Bandung, Merdekapostnews.top
Gubernur Jawa Barat menegur Lucky Hakim setelah diketahui tengah melakukan perjalanan ke Jepang untuk berlibur. Teguran tersebut diberikan lantaran kepergian Lucky Hakim dianggap tidak mencerminkan sikap seorang pejabat publik, terlebih di tengah padatnya agenda pemerintahan yang membutuhkan kehadiran dan tanggung jawab penuh dari setiap aparatur negara.
Informasi mengenai keberangkatan Lucky Hakim ke Jepang sempat beredar luas di media sosial, memunculkan reaksi beragam dari masyarakat. Banyak yang mempertanyakan alasan Lucky meninggalkan tugasnya, sementara sejumlah program dan kegiatan daerah masih berlangsung.
Gubernur Jawa Barat pun merespons cepat isu tersebut. Ia menilai bahwa tindakan tersebut kurang etis, terlebih jika dilakukan tanpa izin atau koordinasi yang jelas dengan pihak pemerintah daerah.
“Sebagai pejabat publik, seharusnya memiliki kepekaan dan tanggung jawab moral yang tinggi. Liburan ke luar negeri di tengah agenda penting pemerintahan bukanlah langkah yang patut dicontoh,” ujar Gubernur dalam pernyataan resminya.
Ia menambahkan, setiap pejabat harus mampu menjaga komitmen dan disiplin dalam menjalankan tugas. Apalagi, publik memiliki ekspektasi tinggi terhadap integritas dan etika para pemimpin dan aparat pemerintah.
Sampai saat ini, Lucky Hakim belum memberikan keterangan resmi terkait perjalanannya tersebut. Pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan akan menelusuri lebih lanjut serta melakukan evaluasi terhadap tindakan yang dilakukan Lucky.
(RED)













