TEGAL, Merdekapostnews.top
Nabil Dicky Budiono, siswa kelas 6H MIN 2 Sukoharjo, menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara III dan medali perunggu pada Kejuaraan Provinsi Panahan Junior 2025–2026 yang berlangsung di Tegal pada 9–11 Oktober 2025. Keberhasilan ini bukan sekadar menambah daftar penghargaan sekolah, melainkan menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, pembinaan terstruktur, dan ketahanan mental dapat membawa atlet muda menembus tingkat provinsi. Prestasi Nabil mengangkat nama Kabupaten Sukoharjo dan menjadi sumber inspirasi bagi para pelajar serta komunitas olahraga di sekitarnya (12/10/2025).
Perjalanan Nabil di ajang provinsi penuh liku dan pelajaran. Pada babak awal lomba, ia menghadapi kendala teknis serius ketika baut cam pada busur compound yang dipakainya terlepas. Gangguan pada peralatan tersebut mengganggu keseimbangan dan konsistensi bidikan, sehingga skor pembukaannya anjlok dan menempatkannya di peringkat ke-18 pada perhitungan awal. Insiden itu sempat menekan mental, namun tidak membuatnya menyerah. Sebaliknya, ia menggunakan momen sulit itu untuk mengevaluasi fokus dan persiapan.

Respons Nabil terhadap tekanan menjadi titik balik kompetisi. Sejak sesi kedua, ia merapikan rutinitas pernapasan, menyesuaikan ritme bidikan, dan mengandalkan latihan teknik yang selama ini ia jalani. Perubahan pendekatan mental dan koreksi teknis bertahap mengangkat permainannya ke level lebih kompetitif. Dengan kesabaran dan disiplin, Nabil menanjak dalam peringkat hingga berhasil masuk posisi tiga besar menjelang babak akhir. Pada fase penentuan, ia harus menjalani shoot-off melawan atlet dari Kabupaten Purbalingga. Di bawah sorakan penonton dan tekanan tinggi, Nabil menunjukkan ketenangan serta teknik yang rapi. Ia akhirnya keluar sebagai pemenang adu tembak dan memastikan medali perunggu untuk Sukoharjo.
Prestasi ini bukan hasil kebetulan, melainkan buah dari pembinaan sistematis yang dilakukan oleh Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI) Kabupaten Sukoharjo. Program latihan terencana, pelatihan teknik intensif, serta pendampingan mental menjadi pilar pengembangan kemampuan Nabil. Kepala pelatih dan pengurus PERPANI menilai bahwa pencapaian di Tegal mencerminkan efektivitas proses mulai dari seleksi bakat, jadwal latihan rutin, hingga simulasi tekanan pertandingan. Pembinaan mencakup evaluasi teknis berkala dan perawatan peralatan agar atlet dapat tampil dalam kondisi optimal.
Peran keluarga dan lingkungan sekolah juga sangat menentukan. Nabil mendapat dukungan moral dan fasilitas dari keluarga, termasuk pemilik CV Dicky Transport yang memfasilitasi latihan sehingga konsistensi terjaga. MIN 2 Sukoharjo menyambut gembira keberhasilan salah satu siswanya yang berhasil mengharumkan nama madrasah di tingkat provinsi. Dukungan sekolah dalam memberikan ruang bagi minat dan bakat di luar akademik terbukti mendatangkan hasil nyata serta meningkatkan reputasi institusi.

Dampak medali yang diraih Nabil melampaui penghargaan personal. Di lingkungan madrasah, kemenangan ini menumbuhkan kebanggaan kolektif dan mendorong motivasi bagi teman-temannya. Guru serta pembina ekstrakurikuler semakin percaya bahwa investasi dalam pengembangan bakat mendatangkan manfaat jangka panjang. Di ranah komunitas olahraga Sukoharjo, prestasi ini menjadi sinyal bahwa potensi atlet muda perlu digali dan didukung lebih luas. Pencapaian Nabil mengundang berbagai pihak untuk mempertimbangkan peningkatan fasilitas latihan, dukungan sponsor, dan program identifikasi bakat sejak dini agar talenta lokal dapat berkembang lebih masif.
Secara psikologis, kisah Nabil mengandung pesan penting bagi siswa dan atlet muda bahwa kegigihan, kemampuan membaca situasi, dan ketenangan mental sering kali lebih menentukan hasil dibandingkan bakat semata. Kemampuannya untuk bangkit dari posisi ke-18 dan menembus posisi tiga besar menunjukkan bahwa perubahan positif selalu mungkin selama fokus dan semangat juang terus dijaga. Selain itu, prestasi ini menegaskan bahwa kesuksesan individu selalu berakar pada kolaborasi: pelatih yang membimbing, keluarga yang menyokong, organisasi yang memfasilitasi, serta sekolah yang memberikan ruang berkembang.
Melihat ke depan, langkah konkret perlu diambil agar momentum ini berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi. Rencana jangka pendek mencakup evaluasi teknik tembakan, pemeriksaan serta perawatan rutin peralatan untuk mencegah kerusakan teknis berulang, dan penguatan latihan mental agar konsistensi terjaga saat bertanding. Dukungan berkelanjutan dari PERPANI Kabupaten Sukoharjo, pihak sekolah, serta sponsor lokal akan menentukan kesiapan Nabil menghadapi seleksi nasional. Partisipasi dalam kompetisi regional dan penyelenggaraan turnamen internal dapat memberikan pengalaman bertanding lebih banyak dan meningkatkan kemampuan adaptasi di lapangan.
Harapan bersama, prestasi ini menjadi pemicu perhatian lebih besar terhadap pengembangan olahraga sejak tingkat madrasah. Pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku usaha setempat diharapkan melihat pembinaan olahraga sebagai investasi dalam pembentukan karakter generasi penerus sekaligus promosi nama daerah. Keterlibatan masyarakat dalam mendukung atlet muda seperti Nabil akan memperkuat ekosistem yang memungkinkan talenta lokal tumbuh dan bersaing.
Nabil Dicky Budiono tak hanya pulang membawa medali perunggu. Ia juga menabur inspirasi bahwa mimpi dapat terwujud ketika tekad, latihan, dan doa berpadu. Kisahnya mengingatkan bahwa setiap anak berhak mendapat kesempatan untuk berkembang serta mengukir prestasi yang membanggakan keluarga, sekolah, dan daerah.
(Pitut Saputra)













