KARANGANYAR, Merdekapostnews.top
Di tengah hiruk-pikuk aktivitas harian, kebersamaan dan semangat inovatif kian menyala melalui acara wisata bersama keluarga besar Ertepapat, Kuncen Sidodadi, Delanggu. Lebih dari sekadar perjalanan, acara ini menjadi wadah yang mempertemukan pandangan dan inspirasi dari warga yang memaknai keindahan alam sebagai sumber ide dan penyembuh jiwa. Lewat opini mereka, setiap sudut Karanganyar tak hanya menawarkan pesona tempat, tetapi juga pesan yang mendalam tentang kehidupan bermasyarakat (15/06/2025).
Basri, salah seorang warga sekaligus tim inti panitia wisata, mengatakan, “Acara dimulai dari titik kumpul di depan Balai Desa Delanggu pada pukul 07.00 WIB, pagi hari yang penuh harapan. Dengan semangat kekeluargaan, warga RT 04, RW 03 Kuncen, Sidodadi Delanggu, Klaten, berhasil berkumpul dan memulai perjalanan yang dirancang dengan teliti. Empat armada Elf Long siap mengantarkan lebih dari 60 peserta yang menjadi saksi perjalanan penuh makna ini. Bantuan sponsor dari Hanung Triatmoko, salah seorang tokoh masyarakat Kuncen, Delanggu, sekaligus seorang dosen pengajar di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, membawa dorongan semangat tersendiri. Di balik perencanaan matang panitia tersebut, terselip filosofi bahwa setiap momen bersama adalah ladang inspirasi untuk melepaskan penat dan menemukan kembali semangat dalam diri.”
Menurut Basri, salah satu panitia inti, perjalanan ini bukan sekadar mencari angin sejuk, melainkan mencari sudut pandang baru dalam hidup. “Kegiatan ini bukan hanya jalan-jalan, tetapi juga menyelam ke dalam riak inspirasi alam yang mampu merangsang ide-ide segar,” ujarnya, dengan mata yang penuh keyakinan.
Menurutnya, alam memiliki kekuatan untuk menyentuh setiap lapisan jiwa manusia dan mendorong mereka untuk berpikir lebih jauh. Sementara Bambang, yang juga merupakan panitia inti dan selama ini dikenal sebagai sosok yang peka terhadap nilai-nilai alami dan kearifan lokal, menambahkan, “Di tengah pesona alam yang masih alami, kita bisa menemukan ruang untuk berinovasi dan belajar dari keharmonisan lingkungan.”
Lebih lanjut, Bambang mengatakan, “Perjalanan pun membawa warga menyusuri empat destinasi menawan yang masing-masing menyimpan kisah dan pesan tersendiri. Destinasi pertama, ‘Kebun Teh Kemuning di Bukit Teletubies,’ yang memukau setiap mata dengan hamparan hijaunya yang membentang dari bukit ke bukit.” Di sini, Bambang menyoroti keunikan pengelolaan alam yang berjalan harmonis dengan lingkungan. “Setiap helai daun teh bercerita tentang dedikasi manusia dan keharmonisan alam dalam menciptakan keindahan yang langgeng.” Hal itu ditanggapi Basri, yang juga menambahkan, “Melihat kebun teh ini, kita seolah merasa bahwa setiap langkah kecil dalam menjaga alam bisa membawa dampak besar untuk regenerasi energi positif masyarakat.” Suasana sejuk di Kebun Teh Kemuning tidak hanya menyegarkan mata, namun juga mengajak setiap insan untuk menemukan pelajaran tentang ketekunan dan kearifan tradisional.”

