Jakarta, Merdekapostnews.top
Ketegangan perdagangan global kembali memanas setelah pemerintah China mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara yang terlibat dalam negosiasi tarif baru dengan Amerika Serikat, terutama jika kebijakan tersebut sejalan dengan rencana perang tarif mantan Presiden AS, Donald Trump.
Pemerintah China menyatakan tidak akan tinggal diam terhadap upaya negara lain yang dianggap memihak strategi proteksionisme Trump, yang sebelumnya sempat memicu perang dagang besar antara Washington dan Beijing. “Kami akan mengambil langkah-langkah balasan yang diperlukan terhadap pihak mana pun yang secara aktif mendukung kebijakan tarif diskriminatif terhadap China,” demikian pernyataan resmi Kementerian Perdagangan China.
Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi kembalinya Trump ke Gedung Putih pada pemilu mendatang, di mana ia telah mengisyaratkan akan memberlakukan tarif impor hingga 60% untuk produk-produk asal China. Sejumlah negara dilaporkan mulai membuka jalur komunikasi informal dengan tim kampanye Trump untuk mengamankan posisi perdagangan mereka jika skenario itu terwujud.
China melihat langkah tersebut sebagai bentuk ancaman terhadap sistem perdagangan global yang adil. Beijing juga memperingatkan bahwa negara-negara yang “bermain dua kaki” akan menghadapi konsekuensi diplomatik maupun ekonomi.
Sikap tegas China ini sontak memicu perhatian luas di media sosial dan kalangan analis internasional, mengingat dampak besar yang mungkin timbul terhadap rantai pasok global dan stabilitas ekonomi dunia.(Red)













