Makassar, Merdekapostnews.top
Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) berinisial AF (15) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh tiga temannya, termasuk seorang pelajar SMP. Peristiwa tragis ini terjadi usai AF mengikuti ujian akhir sekolah dan pulang ke rumah dalam kondisi mengeluh sakit pada dada dan kepala. Keluarga korban mengungkap bahwa AF sempat mengaku dikeroyok oleh tiga orang teman, salah satunya adalah siswa SMP .
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian ini dan menyoroti bahwa pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah masih belum optimal. KPAI menekankan pentingnya peran aktif sekolah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan bagi anak-anak .
Kasus ini menambah daftar panjang insiden kekerasan di lingkungan pendidikan yang berujung fatal. KPAI mencatat bahwa sebagian besar pelaku kekerasan di sekolah adalah teman sebaya, dan banyak kasus yang berujung pada cedera serius bahkan kematian .
Sebagai langkah preventif, KPAI merekomendasikan enam upaya pencegahan kekerasan di sekolah, antara lain:
1. Menyediakan layanan pengaduan kekerasan yang aman dan rahasia bagi siswa.
2. Meningkatkan komunikasi aktif antara siswa, orang tua, dan guru.
3. Memberikan bantuan kepada siswa korban kekerasan melalui kebijakan anti-kekerasan yang disusun bersama siswa.
4. Menyusun dan menerapkan kebijakan anti-kekerasan di sekolah.(Red)













