Batu Bara, Merdekapostnews.top
Seorang pegawai bagian pemerintahan Kabupaten Batu Bara bernama Miah diduga bersembunyi di kamar mandi Kantor Bupati untuk menghindari wartawan. Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 1 Agustus 2025, sekitar pukul 15.00 WIB, di bagian belakang kantor tersebut.
Sebelumnya, sekitar pukul 14.00 WIB, Miah telah menerima informasi dari anggota Satpol PP yang bertugas di Kantor Bupati bersama personel TNI dan Polri bahwa ada wartawan Media Merdekapost yang ingin menemuinya. Miah kemudian meminta agar wartawan tersebut menunggu karena dirinya tengah menyelesaikan pekerjaan membuat surat.
“Katanya tunggu sebentar, Bang, dia sedang membuat surat,” ujar anggota Satpol PP kepada wartawan.
“Surat apa yang sedang dibuat?” tanya wartawan.
“Saya tidak tahu,” jawab Satpol PP.
Namun, setelah lebih dari satu jam menunggu, Miah tak kunjung menemui wartawan. Saat dikonfirmasi ulang, Satpol PP menyampaikan bahwa Miah telah pulang. Merasa curiga, wartawan kemudian mengarah ke pintu belakang Kantor Bupati dan menemui seorang pegawai perempuan yang merupakan rekan kerja Miah. Pegawai tersebut menyatakan bahwa Miah telah pulang, namun ia kemudian berjalan ke arah kamar mandi yang berada di bagian belakang kantor.
Wartawan yang mencurigai situasi tersebut terus memantau dari kejauhan. Tidak lama kemudian, terlihat seseorang mengintip dari balik dinding kamar mandi. Beberapa saat setelah itu, seorang pria yang sebelumnya terlihat duduk di dekat lokasi, berjalan ke arah kamar mandi. Tak lama kemudian, Miah keluar dari kamar mandi bersama pria tersebut dan langsung menuju pintu belakang.
Wartawan yang berada di lokasi langsung menghampiri Miah dan mencoba meminta keterangan.
“Mengapa Anda terlihat mengintip dari kamar mandi?” tanya wartawan.
“Saya tidak mengintip, saya hanya buang air. Saya mau pulang, menumpang mobil itu,” jawab Miah sambil menunjuk ke arah mobil pria yang bersamanya.
“Bukankah Anda telah bersuami? Mengapa menumpang mobil pria lain?” tanya wartawan lagi.
“Suami saya kenal dengan beliau,” jawab Miah singkat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait. Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan di kalangan internal kantor pemerintahan. (Samsir Alam)













