SINTANG, Merdekapostnews.top
Beredar sebuah pemberitaan dari Media Online Mega Berita yang ditulis oleh wartawan bernama Cecep Kamaruddin, terkait klarifikasi aktivitas tambang emas ilegal (PETI) yang melibatkan inisial DOM. Dalam pemberitaan itu, Cecep menyoroti adanya dugaan ancaman dari oknum wartawan Sintang terhadap DOM. Namun, klaim tersebut dibantah keras oleh beberapa pihak yang merasa disudutkan dalam berita tersebut.
Permasalahan ini berawal dari banyaknya media yang memberitakan maraknya aktivitas PETI di wilayah Kelurahan Mengkurai, Kecamatan Sintang. Salah satu wartawan sempat melakukan konfirmasi kepada DOM, pengurus aktivitas PETI, namun DOM justru menyatakan bahwa kegiatan tersebut bukan lagi rahasia umum.
Namun, pemberitaan dari Mega Berita dinilai sepihak karena tidak mengonfirmasi atau mengklarifikasi kepada wartawan yang sebelumnya menerbitkan berita terkait. Akibatnya, muncul tuduhan bahwa telah terjadi ancaman kepada DOM, yang justru mencoreng nama baik wartawan lokal.
Salah satu wartawan Sintang, Robi, menyatakan keberatannya atas pemberitaan tersebut. Ia merasa namanya disudutkan dan disebut sebagai pihak yang mengunggah aktivitas PETI ke YouTube, padahal hal itu menurutnya tidak benar.
“Kalau di YouTube, itu tidak benar. Itu hoaks. Yang benar, memang ada video aktivitas PETI yang diunggah di salah satu akun TikTok, tapi saya tidak pernah menyebut nama siapa pun. Kalau pun saya unggah di YouTube, apakah salah? Saya ini jurnalis,” tegas Robi dengan nada kesal, Senin malam (12/5/2025).
Robi juga menegaskan bahwa aktivitas PETI ilegal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas, khususnya di wilayah Mengkurai, memang nyata dan terekam jelas di berbagai video yang tersebar di media sosial.
“Sudah banyak media juga yang memberitakan soal ini. Jadi bukan saya saja,” tambahnya singkat.
Ia berharap Cecep Kamaruddin sebagai wartawan dapat lebih objektif dalam menulis berita dan tidak membuat narasi yang terkesan menyerang rekan seprofesi.
“Kita ini sama-sama wartawan. Kok saling menjatuhkan? Harusnya saling mendukung. Saya heran, kenapa Cecep seperti membela DOM yang jelas-jelas terlibat dalam aktivitas ilegal,” pungkas Robi.
Sumber: Tim Media
Editor: Birong Hutagaol
Publikasi: Robby













