Sidoarjo, Merdekapostnews.top
Proses evakuasi korban ambruknya musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, masih terus dilakukan hingga Selasa (7/10/2025). Data terbaru dari Basarnas mencatat, sebanyak 63 orang meninggal dunia, sementara puluhan santri lainnya masih tertimbun reruntuhan.
Insiden maut ini terjadi ketika para santri tengah melaksanakan salat Ashar. Bangunan musala dua lantai yang sedang dalam tahap pengecoran tiba-tiba runtuh dan menimpa jamaah di bawahnya. Dugaan sementara, struktur bangunan tidak mampu menahan beban tambahan saat proses pengecoran berlangsung.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menyampaikan bahwa evakuasi masih terus dilakukan secara intensif. “Hingga pagi tadi, total korban meninggal mencapai 63 orang, termasuk enam di antaranya berupa bagian tubuh. Sebanyak 104 santri berhasil diselamatkan,” ujarnya.
Petugas gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta relawan bekerja siang malam menggunakan alat berat, ekskavator, hingga anjing pelacak untuk menemukan korban di antara puing-puing beton.
Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut, tragedi Ponpes Al Khoziny menjadi bencana non-alam dengan korban jiwa terbanyak sepanjang tahun 2025. Pemerintah pusat telah menurunkan tim gabungan dari Kementerian Agama dan Kementerian PUPR untuk melakukan investigasi terkait penyebab ambruknya bangunan tersebut.
“Evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap bangunan pendidikan berbasis pesantren di seluruh Indonesia agar standar keselamatan dan konstruksi dapat dipastikan sesuai,” kata Suharyanto.
Beberapa kendaraan yang tertimpa reruntuhan, termasuk satu unit mobil mewah milik pengasuh ponpes, juga telah dievakuasi dari lokasi. Sementara para santri yang selamat kini ditempatkan di tenda darurat dan menerima pendampingan medis serta psikologis.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo membuka posko bantuan dan informasi keluarga korban di sekitar area ponpes. Evakuasi diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, mengingat kondisi bangunan yang padat dan banyaknya korban yang belum ditemukan.(Red)













