Jakarta, Merdekapostnews.top
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam pada perdagangan hari ini. Hingga sesi berjalan, IHSG tercatat anjlok 3,44%, terseret tekanan jual yang meluas hampir di seluruh sektor.
Pelemahan pasar saham domestik dipicu aksi jual besar-besaran investor, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar. Sejumlah saham emiten milik Prajogo Pangestu tercatat menjadi pemberat utama indeks, seiring meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap valuasi dan sentimen global.
Tak hanya itu, saham-saham sektor emas juga ikut longsor. Tekanan terjadi di tengah koreksi harga emas dunia serta aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan investor setelah reli dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan data perdagangan, tekanan jual juga datang dari investor asing yang kembali mencatatkan net sell signifikan di pasar reguler. Kondisi ini memperparah pelemahan IHSG dan membuat indeks bergerak di zona merah sejak awal perdagangan.
Analis menilai, sentimen negatif global masih menjadi faktor utama pelemahan pasar, mulai dari kekhawatiran perlambatan ekonomi dunia, arah kebijakan suku bunga global, hingga evaluasi ulang investor asing terhadap pasar saham Indonesia.
Pelaku pasar kini menanti perkembangan sentimen eksternal serta langkah lanjutan otoritas pasar modal untuk menjaga stabilitas perdagangan. Sementara itu, investor diimbau tetap mencermati risiko dan pergerakan saham secara selektif di tengah volatilitas tinggi.(Red)












