Makassar, Merdekapostnews.top
Operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) terus berlangsung keras di lereng Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, dengan medan ekstrem dan cuaca buruk menjadi tantangan utama tim SAR gabungan, 19 Januari 2026.
Pesawat jenis ATR 42-500 yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT) hilang kontak saat terbang dari Yogyakarta menuju Makassar dengan 11 orang di dalamnya โ terdiri dari awak pesawat dan penumpang dalam misi patroli udara.
๐งญ Temuan Korban di Hari Kedua
Pada hari kedua pencarian, tim gabungan berhasil menemukan dua jenazah korban di lokasi jatuhnya pesawat:
Korban pertama ditemukan di dasar jurang sedalam sekitar 200 meter, berada di antara serpihan pesawat, dan proses evakuasi dilakukan oleh tim SAR lewat jalur pendakian.
Korban kedua juga berhasil diidentifikasi oleh tim di area tak jauh dari temuan pertama setelah pencarian diperluas oleh SAR gabungan. Namun, pihak otoritas belum merilis identitas kedua jenazah tersebut secara resmi, sementara proses evakuasi dan identifikasi masih berjalan. (berita terbaru tengah menunggu konfirmasi lebih lanjut).
Operasi SAR di lokasi terus dilanjutkan untuk mencari korban lainnya yang masih belum ditemukan. Tim SAR menghadapi cuaca buruk, kabut tebal, hujan deras, serta kontur tanah yang sangat terjal di pegunungan itu.
๐ Titik Jatuh & Evakuasi
Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan berhasil menemukan titik lokasi pesawat di kawasan lereng Gunung Bulusaraung dengan puing-puing besar yang termasuk bagian badan pesawat dan komponen lain di sekitarnya.
Pihak kepolisian telah menyiapkan tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi jenazah, termasuk pengambilan sampel DNA dari keluarga korban agar dapat mencocokkan identitas secepat mungkin ketika jenazah dievakuasi ke posko utama.
๐ Konfirmasi Kecelakaan & Proses Investigasi
Kecelakaan ini kini diklasifikasikan oleh National Transportation Safety Committee (KNKT) sebagai kasus Controlled Flight Into Terrain (CFIT) โ yaitu ketika pesawat terbang dalam kondisi dikendalikan namun tidak menyadari adanya benturan dengan kontur daratan di depannya.
Sampai saat ini, upaya pencarian korban lainnya dan black box (rekaman penerbangan) masih terus dilanjutkan oleh tim SAR gabungan. Basarnas menegaskan pencarian akan tetap prioritas hingga semua korban ditemukan.
๐งพ Kronologi Singkat:
17 Jan 2026 โ Pesawat ATR 42-500 hilang kontak saat terbang dari Yogyakarta ke Makassar dengan tujuan patroli udara.
18 Jan 2026 (Hari Pertama) โ Puing-puing pesawat ditemukan, tim SAR mulai evakuasi di lokasi.
18 Jan 2026 (Hari Kedua) โ Dua korban ditemukan dan evakuasi masih berlangsung. (laporan sementara)













