Merdeka Post News
No Result
View All Result
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
  • Berita Terkini
  • Headline
  • Nasional
  • Peristiwa
Subscribe
Merdeka Post News
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
  • Berita Terkini
  • Headline
  • Nasional
  • Peristiwa
No Result
View All Result
Merdeka Post News
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Terkini
  • Headline
  • Nasional
  • Peristiwa
Home Berita Terkini

Kegaduhan di Akar Rumput: Merger Grab-Gojek dan Krisis Kepastian Bagi Driver

by PIMRED
Mei 9, 2025
in Berita Terkini, Lintas Daerah
0
Kegaduhan di Akar Rumput: Merger Grab-Gojek dan Krisis Kepastian Bagi Driver
Share on FacebookShare on Twitter

YOGYAKARTA,Merdekapostnews.top

Gelombang keresahan sedang membuncah di tingkat akar rumput. Di tengah ketidakpastian regulasi yang telah lama menghantui para driver transportasi online, wacana merger antara dua raksasa industri,Grab dan Gojek, hanya memperkeruh keadaan. Tidak sekadar rumor bisnis, isu ini telah menimbulkan kegaduhan yang nyata di lapangan, memicu kepanikan dan ketidakpastian bagi ribuan pekerja yang menggantungkan hidupnya di sektor ini (09/05/2025).

Hari ini, Forum Ojek Online Yogyakarta Bergerak (FOYB) bersama Paguyuban Driver Gojek Yogyakarta mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan sikap tegas mereka, menolak merger yang berpotensi melahirkan monopoli dan semakin menindas driver. Dalam perbincangan dengan awak media, Ketua FOYB, Wuri Rahmawati, menjelaskan bahwa merger ini adalah ancaman serius, bukan hanya bagi kesejahteraan para mitra, tetapi juga bagi ekonomi nasional.

Para driver sudah lama berjuang menghadapi berbagai permasalahan internal dengan aplikator, tarif yang terus ditekan, pola kemitraan yang tidak berpihak, regulasi yang belum memadai, hingga ancaman pemutusan mitra secara sepihak. Belum selesai dengan tekanan tersebut, kini mereka harus berhadapan dengan potensi monopoli yang dapat semakin mengikis kesejahteraan mereka.

“Kami sudah cukup lelah dengan perlakuan tidak adil ini. Tarif terus ditekan, hak kami tidak pernah benar-benar dilindungi. Sekarang isu merger semakin santer, semakin memperburuk kondisi. Kami hanya bisa menunggu nasib ditentukan tanpa adanya perlindungan nyata,” ujar Wuri.

Jika merger ini terjadi, maka kontrol industri transportasi online akan jatuh ke tangan satu entitas besar, mempersempit pilihan bagi para driver dan mempermudah perusahaan mengambil keputusan yang hanya berpihak pada keuntungan korporasi, bukan kesejahteraan mitra. Ini bukan sekedar spekulasi, tetapi sebuah potensi ancaman serius yang akan berdampak langsung pada ribuan pekerja.

Monopoli Bukan Solusi, Tetapi Ancaman bagi Industri Nasional

Di balik wacana merger, ada satu fakta yang tidak bisa diabaikan: Gojek adalah perusahaan asli Indonesia. Akuisisi oleh Grab, yang berbasis asing, akan membuat kepemilikan industri ini bergeser dari tangan bangsa sendiri ke pihak luar. Tidak hanya berimbas pada kesejahteraan driver, tetapi juga mengancam pendapatan nasional karena saham-saham penting yang sebelumnya menjadi milik Indonesia akan beralih ke negara lain.

Para driver melihat ini sebagai sebuah pukulan bagi ekonomi nasional dan mengingatkan pemerintah bahwa perjuangan mempertahankan ekosistem industri dalam negeri harus menjadi prioritas utama. Jika pemerintah mengizinkan merger ini terjadi tanpa intervensi, bukan hanya para driver yang terdampak, tetapi seluruh ekosistem transportasi digital yang selama ini menjadi kebanggaan Indonesia.

Seruan kepada Pemerintah, Jangan Biarkan Rakyat Tertindas

Dalam pernyataan resminya, para driver mengutip berbagai regulasi yang seharusnya menjadi benteng perlindungan terhadap praktik monopoli, di antaranya Undang-Undang No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat serta berbagai peraturan lain yang menegaskan bahwa dominasi satu perusahaan tidak boleh merugikan pihak-pihak lain.

Namun hingga kini, regulasi tidak benar-benar ditegakkan untuk melindungi para mitra. Seruan kepada Presiden Prabowo Subianto, jajaran kabinet, dan DPR-RI pun semakin lantang, mereka harus turun tangan untuk menghentikan rencana merger ini dan memastikan bahwa kepentingan rakyat tidak dikorbankan demi kepentingan korporasi.

Para driver juga menyerukan solidaritas dari seluruh rekan di Indonesia. Di Yogyakarta, Solo, Semarang, dan berbagai wilayah lain, gelombang perlawanan terus menguat. Mereka bersatu dalam satu barisan untuk menolak akuisisi ini dan menegaskan bahwa mereka bukan sekadar aset bisnis yang bisa diperjualbelikan.

“Kami bukan barang dagangan para elite bisnis. Kami bekerja, kami berkontribusi, dan kami berhak mendapatkan perlindungan. Jika pemerintah tidak bertindak, maka kami akan memperkuat barisan untuk melawan,” tegas Wuri.

Kini, Akankah Suara Mereka Didengar?

Kegaduhan di akar rumput tidak boleh dianggap sebagai sekadar suara sumbang. Ini adalah realitas yang harus diperhatikan oleh para pembuat kebijakan. Merger ini bukan sekadar urusan korporasi, ada nasib ribuan pekerja yang dipertaruhkan, ada keadilan yang harus ditegakkan.

