KARANGANYAR, Merdekapostnews.top
Hari ini digelar kegiatan pertemuan bani/satu keturunan dari keluarga besar Trah Raden Matang Tilarso, di Gedung Aula Bakmi Jowo Kuno Pak Trimo, Jalan Adi Sumarmo, Gedongan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (02/04/2025).
Pertemuan dihadiri oleh seluruh keluarga besar dari Trah Raden Matang Tilarso baik dari generasi ke generasi. Mulai kakek hingga cicit, yang saat ini berdomisili dan tersebar di seluruh Indonesia dari Pulau Jawa hingga Bali berkumpul bersama di sebuah Gedung Daerah Karanganyar.
Wawan Liswanto (59) atu lebih dikenal dengan nama Anto Mbolo yang merupakan partner dari Alm seniman Didi Kempot semasa berjuang di blantika musik keroncong dahulu, kebetulan menjadi tuan rumah dari panitia pelaksana kegiatan halal bi halal trah Raden Matang Tilarso tersebut yang berlangsung dengan seru dan meriah sedari pagi hingga siang hari ini.
Dalam sambutannya Anto Mbolo menyampaikan rasa terima kasihnya yang tak terhingga pada seluruh keluarga besar yang telah mendukung dan mensupport penyelenggaraan kegiatan ini hingga bisa berjalan lancar tanpa satu halangan, Dirinya juga mengucapkan terima kasih sebesarnya pada Dimas partner sekaligus owner dari Bakmi Jowo Pak Trimo yang merupakan resto live musik tempatnya menyanyi reguler tiap hari, dimana pada hari ini berkenan meminjamkan aula gedung restonya guna dipakai kegiatan Halal Bi Halal dari keluarga besar Trah Raden Matang Tilarso ini. Terakhir dirinya menyampaikan selamat datang bagi seluruh keluarga dan mempersembahkan sebuah lagu yang berjudul layang kangen.

Pada kesempatan ini Gunarso selaku perwakilan sesepuh yang paling dituakan juga berkenan menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya dikatakan “Selamat datang dan Selamat Hari Raya Idul Fitri, bagi semua anggota keluarga yang telah hadir dan menyempatkan waktu guna bisa datang dalam kegiatan Trah Keluarga Besar Raden Matang Tilarso ini, yakni sebuah wadah keluarga besar Trah bersama yang merupakan garis keturunan dari Alm Eyang Matang Tilarso,” sambutnya.
Pada kesempatan tersebut juga Gunarso sedikit menyinggung dan memaparkan terkait silsilah dan urut-urutan dari keluarga besar Trah Raden Matang Tilarso, dari generasi pertama hingga saat ini sampai pada generasi ke tujuh. Dirinya juga menekankan terkait ajaran leluhur yang telah turun temurun diwariskan yakni terkait konsep dan cara mendidik anak yang selalu menekankan tentang “Tatag-Tutug-Tekan / Tekun-Teken-Tekan”, yakni sebuah strategi dalam menjalani hidup dan kehidupan.
Tekun dalam hal ini diartikan sebagai seorang anak diharapkan kita harus punya pekerjaan dan jujur tidak macem-macem dalam pekerjaan, kemudian Teken yakni Kepercayaan yang kuat pada religi atau agama yang diyakini, sementara Tekan adalah menjalani segala sesuatu yang menjadi pekerjaan dan keinginannya, dalam hal ini sesuatu tersebut harus tekuni, dihayati hingga sampai nanti pada akhirnya akan sampai pada apa yang kita mau atau cita-citakan. Dirinya juga berpesan agar ajaran leluhur ini selagi masih muda tolong di hayati dan dijadikan pedoman yang merupakan warisan dan didikan dari eyang kita dahulu.
Terakhir disampaikan bahwa yang muda-muda, jangan sampai tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, kemudian juga diharapkan manfaatkan untuk memanfaatkan tekhnologi (Handphone) guna menjalin keakraban agar bisa saling kenal satu dan lainnya “Mari guyub rukun jangan putus hubungan, seperti slogan dan tema dari hala bi halal tahun ini yakni “Paseduluran Sak’lawase”, pungkasnya menutup sambutan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan perkenalan keluarga satu persatu baik anggota keluarga yang lama dan baru, serta berurutan dari yang tua hingga paling kecil, bergiliran satu persatu melakukan sungkem dan memohon maaf satu dan lainnya.
Pasca terselesaikannya kegiatan sungkeman lalu dilanjutkan dengan hiburan dan game permainan anak serta orang tua guna lebih mengakrabkan antara satu dan lainnya. Acara berlangsung dengan meriah dan seru sekali dengan game-game tradisional melatih kekompakan antara sesama team yang beranggotakan para anggota keluarga yang telah diacak secara random.
Kegiatan selanjutnya adalah makan siang bersama sebelum nantinya dilanjutkan dengan game dan hiburan musik kembali, hingga kemudian pada penghujung kegiatan sebelum ditutup dengan session foto bersama salah seorang anggota trah yakni Gatot Priyanta dari keluarga besar Delanggu mengusulkan sebuah ide terkait dengan pembentukan Group Wa Trah bagi generasi yang muda-muda atau khusus bagi anak-anak dari keluarga besar agar dibuatkan group guna bisa lebih mengakrabkan diri Anatar sesama anggota keluarga besar khususnya yang muda-muda, agar semangat kebersamaan Anatar para keluarga besar ini bisa terus dilestarikan nantinya. Dan atas ijin pada orang tua ide tersebut di setujui maka dibuatlah sebuah group baru dari generasi Trah Raden Matang Tilarso yang muda-muda.
Harapan kedepan agar kegiatan halal bi halal seperti ini bisa terus lestari dan antara para anggota keluarga besar Trah Raden Matang Tilarso bisa rukun antar saudara dan cucu-cucunya. Kemudian di penghujung kegiatan setelah season foto bersama dilakukan rapat keluarga besar dan bilik tali asih, dimana semua anggota keluarga diharapkan masuk ke bukik tersebut untuk memberikan dana sukarela seikhlasnya untuk kemudian dipakai pada penyelenggaran kegiatan Halal Bi Halal tahun depan. Setelah semua terselesaikan maka kemudian kegiatan ditutup dengan doa bersama. Dan segenap keluarga besar Trah Raden Matang Tilarso mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, serta mohon maaf lahir batin bilamana ada kesalahan baik yang disengaja ataupun tidak mohon untuk dimaafkan.
Acara kemudian diselesaikan dengan sejuta kesan dan makna tersendiri dari pelaksanaan halal bi halal tahun ini.
(Pitut Saputra)













