SUKOHARJO, Merdekapostnews.top
Hutama Karya (Persero) menyalurkan bantuan melalui program “HK Peduli Ojol” kepada sekitar 400 pengemudi ojek online (ojol) dan 100 Warga di Sukoharjo dan sekitarnya. Penyaluran itu berjalan berkat koordinasi lokal dari Solidaritas Ojol Soloraya (SOS) yang dipimpin oleh Josafat Satrijawibawa. Kegiatan pembagian sembako yang berlangsung Sabtu siang di Balai Desa Pabelan, Jalan A Yani No 346 Kartasura ini berlangsung tertib dan diikuti oleh ratusan driver ojol dari berbagai platform, setelah sebelumnya perizinan dan persiapan lokasi rampung diselesaikan oleh koordinator lokal SOS (22/11/2025).
Pada jurnalis merdekapostnews.top Josafat memaparkan “Program CSR ini awalnya muncul dari komunikasi lintas kota, yakni ketika rekan driver online dari Komunitas KON ( Koalisi Ojol Nasional) di Jakarta yang pernah menjadi koordinator penerima manfaat CSR Hutama Karya, menghubungi kami dan mempertemukan perwakilan perusahaan dengan Koordinator SOS. Setelah serangkaian lobi dan pembicaraan, maka diputuskan bahwa SOS akan menjadi mitra pelaksana di wilayah Soloraya dan Sukoharjo. Keputusan ini didasari oleh kebutuhan nyata para pengemudi ojol yang selama masa-masa sulit menghadapi fluktuasi pendapatan, kenaikan biaya hidup, dan tantangan operasional sehari-hari.” paparnya.
“Dalam proses koordinasi Hutama Karya menekankan keterlibatan komunitas lokal. Karenanya data calon penerima dikumpulkan dari komunitas mitra serta grup-grup driver ojol yang ada di Solo Raya. SOS menyusun daftar dari data komunitas dan data BC (badan komunitas) ojol, yang kemudian disatukan agar pembagian bisa lebih merata. Strategi ini dirancang untuk memastikan bantuan mencapai pengemudi yang benar-benar membutuhkan, bukan hanya mereka yang paling vokal atau paling dekat secara geografis.” ujar Josafat.

“Lebih lanjut untuk menghindari tumpang tindih dan memastikan transparansi, SOS melakukan verifikasi data dan menetapkan kuota per komunitas. Dengan membagi secara merata dan bertahap ke beberapa komunitas rekanan, Koordinator SOS berharap setiap wilayah mendapat bagian yang adil sehingga distribusi menjadi lebih efisien dan terukur.” jelas Josafat Koordinator SOS.
Pemilihan Balai Desa Pabelan sebagai lokasi distribusi dipilih karena aksesnya yang relatif mudah dan kemampuan kapasitas yang memadai. Pihak SOS bersama perwakilan dari HK dan relawan Resolution Network 98, Jaringan relawan sosial 98, sudah mengurus perizinan serta prosedur penggunaan gedung, dan mendapat izin sementara untuk kegiatan tersebut. Persiapan lokasi mencakup pengaturan antrian yang tertib, penandaan area guna menjaga jarak, serta koordinasi dengan pihak desa untuk kelancaran hari H.
Selain persiapan fisik, SOS juga menata tata kelola agar proses pendistribusian berlangsung cepat namun humanis. Para koordinator komunitas akan membantu validasi kedatangan penerima, sehingga sembako yang telah disiapkan dapat diserahkan hanya kepada nama-nama yang tercatat di daftar verifikasi. Langkah-langkah ini mengurangi potensi kerumunan berlebih dan meminimalkan kebingungan saat pembagian.
Terpisah Mbah Yono salah seorang driver penerima manfaat yang terbilang sudah berusia sepuh menyatakan “Program ini sangat kami apresiasi karena tepat sasaran, pengemudi ojek online dari berbagai platform, termasuk kelompok yang sangat rentan ketika kondisi ekonomi bergejolak. Sembako yang dibagikan bukan hanya bantuan sementara, tetapi juga tanda apresiasi terhadap peran pengemudi ojol dalam menjaga mobilitas masyarakat. Bagi banyak pengemudi, paket bantuan berarti pernapasan ekonomi singkat, biaya bahan kebutuhan pokok yang dapat meringankan tekanan harian.” ujarnya.
Lebih jauh, Mbah Yono menegaskan, “Inisiatif semacam ini memperkuat ikatan antara perusahaan besar dengan komunitas lokal. Ketika CSR dijalankan dengan mekanisme partisipatif, ada peluang pembangunan kepercayaan serta dialog berkelanjutan antara pelaku usaha, komunitas pekerja informal, dan pemerintah desa. Model ini juga membuka ruang bagi intervensi sosial lain yang lebih terstruktur, misalnya berbagai program pelatihan softskill, pelayanan kesehatan seluler, atau insentif tunai berbasis kebutuhan.” paparnya.
Mbah Yono berharap “Agar bantuan tak berhenti sebagai momen sekali jadi, perlu rancang kelanjutan yang sistematis, bangun database penerima terpadu, lakukan survei pasca-penyaluran untuk mengukur dampak, dan kembangkan kemitraan jangka panjang dengan pemerintah desa untuk pendampingan ekonomi. Libatkan pendekatan berbasis komunitas untuk menangkap kebutuhan riil selain sembako, dari suku cadang motor hingga layanan kesehatan dan akses kredit mikro, sehingga intervensi menjadi responsif, tepat sasaran, dan mampu memperkuat ketahanan sosial-ekonomi penerima.” terangnya.
Disisi lain Riyanto perwakilan pihak penyelenggara dari Hutama Karya menyatakan “Penyaluran CSR Hutama Karya lewat program “HK Peduli warga dan Ojol” telah menunjukkan bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat dioperasionalkan untuk dampak lokal yang nyata, kegiatan distribusi pada 22 November 2025 di Balai Desa Pabelan ini, adalah bukti komitmen itu. Dengan persiapan matang, verifikasi transparan, dan distribusi yang adil, langkah ini tak hanya meringankan beban hari itu tetapi juga menanamkan fondasi dukungan berkelanjutan bagi pengemudi ojol di Sukoharjo dan sekitarnya, sebuah undangan jelas untuk terus bekerja bersama demi masa depan yang lebih tangguh.” paparnya.
Winggit Bagus Prabowo juga menambahkan “Meski program apresiasi CSR Hutama Karya ini belum mampu menjangkau seluruh rekan driver online, kami berharap bantuan yang disalurkan tetap memberi manfaat nyata bagi penerima, kami menghargai setiap kontribusi dan kerja sama yang terlibat, serta dengan rendah hati memohon maaf kepada rekan-rekan driver yang belum kebagian pada kesempatan kali ini, kita akan terus berkomitmen untuk memperbaiki mekanisme agar dukungan berikutnya bisa lebih merata dan tepat sasaran.” terangnya
Winggit juga menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto, pada rekan-rekan Ojol karena sudah bersabar dan turut menjaga kondusifitas wilayah, disaat beragam kebijakan dari pemerintah sedang dalam proses pelaksanaan, Ia menegaskan bahwa beragam program dan kebijakan tersebut pada akhirnya adalah juga buat kebermanfaatan masyarakat luas, maka dari itu mohon bersabar dan berikan kesempatan Pemerintah guna menyelesaikan satu persatu programnya.
( Pitut Saputra )