Kini, pertanyaan besar yang harus dijawab oleh pemerintah, Akankah mereka turun tangan? Ataukah mereka akan membiarkan ribuan driver menghadapi nasib yang semakin suram?

( Pitut Saputra )

Previous Post

Lapor Bapak Jendral Kapolri, Aktivitas PETI Marak Dan Menjamur, Kapolres Sintang Kalbar Diduga Tutup Mata

Next Post

Oknum Wartawan Media Online Mega Berita Cecep Kamaruddin Buat Berita Hoaks yang Menyudutkan Wartawan

Next Post
Oknum Wartawan Media Online Mega Berita Cecep Kamaruddin Buat Berita Hoaks yang Menyudutkan Wartawan

Oknum Wartawan Media Online Mega Berita Cecep Kamaruddin Buat Berita Hoaks yang Menyudutkan Wartawan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Berita Terkini
  • Headline
  • Hukum & Kriminal
  • Intenasional
  • Internasional
  • Lintas Daerah
  • Nasional
  • Pembangunan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Terkini
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diduga Kuat Selama Ini Kafe Hiburan Malam Tempat Transaksi Narkoba Milik Bos Berinisial AS Bebas Beroperasi, Siapa Aktor di Baliknya?

Diduga Kuat Selama Ini Kafe Hiburan Malam Tempat Transaksi Narkoba Milik Bos Berinisial AS Bebas Beroperasi, Siapa Aktor di Baliknya?

Juni 11, 2025
Lapor Pak Kapolres, Aktivitas PETI Kembali Marak di Daratan Desa Karangan Panjang, Pengkadan

Lapor Pak Kapolres, Aktivitas PETI Kembali Marak di Daratan Desa Karangan Panjang, Pengkadan

Mei 14, 2025
Lapor Pak Kapolres! Arena Sabung Ayam Ilegal Kembali Marak di Desa Nanga Pala Kec. Seberuang, Diminta APH Tindak Tegas

Lapor Pak Kapolres! Arena Sabung Ayam Ilegal Kembali Marak di Desa Nanga Pala Kec. Seberuang, Diminta APH Tindak Tegas

Agustus 30, 2025
Warga Murka, Segel Cafe Hiburan Malam di Buak Limbang, Pengkadan

Warga Murka, Segel Cafe Hiburan Malam di Buak Limbang, Pengkadan

Desember 26, 2025
Diduga Kuat Selama Ini Kafe Hiburan Malam Tempat Transaksi Narkoba Milik Bos Berinisial AS Bebas Beroperasi, Siapa Aktor di Baliknya?

Diduga Kuat Selama Ini Kafe Hiburan Malam Tempat Transaksi Narkoba Milik Bos Berinisial AS Bebas Beroperasi, Siapa Aktor di Baliknya?

1
Maraknya Kafe Remang-Remang di Buak Limbang Bebas Beroperasi, Diminta Pihak Terkait Tindak Tegas

Maraknya Kafe Remang-Remang di Buak Limbang Bebas Beroperasi, Diminta Pihak Terkait Tindak Tegas

1
26 Organisasi Pers dan Advokat Minta Kapolres Metro Bekasi Jaga Sinergitas Terhadap Jurnalis

26 Organisasi Pers dan Advokat Minta Kapolres Metro Bekasi Jaga Sinergitas Terhadap Jurnalis

1

High Street Retailers Pin Hopes On Discount Splurge In Black Friday Fever

0
IHSG Ambruk 3,44%, Saham Emas dan Emiten Prajogo Tertekan Tajam

IHSG Ambruk 3,44%, Saham Emas dan Emiten Prajogo Tertekan Tajam

Februari 2, 2026
Volatilitas Pasar Pasca Pengunduran Diri Beberapa Pejabat OJK

Volatilitas Pasar Pasca Pengunduran Diri Beberapa Pejabat OJK

Januari 31, 2026
Waduh! Ponton Penyeberangan Kapuas Tanjung Sekadau Diduga Operasi Tanpa Izin Sandar Dermaga

Waduh! Ponton Penyeberangan Kapuas Tanjung Sekadau Diduga Operasi Tanpa Izin Sandar Dermaga

Januari 30, 2026
Musrenbang di Kelurahan Indrapura Diselimuti Dua Kepling Bayangan

Musrenbang di Kelurahan Indrapura Diselimuti Dua Kepling Bayangan

Januari 29, 2026

Tentang Kami

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
IHSG Ambruk 3,44%, Saham Emas dan Emiten Prajogo Tertekan Tajam

IHSG Ambruk 3,44%, Saham Emas dan Emiten Prajogo Tertekan Tajam

Februari 2, 2026
Volatilitas Pasar Pasca Pengunduran Diri Beberapa Pejabat OJK

Volatilitas Pasar Pasca Pengunduran Diri Beberapa Pejabat OJK

Januari 31, 2026
Waduh! Ponton Penyeberangan Kapuas Tanjung Sekadau Diduga Operasi Tanpa Izin Sandar Dermaga

Waduh! Ponton Penyeberangan Kapuas Tanjung Sekadau Diduga Operasi Tanpa Izin Sandar Dermaga

Januari 30, 2026

Hak Cipta merdekapostnews.top © 2025 Web Development PT.TAB | TabWeb

No Result
View All Result
  • Homepages
    • MerdekaPostNews.id
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Berita Terkini
  • Headline
  • Nasional
  • Peristiwa

Hak Cipta merdekapostnews.top © 2025 Web Development PT.TAB | TabWeb

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In