika. Menurut Dimas, tema itu dipilih karena menyentuh dua aspek yang kerap menjadi tantangan di level lokal, perlindungan terhadap hak asasi dan keselamatan narasumber serta peran pers dalam menjaga kualitas demokrasi melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang. Di Klaten, seperti di banyak daerah lain, pewarta menghadapi persoalan akses informasi, tekanan nonformal, serta keterbatasan sumber daya yang mempengaruhi kualitas kerja jurnalistik.
Dengan mengangkat tema tersebut, IMK berharap perayaan HPN di Klaten menjadi momen refleksi sekaligus aksi, bagaimana media lokal dapat memperkuat fungsi kemanusiaan, misalnya dalam penanganan bencana dan isu sosial, serta memperkuat peran pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan demi demokrasi yang sehat.

Dimas menyatakan harapan agar perayaan ini tidak berhenti pada seremoni. Ia menekankan pentingnya menghasilkan langkah-langkah konkret yang bisa ditindaklanjuti, seperti pembentukan forum koordinasi antara media dan Pemkab Klaten, pelatihan jurnalistik untuk pewarta muda, mekanisme perlindungan bagi pewarta saat menjalankan tugas, serta program kolaboratif untuk penanganan isu kemanusiaan.
Selain itu, penggalangan dana dan ziarah diharapkan memperkuat ikatan emosional dan profesional antar pewarta, sekaligus mengingatkan kembali nilai-nilai etika jurnalistik yang menjadi landasan kerja pers. Dimas juga mengajak seluruh pihak yang diundang untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi agar rekomendasi yang lahir benar-benar mencerminkan kebutuhan dan kondisi lapangan.
Perayaan HPN 2026 yang digagas IMK di Klaten menampilkan pendekatan lokal yang berupaya menyelaraskan semangat nasional dengan realitas daerah. Dengan tema yang menekankan kemanusiaan dan demokrasi, serta rangkaian kegiatan yang menggabungkan diskusi, aksi sosial, dan penghormatan terhadap tokoh pers, acara ini berpotensi menjadi momentum penting bagi penguatan pers lokal di Klaten. IMK mengundang seluruh pemangku kepentingan untuk hadir, berdialog, dan bersama-sama merumuskan langkah nyata demi pers yang sehat dan berkontribusi bagi kemajuan masyarakat.
Semoga inisiatif perayaan HPN 2026 di Klaten nantinya menjadi lebih dari sekedar pertemuan seremonial, melainkan titik tolak kebersamaan yang meneguhkan peran pers sebagai pilar kemanusiaan dan penjaga demokrasi, dari diskusi sederhana hingga langkah nyata, mari bersama kita bangun sinergi yang melindungi kebebasan berkarya, memperkuat integritas, dan menyalakan keberanian generasi pewarta muda, sehingga setiap berita yang lahir dari tanah Klaten mampu memberi harapan, menegakkan kebenaran, dan memperkuat ikatan sosial demi masa depan yang lebih adil dan bermartabat.
( Pitut Saputra )













