Kapuas Hulu, Merdekapostnews.top
Warga Desa Nanga Suruk Dusun Berau Kecamatan Bunut Hulu Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat mengeluhkan pelayanan PDAM ( Perusahaan Daerah Air Minum )
yang baru dibangun tahun lalu.
Meski tagihan dibayar tepat waktu setiap bulan aliran air ke rumah-rumah mereka sering tersendat, memaksa warga menggunakan pompa tambahan.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan keluhan ini pada Selasa (12/5/2026).
“PDAM ini dibuat tahun kemarin, tapi airnya tidak lancar,sementara kami lancar bayar setiap bulannya terus-menerus, alasannya pipa bocor, bagian tukang hidup lampu malas hidupkan, Kami masyarakat pengen tahu kepastian,” ujarnya.
Warga tersebut menambahkan,kami juga terpaksa membeli mesin pompa Sanyo untuk membantu aliran air, meski hasilnya tetap tidak deras. “Dulu masyarakat Desa Nanga Suruk mengidamkan air bersih PDAM,tapi setelah berdiri, malah tidak bekerja, hanya mengharapkan bulanannya saja,” keluhnya.
Biaya instalasi PDAM juga menjadi sorotan. “kami pasang 1 juta lebih, ada yang 7-8 ratus ribu per rumah,kalau kantoran 1 juta 800 ribu,” ungkapnya.
Kini, warga lebih memilih air sungai untuk kehidupan sehari-hari, meski tidak layak konsumsi karena keruh dan kotor.
“Sambil menunggu keterangan dari pihak PDAM soal kendala sebenarnya, kalau memang tidak bisa digunakan, lebih baik kembali seperti awal, pakai air sungai,” tambahnya.
ditempat terpisah saudara ( E ) selaku pihak PDAM setempat memberikan komentar kepada awak media ini,Rabu 13 Mei 2026 terkait kendala air PDAM yang tersendat penyaluran ke warga.
“Pipa kita putus bg…dan ini baru ketauan dua hari ini kendala nya di mana,ini kita masih dalam tahap proses perbaikan,ucapnya singkat
Hingga berita ini diturunkan,masyarakat meminta pemerintah daerah setempat diimbau segera menindaklanjuti pengaduan ini untuk memastikan akses air bersih bagi masyarakat.
Tim Redaksi












