Lumajang, Merdekapostnews.top
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat. Sejak 19 November 2025, gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu mengalami serangkaian letusan yang memaksa petugas melakukan evakuasi besar-besaran.
Dari laporan di lapangan, Semeru tercatat meletus berkali-kali dan memuntahkan abu, lava pijar, hingga aliran awan panas. Material vulkanik itu bergerak ke arah tenggara dan membuat permukiman di sekitar aliran sungai Besuk Kobokan harus dikosongkan. Lebih dari 900 warga dibawa ke tempat yang aman, sementara tim gabungan juga mengevakuasi sekitar 170 pendaki yang tengah berada di dekat area danau, sekitar 6 kilometer dari puncak.
Kolom abu sempat membumbung tinggi hingga dua kilometer. Aparat mengingatkan warga untuk tidak mendekati radius delapan kilometer dari kawah, terutama di sektor tenggara yang menjadi jalur utama aliran awan panas. Intensitas letusan yang meningkat membuat status Semeru dinaikkan ke tingkat tertinggi.

Letusan yang cukup kuat ini juga berdampak pada dunia penerbangan. Pusat Peringatan Abu Vulkanik (VAAC) Australia mengeluarkan peringatan karena abu vulkanik bergerak hingga ke ketinggian yang berpotensi mengganggu jalur pesawat komersial.
Sepanjang 2025, Semeru memang beberapa kali menunjukkan aktivitas erupsi, mulai dari Maret hingga Oktober. Namun letusan kali ini menjadi yang terbesar dalam beberapa bulan terakhir. Di tengah kondisi cuaca yang kerap hujan, potensi banjir lahar turut menjadi perhatian pemerintah daerah dan warga sekitar.
Sebagai langkah antisipasi, seluruh jalur pendakian menuju Semeru ditutup sementara. Petugas dari berbagai instansi masih bersiaga dan memantau perkembangan aktivitas gunung api tersebut.(Red)













