Bandung, Merdekapostnews.top
Ancaman kebijakan tarif impor tinggi dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjadi perhatian serius bagi Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia tengah menyiapkan strategi untuk melindungi sektor industri di Jawa Barat yang berpotensi terdampak jika Trump kembali berkuasa dan menerapkan kebijakan dagangnya.
Dedi menegaskan bahwa sektor industri Jabar, khususnya manufaktur dan tekstil, sangat bergantung pada pasar ekspor, termasuk ke AS. “Kita tidak bisa tinggal diam. Harus ada langkah antisipatif agar industri kita tetap kuat menghadapi tekanan global,” ujarnya, Minggu (13/4).
Beberapa langkah yang disiapkan antara lain diversifikasi pasar ekspor, memperkuat pasar domestik, hingga mendorong efisiensi produksi melalui teknologi. Pemprov Jabar juga berencana bekerja sama dengan pelaku industri dan Kementerian Perdagangan untuk mengamankan kepentingan ekspor.
Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran bahwa kebijakan proteksionisme yang sempat diterapkan Trump saat menjabat, seperti tarif tinggi pada baja dan aluminium, bisa kembali terjadi jika ia memenangkan Pilpres AS 2024.
“Industri Jabar tidak boleh menjadi korban perang dagang negara besar. Kita harus adaptif dan mandiri,” tegas Dedi.(Red)