Tak berhenti di situ, perjalanan dilanjutkan ke “Kemuning Sky Hills.” Tempat ini menawarkan pemandangan spektakuler dengan jembatan kaca yang membentang megah di atas ladang teh. Bambang menekankan bahwa desain jembatan ini bukan hanya sebuah kemegahan arsitektur, tapi juga simbol perjalanan hidup yang menantang namun indah. “Saat melangkah di atas jembatan tersebut, kita seakan berjalan di antara awan. Setiap langkah mengajarkan kita untuk terus bermimpi dan berani menatap masa depan.”
Basri, yang selalu mencari filosofi dalam setiap elemen alam, menyoroti bagaimana jembatan kaca mencerminkan keterbukaan pikiran dan keberanian dalam menghadapi tantangan baru. “Kemuning Sky Hills menyatukan keindahan alam dan keberanian manusia untuk bereksplorasi. Di setiap lengkungannya, seolah kita bisa menemukan sebuah harapan.”
Setelah menikmati pesona alam yang membangkitkan semangat, warga beristirahat dan bersatu dalam hidangan makan siang bersama. Energi pun kembali terisi, dan semangat perjalanan semakin hidup menjelang destinasi ketiga. Kali Pucung, dengan keunikan aktivitas river tubing dan petualangan jeep offroad, menjadi wadah untuk menguji adrenalin sekaligus menyatu dengan kekuatan alam yang dinamis. Bambang, yang selalu mengaitkan setiap pengalaman dengan pelajaran hidup, mengatakan bahwa “Pengalaman menyusuri aliran sungai mengajarkan kita tentang kepercayaan, baik pada alam maupun rekan seperjalanan.” Berbeda dengan Basri, yang menekankan bahwa aktivitas ini menjadi metafora bahwa dalam hidup, terkadang kita harus berani melaju di arus yang kuat demi menemukan sisi keberanian diri yang tersembunyi.
Petualangan berikutnya tak lengkap rasanya tanpa menyentuh pesona destinasi keempat, yaitu “Air Terjun Jumog.” Air terjun yang menderu dengan keasrian alam ini menjadi meditasi yang mampu memulihkan jiwa setelah sejenak berdebar bersama petualangan di Kali Pucung. Menurut Bambang, “Bunyi gemericik air terjun selalu mengingatkan kita pada ritme kehidupan; ada kesegaran dan kekuatan yang membuat kita lebih dekat dengan alam.” Di sisi lain, Basri juga melihat Air Terjun Jumog sebagai manifestasi dari kekuatan alam yang murni. “Di sini, kita belajar bahwa keindahan tidak selalu harus berlebihan, namun keasrian sederhana mampu mengembalikan keseimbangan hidup.” Suasana di Air Terjun Jumog mengajak seluruh warga untuk merenung dan bersyukur atas setiap momen yang diberikan alam, sekaligus membuka ruang bagi kreativitas yang mungkin selama ini terpendam.

Kedua tokoh ini menyatukan visi yang selaras, bahwa alam adalah guru terbaik dalam mengajarkan kebersamaan, kegigihan, dan harapan. Kegiatan wisata bersama ini bukan semata-mata sebagai hiburan, melainkan sebagai momentum strategis untuk menyalurkan energi hidup yang sering kali terabaikan dalam rutinitas. Pengalaman-pengalaman yang dialami di Kebun Teh Kemuning, Kemuning Sky Hills, Kali Pucung, dan Air Terjun Jumog membawa pesan bahwa setiap sudut alam memiliki cerita yang mendalam dan kekuatan untuk menginspirasi perubahan positif pada masyarakat.
Seluruh perjalanan diselimuti opini positif dan penuh makna dari Bambang dan Basri, yang dengan yakin menyatakan bahwa keterbukaan terhadap pengalaman alam dapat memicu regenerasi energi dan kreativitas dalam kehidupan sehari-hari. Mereka menekankan pentingnya dukungan dan solidaritas komunitas sebagai fondasi untuk melangkah ke masa depan dengan semangat yang baru dan inspirasi yang tak terhingga. Melalui kolaborasi dan keterbukaan hati, setiap momen bersama menjadi peluang untuk belajar, tumbuh, dan merajut kembali ikatan sosial yang semakin erat.

“Dari semangat kebersamaan yang terbangkitkan hingga keindahan alam yang menginspirasi, perjalanan ini menyajikan gambaran nyata bagaimana masyarakat Karanganyar mengintegrasikan tradisi, teknologi, dan inspirasi alam untuk menciptakan ruang dialog dan pembaruan. Pesan yang tersirat adalah ajakan bagi setiap individu untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan memanfaatkan setiap peluang untuk tumbuh bersama. Seluruh kenangan manis hari itu, kini tersimpan sebagai modal berharga untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah dan harmonis, di mana inspirasi dan kebersamaan selalu menjadi landasan utama.”
Dengan langkah yang mantap dan hati yang bersyukur, pengalaman wisata bersama ini membuktikan bahwa di balik kesederhanaan alam terdapat kekayaan inspirasi yang tiada habisnya. Bambang dan Basri telah menunjukkan, melalui pandangan mereka, bahwa menghargai setiap detik kebersamaan dan keindahan alam adalah investasi terbaik untuk kehidupan yang lebih seimbang dan penuh makna. Semoga kisah ini menginspirasi seluruh masyarakat untuk selalu mencari cahaya di setiap sudut perjalanan hidup mereka.
Special thanks to: Pak Hanung Triatmoko (Bapake Cah-cah Ertepapat, Kuncen Delanggu)
(Pitut Saputra)













