KLATEN, Merdekapostnews.top
Lun Lovers Klaten lahir dari hasrat sederhana, menjadikan kebugaran tubuh sebagai jembatan kebersamaan antar generasi. Sejak berdiri pada 20 September 2022, komunitas ini yang dipimpin oleh Ariyati Budi Rochayati tersebut rutin menggelar senam aerobik di Alun-Alun Klaten setiap Rabu dan Sabtu pukul 08.15 WIB. Latihan rutin tersebut bukan sekadar agenda olahraga, melainkan ruang sosial di mana warga bertemu, saling menyapa, bertukar cerita, dan menumbuhkan solidaritas. Kehadiran mereka yang konsisten telah mengubah sudut kota menjadi wahana kebugaran yang ramah segala usia (21/10/2025).
Jumlah peserta reguler Lun Lovers berkisar 30 orang, namun pada momen tertentu antusiasme publik mampu melipatgandakan jumlah itu hingga mencapai lebih dari 100 orang. Lonjakan ini menunjukkan bahwa konsep senam yang inklusif dan penuh keriangan yang mereka bawakan berhasil menarik perhatian warga dari berbagai lapisan usia. Bagi Lun Lovers, senam adalah bahasa Cinta bersama yang mudah dipahami, gerakan bersama mencairkan sekat usia, profesi, dan latar belakang, sehingga tercipta rasa cinta dan punya bersama terhadap ruang publik.
Mengusung semangat Sumpah Pemuda, pada 28 Oktober mendatang Lun Lovers berkolaborasi dengan Sri Kumbang Group dan Ngantilalicaraneturu Tour Guide Community Klaten untuk menyelenggarakan Senam Aerobik Bersama di pelataran Sri Kumbang. Acara akan dimulai pukul 08.00 WIB dan dipersiapkan sebagai perayaan persatuan lintas generasi. Tajuk acara yakni , “Bersama Lun Lovers Merayakan Persatuan Lintas Generasi Lewat Senam Sehat”, menguatkan niat untuk menjadikan olahraga kolektif sebagai medium peringatan yang bermakna, bukan seremonial semata.
Selain unsur olahraga dan kebersamaan, acara ini dilengkapi dimensi sosial yang penting. PMI Klaten hadir bersama DFR (Delanggu Free Rider) yang merayakan enam tahun kebersamaan mereka, sehingga kegiatan menjadi perpaduan antara promosi hidup sehat dan aksi kemanusiaan. Kehadiran PMI dan DFR menambah bobot pesan bahwa kebersamaan berarti saling peduli, membantu, dan merawat komunitas. Dengan demikian acara tidak hanya merayakan semangat pemuda, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab sosial.

Sri Kumbang Group membuka pelataran sebagai ruang berkegiatan yang ramah komunitas. Keputusan untuk memanfaatkan ruang publik seperti pelataran resto sebagai panggung komunitas memperlihatkan bagaimana sektor swasta lokal dapat berperan aktif mendukung inisiatif komunitas. Sementara itu, Ngantilalicaraneturu Tour Guide Community Klaten diperkirakan akan menambah nuansa lokal yang kaya, memperkenalkan peserta pada keindahan budaya dan destinasi pariwisata Klaten yang seringkali luput dari sorotan.
Ari, selaku koordinator senam Lun Lovers, menyampaikan bahwa mereka akan berangkat dari Klaten menuju Sri Kumbang Resto untuk menggelar apel pagi dan senam bersama masyarakat sekitar. Harapannya sederhana namun strategis, menjadikan momentum Sumpah Pemuda sebagai titik awal pengenalan dan perluasan kegiatan senam di lingkungan sekitar resto, sehingga kepedulian masyarakat terhadap kesehatan dapat meningkat. Target peserta dari Klaten yang akan ikut ke lokasi sekitar 100 orang menunjukkan optimisme komunitas terhadap partisipasi publik dan antusiasme warga setempat.
Kegiatan ini juga dimaknai sebagai sarana promosi pariwisata lokal. Selain berolahraga peserta berkesempatan menikmati pesona alam Klaten yang menawan. Rencana tambahan seperti penyewaan kereta kelinci menghadirkan sentuhan rekreatif untuk keluarga sehingga acara tidak hanya relevan bagi penggemar senam, tetapi juga menarik bagi wisatawan lokal dan keluarga. Semua rencana bersifat adaptif sesuai perkembangan di lapangan, namun komitmen Lun Lovers untuk hadir dan menggerakkan masyarakat sudah pasti dan jelas.

Senam bersama yang diprakarsai Lun Lovers memancarkan beberapa manfaat nyata. Pertama, aspek kesehatan fisik, gerakan aerobik meningkatkan kebugaran kardiovaskular, fleksibilitas, dan kebugaran umum yang sangat bermanfaat bagi semua usia. Kedua, manfaat sosial, senam bersama memperkuat jaringan antar warga,komunitas dan pengunjung, mengurangi kesepian, dan menumbuhkan rasa saling peduli. Ketiga, manfaat kultural, acara lintas komunitas membuka ruang dialog antar organisasi lokal, memperkaya praktik budaya, dan mempromosikan Klaten sebagai destinasi wisata yang ramah komunitas.
Keberhasilan Lun Lovers tidak semata karena gerakan fisik yang mereka ajarkan, melainkan karena pendekatan mereka yang inklusif dan konsisten. Kepemimpinan Ari yang komunikatif serta semangat relasional antara anggota membuat komunitas ini terus bertumbuh. Dari lapangan kota hingga panggung acara kolaboratif, mereka menunjukkan bahwa inisiatif lokal yang dilakukan berkelanjutan dapat memberi dampak sosial signifikan.
Akhirnya, ajakan Lun Lovers untuk hadir dan bersenam bersama merupakan undangan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat Klaten, kawula muda, orang tua, ibu-ibu, bapak-bapak, hingga lansia. Senam bersama di pelataran Sri Kumbang resto bukan sekedar rutinitas pagi, melainkan perayaan kecil yang menguatkan rasa nasionalisme melalui kebersamaan sehat. Mari sambut acara ini dengan antusiasme, jadikan momen Sumpah Pemuda sebagai ruang untuk memperkuat persatuan, dan biarkan gerakan tubuh menjadi bahasa kolektif yang menghubungkan hati antar generasi.
( Pitut Saputra )













