KLATEN, Merdekapostnews.top
Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Klaten memanfaatkan momen buka puasa bersama untuk menggelar pengajian singkat sekaligus refleksi internal yang menekankan evaluasi kualitas pelayanan publik. Acara yang berlangsung Kamis sore di kantor dinas Jalan Sulawesi Nomor 37 itu mengundang seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan internal Disbudporapar dan dirancang bukan sekadar ritual kebersamaan, melainkan juga forum introspeksi dan penguatan profesionalisme (12/03/2026).
Suasana kekeluargaan tampak sejak awal kegiatan, pegawai struktural, fungsional, dan tenaga administrasi hadir rapi mengenakan busana yang sesuai nuansa Ramadhan. Panitia menata hidangan sederhana namun hangat, menyediakan takjil dan menu berbuka secara prasmanan bergiliran untuk menjaga ketertiban. Meski santai, protokol kesehatan tetap diperhatikan. Namun yang menjadi sorotan bukan sekadar hidangan, melainkan pesan-pesan yang disampaikan dalam pengajian yang menjadi inti acara.
Pengajian ini menghadirkan Ustadz H.M. Sadzili, AR. S.H. sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, Ustadz Sadzili menekankan hubungan langsung antara nilai-nilai keagamaan dan tanggung jawab birokrasi. “Ramadhan adalah waktu untuk memperbaiki diri, integritas dan kejujuran yang diasah saat berpuasa harus tercermin dalam setiap laporan, kebijakan, dan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya. Ustadz Sadzili mengingatkan bahwa ibadah bukan sekedar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga latihan moral yang relevan bagi pegawai negeri yang memegang amanah publik.
Penceramah tersebut menyoroti beberapa aspek konkret yang perlu menjadi perhatian ASN. “Kesabaran yang dilatih saat berpuasa harus menjadi dasar dalam menghadapi keluhan publik, kejujuran harus menjadi prinsip dalam administrasi, dan kepedulian sosial harus mendorong program yang berpihak pada warga,” ujarnya. Peserta terlihat serius mendengar, mencatat dan berdiskusi, menandakan bahwa tausiyah tersebut diterima sebagai bahan refleksi praktis dan bukan sebatas retorika keagamaan.
Dalam kesempatan yang sama, Plt. Kepala Disbudporapar Kabupaten Klaten, Purwanto, menyampaikan pernyataan yang menegaskan arah kebijakan internal. “Kegiatan ini selain sebagai sarana ibadah bersama juga menjadi wadah penguatan kebersamaan internal. Kami mengapresiasi partisipasi para pegawai dan menegaskan bahwa kegiatan semacam ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang harmonis dan beretika,” kata Purwanto. Ia menambahkan bahwa momentum Ramadhan harus dimanfaatkan untuk evaluasi kinerja dan perbaikan layanan publik.
Purwanto menegaskan beberapa langkah konkret yang akan diambil pasca acara. “Kami akan menindaklanjuti masukan dari pengajian ini dengan memperkuat pelatihan integritas, memperbaiki mekanisme pengaduan publik, dan meningkatkan koordinasi antar unit agar program kebudayaan dan pariwisata dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” ujarnya. Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari peserta yang berharap ada tindak lanjut nyata, bukan sekadar seremonial.
Interaksi antar pegawai selama buka bersama juga menjadi ruang informal untuk membahas rencana kerja dan kendala operasional. Obrolan ringan tentang persiapan event kebudayaan, program kepemudaan, dan sinergi antar unit berubah menjadi diskusi produktif yang memunculkan ide-ide perbaikan. Min Kumis seorang pegawai menyatakan, “Forum seperti ini memudahkan komunikasi lintas unit, kita bisa langsung menyamakan persepsi dan mempercepat solusi.” ujarnya pada awak media selepas buka bersama.
Secara sosial, acara ini dinilai memiliki nilai tambah yang signifikan. Selain mempererat ikatan antar pegawai, buka bersama dan pengajian internal menjadi momen kolektif untuk menanamkan nilai profesionalisme, transparansi, dan kepedulian terhadap masyarakat. Panitia berharap kegiatan serupa dapat dijadikan agenda rutin untuk menjaga momentum perbaikan layanan publik.
Menutup acara, panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan penceramah. Purwanto kembali menegaskan komitmen instansi untuk menerjemahkan nilai-nilai yang disampaikan menjadi kebijakan dan praktik kerja. “Kehadiran seluruh pegawai pada pengajian ini diharapkan semakin mempererat tali persaudaraan dan memacu semangat kerja yang lebih baik demi pelayanan publik yang prima,” pungkasnya.

Dengan mengangkat tema evaluasi pelayanan dalam balutan kegiatan keagamaan, Disbudporapar Kabupaten Klaten menunjukkan upaya memadukan spiritualitas dan profesionalisme birokrasi. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat solidaritas internal, tetapi juga menghasilkan perbaikan nyata yang bisa dirasakan masyarakat, sebagai bukti bahwa kebersamaan di bulan suci dapat menjadi pemicu perubahan positif dalam tata kelola pemerintahan daerah.
Di akhir kegiatan Purwanto juga sempat menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung upaya – upaya dari Pemkab Klaten di bawah Kepemimpinan Bupati Hamenang Wajar Ismoyo dalam memajukan pariwisata daerah. Menurutnya, “Mas Hamenang memiliki background pernah jadi Duta Wisata Klaten, karenanya pasti paham benar seputar lika liku dunia pariwisata, maka dari itu kita tentunya sangat mendukung program – program Pemkab dalam memajukan pariwisata dan budaya Klaten ” pungkas Purwanto.
( Pitut Saputra )













