Jakarta Utara, Merdekapostnews.top
Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat standar operasional prosedur (SOP) pengantaran Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah. Kebijakan ini diterapkan setelah terjadinya insiden tabrakan kendaraan pengantar MBG di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, yang sempat menimbulkan kekhawatiran soal keselamatan.
Melalui aturan terbaru tersebut, petugas pengantar MBG tidak lagi diperbolehkan masuk ke area dalam sekolah. Pengantaran makanan kini hanya dilakukan sampai di luar pagar sekolah, selanjutnya pihak sekolah yang bertanggung jawab mengambil dan mendistribusikan ke dalam lingkungan sekolah.
Langkah ini diambil sebagai bentuk evaluasi dan upaya mitigasi risiko, khususnya untuk mencegah kecelakaan lalu lintas di area sekolah yang padat aktivitas siswa. BGN menilai keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program nasional tersebut.
Selain faktor keselamatan, pengetatan SOP juga bertujuan menertibkan alur distribusi agar lebih terkontrol dan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. Dengan skema baru ini, sekolah diminta menunjuk petugas khusus untuk menerima makanan dari pihak pengantar.
BGN menegaskan program MBG tetap berjalan normal dan tidak mengalami penghentian. Evaluasi akan terus dilakukan, termasuk koordinasi dengan pihak sekolah dan penyedia jasa pengantaran, guna memastikan kualitas makanan serta keamanan distribusi tetap terjaga.
Kebijakan ini mulai diterapkan secara bertahap di sejumlah wilayah dan akan menjadi standar nasional setelah proses sosialisasi selesai dilakukan.(Red)













