KLATEN, Merdekapostnews.top
Rapat koordinasi dan silaturahmi pelaku pariwisata Klaten, digelar di Umbul Siblarak, Sidowayah, Polanharjo Klaten (09/04/2025).
Kegiatan dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Klaten, beserta jajaran Muspika, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Disbudparpora, Sekpim Disbudparpora, Kepala Bidang Pariwisata, Forkopimcam, Ketua Forum Komunikasi Klaten, Ketua Paguyuban, Biro Perjalanan Kabupaten Klaten, Ketua PHDI Klaten, Ketua HPI Klaten beserta undangan lainnya.
Dalam sambutannya Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan optimismenya terkait pariwisata di Klaten dengan beragam potensi yang ada, selain Candi Prambanan, juga ada beberapa wisata air yang patut di garap dan kembangkan lebih lanjut, terlebih bila melihat potensi wisata ini, terbukti bahwa dua kali wisata Klaten, terbanyak dikunjungi wisatawan yang ke Jawa Tengah, pada liburan lebaran saja tercatat sekitar 350 ribuan pengunjung ke Klaten tahun kemarin, serta tahun ini bahkan sudah mencapai 400 ribu lebih.
“Saat ini 3 exit toll sudah jadi dan 5 Stasiun Kereta juga sudah bisa berhenti, jadi itu bisa kita manfaatkan kedepan untuk memajukan pariwisata di Klaten, disini sudah ada para stakeholder maka silahkan nanti merumuskan bersama kita bergotong royong bersama tidak jalan sendiri-sendiri, agar bisa maju bersama dengan maksimal.” terangnya.
“Saya berharap rekan rekan bisa membuat roadmap pariwisata nantinya, saya mengikuti saja apa kemauan dari para pelaku pariwisata ini, kedepan kalau sudah ada draftnya tinggal kami beserta beberapa staf ahli akan memitigasi, kira-kira langkah dan kebijakan apa yang perlu untuk diprioritaskan terlebih dahulu dalam memajukan pariwisata di Klaten ini, karena semua unsur pendukungnya sudah ada, baik dari obyek wisata, pelaku wisata, dan stakeholder juga pegiat seni serta komponen-komponen pendukung lainnya, tinggal kita bersinergi dan membuat sebuah strategi langkah yang pada akhirnya bisa untuk lebih memajukan geliat pariwisata tersebut, serta bisa membawa kesejahteraan dan kemajuan bagi masyarakat Klaten.” jelas Hamenang Wajar Ismoyo Bupati Klaten.
Lebih lanjut terkait Bumdes dipaparkan “Kami berharap nanti kita bisa duduk bareng dan berbicara bersama, terkait langkah dan evaluasi serta strategi kedepan agar nantinya juga bisa bersinergi dengan beberapa komponen lainnya. Disamping itu kita berharap ke depan para pengunjung atau wisatawan agar bisa lebih lama di Klaten, karenanya kita akan ajak investor juga untuk pengembangan hotel, dan homestay, juga cottage, agar bagaimana supaya wisatawan bisa tinggal lebih lama di Klaten, kalau sudah ketemu dengan pelaku wisata nanti pinginnya bagaimana dan investor juga maunya seperti apa, itu akan lebih mudah nantinya buat pengembangan lebih lanjut.” terangnya.
Lalu “Saya juga memberikan saran nantinya agar rekan-rekan bisa bersinergi dengan PHDI, yang notabene tradisi Hindu itu banyak sekali dari Upacara Melasti hingga sampai Tawur Agung dan lainnya, maka bagaimana ketika tradisi Hindu tersebut kemudian juga bisa kita garap dan tarik kesini, seperti halnya di Prambanan ada sendratari, itu juga bisa kita kembangkan kemudian, sebab itu potensial sekali guna menarik wisatawan.” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut Hamenang juga memberikan bantuan untuk infrastruktur akses jalan, bagi Desa Sidowayah dan Desa Wunut masing-masing sebesar Rp 50 Juta rupiah, serta menandatangani Prasasti Program Pencanangan Sidowayah Sebagai Desa Seribu Bunga dan Wahana Kapal Pinisi Kyai Sidotopo, yang ada di Umbul Siblarak, sembari menutup pidatonya dengan pantun “Pergi ke umbul siblarak ramai-ramai dengan anak. Para pelaku pariwisata mari bersama sama bergerak” pungkasnya.
Terpisah Kepala Desa Sidowayah menyatakan dirinya sangat berterimakasih atas kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Klaten beserta jajaran ke Umbul Siblarak dalam rangka rapat koordinasi pelaku pariwisata di Klaten.
“Tadi kita juga sempat memaparkan terkait kendala yang kita hadapi, terkait dengan persoalan status lahan pariwisata yang merupakan lahan hijau, dan seringkali menjadi persoalan dalam pengembangan lebih lanjut, tadi sudah mendapat respon dan nantinya akan dibantu dibicarakan dengan BPN terkait status tanah di obyek pariwisata tersebut, disamping itu kita juga berharap bahwa dari Dinas Pendidikan juga memberikan himbauan agar study tour itu juga bisa dilakukan dengan mengunjungi pariwisata lokal yang tak kalah menarik, tidak melulu keluar kota” terangnya.
Disinggung terkait pengembangan pariwisata di umbul siblarak sendiri Kepala Desa mengatakan bahwa “Untuk potensi kita ada 3 objek utama yakni Umbul Kemanten, Umbul Siblarak dan Kampung Dolanan Sidowayah, yang memang di samping menghadirkan wisata air, kita juga mengembangkan wisata outdoor dan wahana permainan dan edukasi anak, untuk mengenal alam lebih dekat di kampung dolanan, selain itu kita juga ada Istana Siblarak, kemudian Kapal Pinisi Kyai Sidotopo, serta Program penanaman seribu bunga Bougenville di sekitaran Desa Sidowayah, tidak hanya di obyek wisata namun juga di jalan-jalan masuk Desa, ini untuk lebih menarik lagi wisatawan berkunjung dan bisa menikmati suasana di Sidowayah sembari berfoto selfie mungkin.” terangnya.
“Untuk kendala terkait infrastruktur akses jalan tadi sudah langsung direspon dan secepatnya akan kita bahas dan garap bersama para stakeholder terkait.” pungkasnya.
( Pitut Saputra )













