KLATEN, Merdekapostnews.top
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, menghadiri acara di Taman Srihati Aqua, Klaten. Acara ini merupakan bagian dari program “Pembayaran Jasa Lingkungan Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Pusur,” yang bertujuan memelihara sumber daya alam air (18/04/2025).
Pada kesempatan ini Moderator acara dalam pemaparannya menyampaikan terkait pentingnya konservasi dan sinergitas lintas sektor dalam menjaga ekosistem Sub DAS Pusur. Moderator acara juga menekankan bahwa Skema Pembiayaan Jasa Lingkungan (PJL) dapat menjadi solusi untuk memberikan insentif kepada masyarakat yang berperan menjaga DAS Pusur. PJL melibatkan masyarakat, pengguna air, dan lembaga sebagai penghubung program.
Perwakilan Danone Aqua, Vera Galuh Sugianto, menyampaikan apresiasinya atas sinergitas yang terjalin dan menjelaskan kontribusi perusahaan dalam revitalisasi dan konservasi lingkungan, seperti penanaman pohon dan pengembangan embung. Ia berharap diskusi dan kolaborasi dapat terus meningkatkan program pelestarian DAS Pusur.
Dalam acara tersebut, Hanif mengapresiasi langkah-langkah konservasi yang dilakukan oleh berbagai pihak dalam melestarikan DAS Pusur. Ia menekankan pentingnya sinergitas dan regulasi yang mendukung sistem pembayaran jasa lingkungan.
“Sinergitas seperti ini sangat penting untuk keberlanjutan program dan perlunya regulasi yang mendukung sistem pembayaran jasa lingkungan,” ujar Hanif Mentri Lingkungan Hidup.

Hanif merujuk pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 22 Tahun 2022 sebagai langkah positif dalam pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Ia berharap regulasi ini dapat diaplikasikan ke daerah lain dan mengajak pemerintah daerah untuk terus memperbaiki sistem pelestarian agar lebih terstruktur.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, juga menyampaikan pentingnya menjaga mata air sebagai identitas daerah. Sementara itu, Danone Aqua telah berkontribusi dalam revitalisasi dan konservasi lingkungan, termasuk penanaman pohon dan pengembangan embung.
“Mari kita jaga bersama keberadaan mata air ini agar tidak punah. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra menjadi kunci keberhasilan konservasi,” pesan Hamenang.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bupati Boyolali, Agus Irawan, dan perwakilan dari Danone Aqua Indonesia. Mereka membahas pentingnya konservasi dan sinergitas lintas sektor untuk menjaga ekosistem DAS Pusur.
Setelah sesi diskusi, para tamu melakukan peninjauan langsung ke sumber mata air di Taman Kehati, menunjukkan komitmen nyata terhadap pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.
(Pitut Saputra)













